-->

12/04/2026

Perkuat Ketahanan Wilayah, Babinsa Purwosono Gelar Komsos Bersama Pemdes


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Guna mempererat sinergitas serta meningkatkan koordinasi dalam mendukung ketahanan wilayah, Babinsa Purwosono Koramil 0821-19/Sumbersuko, Serda Achmad Affandi, melaksanakan kegiatan Komsos bersama Kepala Desa dan Pengurus KDKMP Desa Purwosono di Balai Desa Purwosono, Dusun Selokambang, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (12/4/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, membahas berbagai hal terkait pembangunan desa serta upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Serda Achmad Affandi menyampaikan bahwa kegiatan Komsos merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang rutin dilaksanakan Babinsa untuk menjalin hubungan harmonis dengan perangkat desa dan seluruh elemen masyarakat.

“Komsos ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antara TNI, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat seperti KDKMP. Dengan komunikasi yang baik, setiap permasalahan yang muncul di wilayah dapat segera diantisipasi dan diselesaikan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, terlebih dalam mendukung program-program pembangunan desa agar berjalan lancar dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Desa Purwosono, Hendrik Dwi Martono, S.E., menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan peran aktif Babinsa yang selama ini selalu mendukung berbagai kegiatan di desa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan aparat kewilayahan menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

“Dengan komunikasi yang intens seperti ini, koordinasi akan semakin solid sehingga program desa, termasuk pemberdayaan masyarakat melalui KDKMP, dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Ketua KDKMP Desa Purwosono, M. Kusnandar, juga menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa dan semua pihak dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta menjaga kerukunan warga.

Melalui kegiatan Komsos tersebut, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Babinsa, pemerintah desa, dan seluruh komponen masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan sejahtera di wilayah Desa Purwosono. (Pendim0821)

Polisi Ungkap Penipuan Berkedok PO Sembako, Lima Korban Rugi Rp400 Juta


Surabaya, (Onenewsjatim)-
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak berhasil membongkar praktik penipuan dan penggelapan berkedok pesanan awal atau purchase order (PO) sembako murah yang menyasar ibu rumah tangga (IRT) di Surabaya. 

Terduga pelaku EA kini telah diamankan Polisi setelah membawa lari uang para korban yang total kerugiannya ditaksir mencapai Rp400.010.000.

Aksi penipuan ini berlangsung dalam kurun waktu satu bulan, terhitung sejak 14 Februari hingga 14 Maret 2026. 

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan korban, petugas akhirnya menangkap tersangka pada 31 Maret 2026. 

Terhitung sejak 1 April 2026, tersangka resmi menjalani masa penahanan yang dititipkan di Rutan Polda Jawa Timur.

KBO Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Meldy, mengungkapkan bahwa tersangka EA menjalankan aksinya dengan memanfaatkan fitur status WhatsApp. 

Ia mengunggah tawaran bertajuk "Buka Purchase Order (PO) Harga Sembako" dengan harga di bawah standar pasar untuk memikat calon pembeli.

"Korban yang tertarik kemudian menghubungi pelaku melalui pesan singkat (japri) dan mengirimkan sejumlah uang melalui transfer bank. Namun, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirimkan," ujar Ipda Meldy, Sabtu(11/4/2026). 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang yang diterima dari para korban tidak digunakan untuk membelanjakan sembako pesanan. 

Sebaliknya, tersangka menggunakan dana tersebut untuk menutupi pesanan pelanggan lain serta membiayai keperluan pribadinya. 

Modus ini dikenal dengan istilah gali lubang tutup lubang dalam skema transaksi fiktif.

Kasus ini mencuat setelah seorang wanita berinisial TDL melaporkan kerugian sebesar Rp146.605.000. 

Namun, dalam pengembangan penyidikan, terungkap bahwa ada empat korban lainnya, yakni RAS, DN, MM, dan BR. 

"Jika diakumulasikan, total uang yang berhasil dikeruk tersangka dari kelima korban tersebut mencapai angka Rp400 juta lebih, " jelas Ipda Meldy.

Atas perbuatannya, EA dijerat dengan pasal berlapis mengenai penipuan dan/atau penggelapan.

Pasal 492 dan/atau Pasal 486 UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. 

Dikesempatan yang sama, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran kebutuhan pokok dengan harga yang tidak rasional di media sosial. 

"Jangan mudah percaya dengan tawaran penjualan barang yang harganya tidak masuk akal, apa lagi melalui media sosial," ujar Iptu Suroto. (*)

Gas Melon Disulap Jadi LPG 12 Kg, Polisi Amankan Dua Tersangka di Purwosari


Pasuruan, (Onenewsjatim)
– Polres Pasuruan Polda Jawa Timur mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan LPG subsidi (Gas melon 3 Kg) di wilayah Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. 

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, mengatakan pengungkapan kasus ini adalah salah satu wujud komitmennya dalam merespon cepat keluhan masyarakat yang belakangan ini mengeluhkan sulitnya mendapat LPG bersubsidi.

Mantan Kapolres Bondowoso itu mengatakan dalam pengungkapan tersebut, Dua orang tersangka berinisial S. dan M.N. berhasil diamankan.

“Petugas mengamankan dua tersangka yang diduga melakukan penyalahgunaan LPG subsidi pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 17.00 WIB di pinggir jalan Dusun Pakem, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, ” ujar AKBP Harto Agung Cahyono, Sabtu (11/4/26).

Ia menjelaskan, tersangka S. merupakan pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Kecamatan Puspo yang berperan sebagai pelaku utama sekaligus penjual hasil pemindahan gas. 

Sementara tersangka M.N. berperan sebagai pekerja yang membantu proses pemindahan gas serta mengirim dan menjual tabung LPG 12 kilogram.

Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka memindahkan isi gas dengan cara menghubungkan selang regulator dari tabung LPG 3 kilogram ke tabung 12 kilogram. 

Untuk mempercepat proses, tabung 12 kilogram diberi es batu, sedangkan tabung 3 kilogram direndam air panas. 

Setelah itu, tabung ditimbang, diberi segel palsu, lalu dijual ke pasar dengan harga sekitar Rp130.000 per tabung.

“Modus tersebut dilakukan untuk memperoleh keuntungan dari LPG subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat,” kata AKBP Harto.

Dari hasil penyelidikan, kegiatan tersebut telah berlangsung sekitar dua tahun. Tersangka S. memperoleh keuntungan sekitar Rp24 juta per bulan, sedangkan tersangka M.N. sekitar Rp3 juta per bulan.

Selain mengamankan tersangka, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 162 tabung kosong LPG 3 kilogram warna hijau, 6 tabung kosong LPG 12 kilogram, 45 tabung LPG 12 kilogram berisi dan satu unit kendaraan pick up nomor registrasi N-8258-TQ.

Selain itu juga disita satu unit timbangan elektronik, 5 selang plastik terhubung dengan regulator, serta 2 kantong plastik berisi segel bekas LPG 3 kilogram dan kemasan bekas es batu.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

"Ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar," pungkas AKBP Harto. (*)

11/04/2026

Komsos Babinsa Pagowan Jadi Jembatan Aspirasi Warga Demi Wilayah Kondusif


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan dan menjaga kondusifitas wilayah binaan, Babinsa Pagowan Koramil 0821-17/Pasrujambe Serda Samsul Husen melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dialogis bersama Ketua RT di Dusun Pagowan RT 009 RW 002 Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan Komsos tersebut berlangsung penuh keakraban bersama Ketua RT 009 RW 002, Ibu Sutatik, sebagai bagian dari rutinitas Babinsa dalam membangun komunikasi yang baik dengan perangkat kewilayahan dan masyarakat.

Saat dikonfirmasi Serda Samsul Husen menyampaikan bahwa Komsos merupakan sarana penting untuk mengetahui kondisi dan perkembangan situasi di lingkungan masyarakat, sekaligus sebagai wadah untuk menyerap aspirasi maupun permasalahan yang ada di wilayah binaan.

“Komsos ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat sinergi antara Babinsa dengan tokoh masyarakat maupun perangkat RT, sehingga segala persoalan yang muncul dapat diketahui sejak dini dan dicari solusi bersama,” ujar dia.

Dirinya juga mengajak Ketua RT agar terus mendorong warganya untuk menjaga kerukunan, saling membantu antar tetangga, serta tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan, terutama menjelang berbagai agenda kegiatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua RT 009 RW 002, Ibu Sutatik, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Babinsa yang rutin hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran Babinsa menjadi motivasi bagi warga untuk lebih aktif menjaga keamanan serta memperkuat kebersamaan.

“Kami sangat berterima kasih karena Babinsa selalu hadir dan mau berdialog langsung dengan kami. Dengan komunikasi seperti ini, warga merasa lebih diperhatikan dan semakin semangat menjaga lingkungan agar tetap aman dan rukun,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Komsos dialogis tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara Babinsa dan masyarakat semakin kuat, serta mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan penuh kebersamaan di wilayah binaan. (Pendim0821)

Semangat Gotong Royong, Babinsa Sumbersari Dampingi Petani Bersihkan Irigasi


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kelancaran pengairan pertanian terus dilakukan. Babinsa Sumbersari Koramil 0821-16/Rowokangkung, Koptu Heru Suprayitno, melaksanakan pendampingan kegiatan kerja bakti pembersihan saluran irigasi bersama Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur di Dusun Bayur, Desa Sumbersari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan dengan membersihkan rumput liar, lumpur, serta sampah yang menyumbat aliran air di sepanjang saluran irigasi. Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok tani dengan semangat kebersamaan, guna memastikan aliran air dapat mengalir lancar menuju area persawahan.

Dalam kesempatan itu, Koptu Heru Suprayitno mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI melalui Babinsa dalam membantu masyarakat, khususnya petani, agar dapat memaksimalkan hasil pertanian melalui pengairan yang baik.

“Kegiatan kerja bakti ini bertujuan untuk menciptakan kebersihan irigasi, sehingga aliran air tetap lancar dan tidak terhambat. Selain itu, kegiatan seperti ini juga mempererat tali silaturahmi antar anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, saluran irigasi memiliki peran penting bagi pertanian, terutama dalam mendukung kebutuhan air untuk tanaman. Apabila saluran tersumbat, maka dapat menghambat distribusi air dan berdampak pada produktivitas pertanian.

Sementara itu, Ketua Poktan Tani Makmur, Paijan, menyampaikan bahwa selain menjaga kebersihan saluran air, kerja bakti tersebut juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan antar petani serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan.

“Kerja bakti ini sangat penting untuk menjaga kelancaran irigasi dan sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dengan irigasi yang bersih dan terawat, diharapkan proses pengairan sawah dapat berjalan maksimal sehingga mendukung keberhasilan pertanian di wilayah Desa Sumbersari,"pungkasnya.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong, mencerminkan sinergi positif antara Babinsa dan masyarakat dalam membangun desa yang bersih, sehat, serta produktif. (Pendim0821)

Dugaan Penimbunan LPG 3 Kg, Polisi Periksa Tiga Saksi di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dugaan penimbunan gas LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Lumajang mulai diusut aparat kepolisian. Polres Lumajang telah memeriksa tiga orang saksi terkait kasus yang diduga menjadi penyebab kelangkaan gas bersubsidi tersebut di pasaran.

Wakapolres Lumajang, Kompol Suwarno, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan dan akan dikembangkan lebih lanjut.

“Saat ini ada tiga orang yang sudah diperiksa, nanti kita kembangkan lebih lanjut,” ujar Suwarno.

Ia menjelaskan, ketiga saksi yang dimintai keterangan masih berstatus sebagai pemilik. Namun, pihaknya belum merinci apakah mereka berasal dari pangkalan atau agen distributor LPG.

“Ketiga orang yang diperiksa masih pemilik. Nanti kami sampaikan untuk identitasnya,” tegasnya.

Menurut Suwarno, penanganan kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan dan temuan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam rapat koordinasi terkait kelangkaan LPG subsidi beberapa waktu lalu.

“Kita tindak lanjuti bersama terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Upaya-upaya masih dalam proses penyelidikan,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pihak kepolisian akan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terbukti, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita akan tindak tegas. Kami akan mengawal keputusan pemerintah ini, menangani kelangkaan ini tanpa toleransi sesuai undang-undang yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penimbunan LPG subsidi yang merugikan masyarakat kecil.

Ia menduga, sebagian LPG non-subsidi ukuran 12 kilogram yang beredar di pasaran berasal dari praktik pemindahan isi gas dari tabung subsidi 3 kilogram oleh oknum agen maupun pangkalan.

“Pengisian gas 12 kilogram itu adalah hasil dari pemindahan gas dari tabung melon oleh beberapa agen dan pangkalan,” ujarnya.

Bupati menegaskan, praktik tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga memperparah kelangkaan LPG subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.(imam)

Bunda Indah Tutup Pangkalan LPG, Stok Capai 1.000 Tabung Picu Kelangkaan


Lumajang (Onenewsjatim)
– Bupati Lumajang Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, bersama jajaran Pertamina Patra Niaga resmi menutup operasional salah satu pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Sabtu (11/4/2026).

Penutupan dilakukan setelah tim gabungan menemukan sekitar 1.000 tabung LPG bersubsidi di pangkalan tersebut, jauh melebihi kuota yang telah ditetapkan.

Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab kelangkaan gas melon yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang.

“Hari ini secara resmi kami bersama Pertamina melakukan pemutusan hubungan usaha terhadap pangkalan di Desa Jarit. Bukti PHU juga sudah ditempel di lokasi,” tegas Bunda Indah.

Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan, setiap pangkalan hanya diperbolehkan memiliki sekitar 100 tabung untuk distribusi dan 100 tabung untuk stok. Namun, fakta di lapangan menunjukkan jumlah yang ditemukan mencapai sepuluh kali lipat dari batas tersebut.

“Seharusnya maksimal 100 tabung untuk distribusi dan 100 untuk stok. Tapi ketika tim kami datang, jumlahnya hampir seribu. Ini jelas pelanggaran serius,” ujarnya.

Menurut Bunda Indah, langkah tegas ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama Forkopimda, agen, dan pangkalan LPG beberapa hari sebelumnya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah menerima banyak aduan masyarakat terkait kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 kilogram.

Ia mengungkapkan, harga LPG bersubsidi di lapangan bahkan mencapai Rp24 ribu hingga Rp35 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp18 ribu.

“Ini sudah sangat di luar nalar. LPG 3 kilo ini diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Kalau harganya melambung seperti ini, jelas sangat memberatkan,” katanya.

Bunda Indah juga menyoroti adanya praktik ilegal berupa pemindahan isi LPG 3 kilogram ke tabung 12 kilogram yang dilakukan oleh oknum agen maupun pangkalan. Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat dan memperparah kelangkaan.

“Pengisian gas 12 kilo dari tabung subsidi harus dihentikan mulai hari ini. Saya sudah sampaikan ke Pak Kapolres untuk diusut tuntas. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu menindak tegas pihak-pihak yang terbukti merugikan masyarakat.

“Siapa pun yang menyakiti hati rakyat, saya tidak akan segan berada di garda terdepan untuk menindak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda Indah meminta Pertamina untuk segera membuka peluang pendirian pangkalan baru guna mengantisipasi dampak penutupan terhadap distribusi LPG di masyarakat.

“Kalau penutupan ini berpotensi menimbulkan kesulitan bagi warga, saya minta Pertamina segera memproses izin pangkalan baru. Jika perlu surat dari bupati, saya siap keluarkan,” katanya.

Ia juga kembali menegaskan bahwa HET LPG 3 kilogram tetap Rp18 ribu di tingkat pangkalan, dan distribusi harus tepat sasaran.

“Pangkalan adalah ujung distribusi langsung ke masyarakat. Jangan disalahgunakan. Ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat kecil,” pungkasnya.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved