-->

13/04/2026

Gotong Royong di Dusun Darungan, Babinsa Barat Bersama Warga Bersihkan Selokan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Upaya menjaga kebersihan lingkungan terus dilakukan secara bersama-sama oleh aparat kewilayahan dan masyarakat. Babinsa Barat Koramil 0821-20/Padang, Koptu Ach. Susanto, melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan jalan dan selokan bersama warga di Dusun Darungan RT 028 RW 006 Desa Barat Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (13/4/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan rumput liar di bahu jalan serta pengangkatan sampah dan endapan lumpur yang menyumbat aliran selokan. Selain untuk memperindah lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan mencegah terjadinya genangan air dan potensi banjir saat musim hujan.

Disela kegiatannya Koptu Ach. Susanto mengatakan bahwa kerja bakti bersama warga merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Babinsa dalam mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat binaannya.

“Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan gotong royong. Dengan membersihkan jalan dan selokan, lingkungan akan lebih sehat dan nyaman, serta mengurangi risiko penyakit akibat saluran air yang tersumbat,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Darungan Santi Wulandari menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang selalu aktif hadir dalam kegiatan kemasyarakatan. Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan semangat tersendiri bagi warga untuk terus menjaga kekompakan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Babinsa. Warga juga semakin termotivasi untuk menjaga kebersihan karena ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Kerja bakti berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Warga bersama Babinsa saling bahu membahu membersihkan area jalan serta memastikan selokan kembali lancar mengalir.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan aman, sekaligus mempererat hubungan sosial antara Babinsa dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih baik. (Pendim0821)

Sinergi TNI dan Tenaga Kesehatan, Posyandu Nusa Indah Layani Balita dan Lansia


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Babinsa Krasak, Pos Koramil 0821-05/Kedungjajang, Serka Rinto Harahap, aktif mendampingi kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di Balai Posyandu Nusa Indah, Dusun Mangli, RT 002 RW 004, Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (13/4/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara TNI dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga. Dalam kesempatan tersebut, Posyandu Nusa Indah berhasil melayani 35 balita dan 69 lansia, yang rutin memeriksa kesehatan mereka. Pelayanan ini dipandu langsung oleh Bidan Desa Krasak,

Bidan Desa Krasak, Ninik Sumarni, S.Tr.Keb, bersama kader Posyandu setempat. Pelayanan yang diberikan meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pemeriksaan kesehatan bagi lansia seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Serka Rinto Harahap mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan Posyandu merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung program kesehatan masyarakat di wilayah binaan, sekaligus memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Pendampingan ini sebagai bentuk perhatian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan balita dan lansia agar tetap terpantau secara rutin,” kata dia.

Sementara itu, Bidan Desa Krasak Ninik Sumarni menyampaikan bahwa kegiatan Posyandu menjadi sarana penting untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat, terutama balita dan lansia yang membutuhkan perhatian khusus.

“Posyandu sangat bermanfaat untuk memantau pertumbuhan balita dan kondisi kesehatan lansia. Peran orang tua juga sangat diperlukan agar rutin membawa anak ke Posyandu dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Babinsa yang selalu aktif hadir dalam kegiatan masyarakat, termasuk Posyandu, sehingga warga merasa lebih semangat dan terbantu dalam mengikuti pelayanan kesehatan.

Kegiatan Posyandu Nusa Indah berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari warga. Melalui pendampingan Babinsa dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini semakin meningkat, demi terwujudnya generasi sehat dan lansia yang tetap produktif. (Pendim0821)

Difabel 21 Tahun di Lumajang Diperkosa Tetangga, Kini Hamil 3,5 Bulan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan difabel kembali terjadi. Seorang perempuan berusia 21 tahun di Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, diduga menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya sendiri hingga hamil.

Pelaku diketahui berinisial A (70), seorang pria lanjut usia yang diduga melakukan aksi bejat tersebut di rumah korban saat kondisi sepi.

Kuasa hukum korban, Hisbullah Huda, mengungkapkan bahwa peristiwa kekerasan seksual itu terjadi lebih dari satu kali.

“Pelaku melakukan perbuatan tersebut sebanyak dua kali. Pada kejadian pertama, korban sempat diikat dan dibekap mulutnya,” ujar Hisbullah saat ditemui di Mapolres Lumajang, Senin (13/4/2026).

Korban diketahui merupakan penyandang disabilitas sejak kecil. Ia menderita epilepsi yang menyebabkan keterbatasan dalam berjalan maupun berkomunikasi.

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban curiga dengan perubahan kondisi fisik korban yang sering mengalami mual dan muntah.

“Saat ditanya keluarga, kemudian diperiksa oleh bidan desa menggunakan test pack dan hasilnya positif hamil,” jelas Hisbullah.

Hasil tersebut kemudian diperkuat melalui pemeriksaan medis oleh dokter yang menyatakan korban tengah mengandung janin dengan usia sekitar 14 minggu atau 3,5 bulan.

Sejak diketahui hamil, kondisi kesehatan korban disebut terus menurun. Ia mengalami kesulitan makan dan minum, serta semakin lemah secara fisik.

“Sekarang kondisinya semakin kurus dan kesulitan berjalan. Setiap makan dan minum langsung muntah,” tambahnya.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, saat ibu korban sedang keluar rumah untuk mencari kayu bakar. Korban diketahui hanya tinggal berdua bersama ibunya yang juga memiliki riwayat penyakit epilepsi.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dan berharap pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Keluarga korban menuntut keadilan agar pelaku segera ditindak tegas,” tegas Hisbullah.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian setempat.

Tarik Tiket di Bawah Air Terjun, Dugaan Pungli Tumpak Sewu Dilaporkan ke Polres Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng destinasi wisata . Sejumlah wisatawan mengeluhkan adanya penarikan tiket tambahan di area dasar Sungai Glidik yang viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang oknum melakukan penarikan tiket secara langsung kepada wisatawan yang hendak menuju lokasi air terjun. 

Oknum tersebut mengaku menjalankan perintah dari BUMDes untuk menarik biaya di area bawah sungai.

Diketahui, Tumpak Sewu merupakan destinasi unggulan yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Secara administratif, pintu masuk utama berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, namun kawasan air terjun juga berbatasan dengan Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Malang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pengelola Tumpak Sewu dari Desa Sidomulyo melaporkan lima orang pengelola dari pihak Coban Sewu, Malang ke Polres Lumajang. 

Laporan tersebut terkait dugaan praktik pungli berupa penarikan tiket ganda di area bawah air terjun.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Lumajang, , mengatakan pihaknya turut mendampingi proses pelaporan yang dilakukan oleh perwakilan BUMDes Sidomulyo.

“Hari ini saya mendampingi teman-teman perwakilan BUMDes Sidomulyo Pronojiwo melaporkan kejadian ini kepada Polres Lumajang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut bermula pada Sabtu (11/4/2026), saat sejumlah oknum diduga dari pihak Coban Sewu melakukan penarikan tiket di bawah aliran Sungai Glidik. Tarif yang dikenakan sebesar Rp20 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp50 ribu untuk wisatawan mancanegara.

Menurutnya, praktik tersebut jelas melanggar kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya antara pihak Lumajang dan Malang. Dalam kesepakatan yang difasilitasi oleh PUSDA Provinsi Jawa Timur, penarikan tiket hanya diperbolehkan satu kali dan dilakukan di pintu masuk atas, bukan di area bawah air terjun.

“Yang perlu ditekankan adalah tidak boleh ada penarikan di bawah. Itu sudah menjadi kesepakatan bersama kedua belah pihak,” tegas Galih.

Ia menambahkan, saat kejadian sempat terjadi komplain dari para pemandu wisata. Namun demi menghindari konflik, mereka tetap membayar pungutan tersebut. 

Bahkan, biaya yang telah dibayarkan kemudian diganti oleh pihak BUMDes Sidomulyo agar wisatawan tetap merasa nyaman.

Sehari setelah kejadian, Minggu (12/4/2026), pihak pengelola dari Pronojiwo turun langsung untuk melakukan klarifikasi kepada oknum yang melakukan penarikan. 

Meski sempat terjadi adu argumen antara pemandu wisata (guide) dan oknum penarik tiket, para pemandu terpaksa membayar demi menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan yang mereka bawa. 

"Untuk menjaga nama baik wisata kita, teman-teman guide yang membayar, tapi biaya itu kemudian diganti oleh BUMDES Sidomulyo agar wisatawan tidak merasa dirugikan secara langsung," tambah Galih.

Sementara itu, Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang, , membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, ada aduan terkait dugaan pungli di Tumpak Sewu. Saat ini anggota sudah berangkat ke Pronojiwo untuk melakukan tindak lanjut,” ujarnya.



12/04/2026

Koramil Tempursari Latih Disiplin Pramuka Lewat PBB di Persami Pantai Watu Godeg


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka membentuk karakter disiplin dan menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini, Personel Koramil 0821-18/Tempursari melaksanakan kegiatan pembinaan memberikan materi Peraturan Baris Berbaris kepada anggota Pramuka SMPN 01 Tempursari dalam kegiatan  Persami di kawasan Pantai Watu Godeg, Dusun Karangmenjangan, Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (11/4/2026).

Pembinaan dipimpin langsung oleh Babinsa Tegalrejo Sertu Hartono, dengan diikuti sebanyak 65 peserta Pramuka dari SMPN 01 Tempursari. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme para peserta yang mengikuti latihan dengan serius.

Saat dikonfirmasi Sertu Hartono menyampaikan bahwa pelatihan PBB merupakan salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, serta meningkatkan rasa tanggung jawab para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

“Melalui materi PBB, para peserta dilatih untuk memiliki sikap disiplin, patuh terhadap aturan, serta mampu bekerja sama dalam tim. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda,” ujar Sertu Hartono di sela kegiatan.

Selain materi dasar baris berbaris, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya sikap tanggap, sigap, dan menjaga kekompakan dalam setiap kegiatan kelompok. Latihan dilakukan secara bertahap mulai dari sikap sempurna, penghormatan, hadap kanan-kiri, balik kanan, hingga gerakan berjalan dan variasi formasi barisan.

Sementara itu, Kepala SMPN 01 Tempursari, Slamet Timbul Santoso, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada personel Koramil Tempursari yang telah berkenan memberikan pembinaan langsung kepada peserta Persami.

“Kegiatan Persami tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di alam terbuka, namun juga wadah pembentukan karakter melalui berbagai materi yang mendidik dan membangun jiwa kepemimpinan," pungkasnya.

Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan para anggota Pramuka SMPN 01 Tempursari mampu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, kerapian, kekompakan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. (Pendim0821)

Perkuat Ketahanan Wilayah, Babinsa Purwosono Gelar Komsos Bersama Pemdes


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Guna mempererat sinergitas serta meningkatkan koordinasi dalam mendukung ketahanan wilayah, Babinsa Purwosono Koramil 0821-19/Sumbersuko, Serda Achmad Affandi, melaksanakan kegiatan Komsos bersama Kepala Desa dan Pengurus KDKMP Desa Purwosono di Balai Desa Purwosono, Dusun Selokambang, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (12/4/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, membahas berbagai hal terkait pembangunan desa serta upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Serda Achmad Affandi menyampaikan bahwa kegiatan Komsos merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang rutin dilaksanakan Babinsa untuk menjalin hubungan harmonis dengan perangkat desa dan seluruh elemen masyarakat.

“Komsos ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antara TNI, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat seperti KDKMP. Dengan komunikasi yang baik, setiap permasalahan yang muncul di wilayah dapat segera diantisipasi dan diselesaikan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, terlebih dalam mendukung program-program pembangunan desa agar berjalan lancar dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Desa Purwosono, Hendrik Dwi Martono, S.E., menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan peran aktif Babinsa yang selama ini selalu mendukung berbagai kegiatan di desa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan aparat kewilayahan menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

“Dengan komunikasi yang intens seperti ini, koordinasi akan semakin solid sehingga program desa, termasuk pemberdayaan masyarakat melalui KDKMP, dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Ketua KDKMP Desa Purwosono, M. Kusnandar, juga menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa dan semua pihak dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta menjaga kerukunan warga.

Melalui kegiatan Komsos tersebut, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Babinsa, pemerintah desa, dan seluruh komponen masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan sejahtera di wilayah Desa Purwosono. (Pendim0821)

Polisi Ungkap Penipuan Berkedok PO Sembako, Lima Korban Rugi Rp400 Juta


Surabaya, (Onenewsjatim)-
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak berhasil membongkar praktik penipuan dan penggelapan berkedok pesanan awal atau purchase order (PO) sembako murah yang menyasar ibu rumah tangga (IRT) di Surabaya. 

Terduga pelaku EA kini telah diamankan Polisi setelah membawa lari uang para korban yang total kerugiannya ditaksir mencapai Rp400.010.000.

Aksi penipuan ini berlangsung dalam kurun waktu satu bulan, terhitung sejak 14 Februari hingga 14 Maret 2026. 

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan korban, petugas akhirnya menangkap tersangka pada 31 Maret 2026. 

Terhitung sejak 1 April 2026, tersangka resmi menjalani masa penahanan yang dititipkan di Rutan Polda Jawa Timur.

KBO Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Meldy, mengungkapkan bahwa tersangka EA menjalankan aksinya dengan memanfaatkan fitur status WhatsApp. 

Ia mengunggah tawaran bertajuk "Buka Purchase Order (PO) Harga Sembako" dengan harga di bawah standar pasar untuk memikat calon pembeli.

"Korban yang tertarik kemudian menghubungi pelaku melalui pesan singkat (japri) dan mengirimkan sejumlah uang melalui transfer bank. Namun, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirimkan," ujar Ipda Meldy, Sabtu(11/4/2026). 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang yang diterima dari para korban tidak digunakan untuk membelanjakan sembako pesanan. 

Sebaliknya, tersangka menggunakan dana tersebut untuk menutupi pesanan pelanggan lain serta membiayai keperluan pribadinya. 

Modus ini dikenal dengan istilah gali lubang tutup lubang dalam skema transaksi fiktif.

Kasus ini mencuat setelah seorang wanita berinisial TDL melaporkan kerugian sebesar Rp146.605.000. 

Namun, dalam pengembangan penyidikan, terungkap bahwa ada empat korban lainnya, yakni RAS, DN, MM, dan BR. 

"Jika diakumulasikan, total uang yang berhasil dikeruk tersangka dari kelima korban tersebut mencapai angka Rp400 juta lebih, " jelas Ipda Meldy.

Atas perbuatannya, EA dijerat dengan pasal berlapis mengenai penipuan dan/atau penggelapan.

Pasal 492 dan/atau Pasal 486 UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. 

Dikesempatan yang sama, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran kebutuhan pokok dengan harga yang tidak rasional di media sosial. 

"Jangan mudah percaya dengan tawaran penjualan barang yang harganya tidak masuk akal, apa lagi melalui media sosial," ujar Iptu Suroto. (*)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved