-->

26/06/2026

Antrean Panjang Bio Solar di Lumajang, Sopir Harus Berburu BBM hingga Puluhan Kilometer


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Antrean panjang kendaraan angkutan barang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jumat (26/6/2026). 

Puluhan truk pengangkut tebu, truk pasir hingga kendaraan trailer mengular sejak siang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan memanjang hingga ke Jalan Soekarno-Hatta. 

Kondisi tersebut sempat memicu kepadatan arus lalu lintas karena kendaraan dari arah selatan harus menyeberang menuju SPBU. 

Sejumlah truk bahkan terpaksa berhenti di bahu jalan sambil menunggu giliran mengisi BBM.

Salah seorang sopir truk tebu, Riko, mengaku harus mengantre hampir dua jam untuk mendapatkan solar bersubsidi.

"Saya mulai antre sekitar pukul 12.30 WIB, baru bisa mengisi solar sekitar pukul 14.30 WIB," katanya.

Menurut Riko, pembelian solar di SPBU dibatasi maksimal Rp300 ribu untuk setiap kendaraan. Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan perjalanan.

"Kalau isi Rp300 ribu tidak sampai penuh. Untuk perjalanan ke Banyuwangi tidak cukup, paling sampai Jember harus isi lagi. Kalau di Jember juga antre, ya tambah terlambat lagi," ujarnya.

Ia menjelaskan keterlambatan mendapatkan BBM berdampak langsung terhadap aktivitas distribusi tebu menuju sejumlah daerah, seperti Banyuwangi, Lamongan, Blitar, hingga Malang.

"Kalau antreannya lama seperti ini, otomatis pengiriman tebu juga ikut terlambat," imbuhnya.

Riko menambahkan, tidak setiap hari dirinya bisa mendapatkan solar dengan mudah karena harus bergantung pada kondisi antrean di SPBU.

"Kalau mau antre lama ya dapat. Tapi memang tidak setiap hari mudah mendapatkan solar," ucapnya.

Sementara itu, sopir truk pasir asal Kecamatan Pasirian, Wahyudi, mengaku terpaksa mencari solar hingga ke SPBU Sukodono setelah stok di SPBU Pasirian habis.

"Saya sampai di SPBU Pasirian sekitar pukul 12.00 WIB, tapi solar sudah habis. Akhirnya harus ke Sukodono," katanya.

Perjalanan dari Pasirian menuju Sukodono yang mencapai puluhan kilometer menambah biaya operasional dan waktu kerja.

Menurut Wahyudi, kesulitan mendapatkan solar sudah berlangsung selama dua hari terakhir sehingga aktivitas mengangkut pasir praktis terhenti.

"Sudah dua hari tidak bisa mengangkut pasir karena susah cari solar," ujarnya.

Akibat tidak bisa beroperasi, Wahyudi mengaku kehilangan pendapatan yang biasanya mencapai sekitar Rp200 ribu per hari.

"Kalau dua hari tidak jalan, berarti sekitar Rp400 ribu pendapatan hilang," ungkapnya.

TNI Hadir untuk Rakyat, Koramil Lumajang Berbagi 100 Nasi Kotak pada Jumat Berkah


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat berbagi dan mempererat kedekatan dengan masyarakat terus diwujudkan Koramil 0821-01/Lumajang melalui kegiatan Jumat Berkah. Dipimpin langsung Danramil 0821-01/Lumajang, Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi, bersama anggota, sebanyak 100 nasi kotak dibagikan kepada masyarakat di depan Makoramil 0821-01/Lumajang, Jalan Panjaitan Nomor 77, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut menyasar para pengguna jalan, pekerja harian, tukang becak, pengemudi ojek, serta warga yang melintas di sekitar Makoramil. Pembagian nasi kotak berlangsung dengan tertib dan disambut antusias oleh masyarakat yang menerima manfaat.

Saat dimintai keterangan, Danramil 0821-01/Lumajang, Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi, mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan emosional antara prajurit dengan warga binaan.

"Jumat Berkah bukan sekadar membagikan makanan, tetapi menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan dan memperkuat rasa kebersamaan. Kami berharap apa yang kami berikan dapat sedikit membantu masyarakat sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang membawa manfaat," kata dia.

Lanjut Ely, kepedulian sosial merupakan bagian dari pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara. Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi makanan, diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian antar sesama.

“Kegiatan Jumat Berkah yang kami laksanakan hari ini, sebagai menjadi sarana komunikasi sosial antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Dalam suasana penuh keakraban, kami dan anggota dapat berinteraksi langsung dengan warga, sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga soliditas dengan masyarakat di wilayah,” pungkasnya.

Melalui kegiatan berbagi sesama, Koramil 0821-01/Lumajang berharap semangat kepedulian dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang semakin harmonis antara TNI dan rakyat sebagai kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan ketahanan wilayah. (Pendim0821)

TK Kartika IV-70 Susun Program Pendidikan 2026/2027, Perkuat Karakter Anak dan Lepas Guru Senior


Lumajang , (Onenewsjatim)
– TK Kartika IV-70 menggelar Rapat Program Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai upaya menyusun arah kebijakan pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu juga dirangkai dengan pelepasan guru senior, Sidati Qomariyah atau Bu Ria, yang memasuki masa purnatugas.

Rapat dihadiri Ketua Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang sekaligus Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Kodim 0821, Ny. Anita Anton S., kepala sekolah, dewan guru, dan tenaga kependidikan TK Kartika IV-70.

Dalam sambutannya, Ny. Anita Anton S. menekankan pentingnya sinergi seluruh tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

"Rapat program pendidikan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi seluruh tenaga pendidik dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak. Saya berharap setiap program yang disusun mampu menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini, sekaligus membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, disiplin, mandiri, dan memiliki akhlak mulia. Mari kita terus bekerja dengan hati, karena setiap langkah dan pengabdian kita akan menjadi bekal berharga bagi masa depan anak-anak," ujarnya.

Menurut Anita, keberhasilan lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh profesionalisme, kekompakan, serta komitmen para pendidik dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.

Dalam rapat tersebut, sejumlah program prioritas dibahas, antara lain penyempurnaan kurikulum, penguatan pendidikan karakter, peningkatan kompetensi guru, inovasi metode pembelajaran berbasis kreativitas, hingga penguatan kemitraan dengan orang tua sebagai bagian dari proses pendidikan.

Selain agenda penyusunan program, kegiatan juga diwarnai dengan prosesi pelepasan Sidati Qomariyah (Bu Ria) yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di TK Kartika IV-70.

Selama bertugas, Bu Ria dikenal sebagai pendidik yang berdedikasi dalam membimbing anak-anak serta turut berkontribusi terhadap perkembangan sekolah.

Dalam pesan perpisahannya, Bu Ria menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar TK Kartika IV-70 atas kebersamaan selama menjalankan tugas sebagai pendidik.

"Saya mengucapkan terima kasih atas segala dukungan, kebersamaan, dan pengalaman berharga yang saya peroleh selama menjadi bagian dari keluarga besar TK Kartika IV-70. Semoga sekolah ini terus berkembang, semakin maju, dan tetap menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan meraih cita-cita mereka," katanya.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian tersebut, Ketua Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang menyerahkan cinderamata kepada Bu Ria. Prosesi berlangsung penuh haru dan menjadi simbol apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan selama bertahun-tahun.

Melalui rapat kerja ini, TK Kartika IV-70 menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat profesionalisme tenaga pendidik, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik. Sekolah berharap program yang telah disusun dapat menjadi pijakan dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

25/06/2026

Truk Pasir Terjun ke Jurang 13 Meter di Lumajang, Dipicu As Roda Patah


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebuah truk pengangkut pasir mengalami kecelakaan tunggal dengan terjun ke jurang sedalam sekitar 13 meter di area tambang pasir bawah Jembatan Besuk Kobokan, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Kamis (25/6/2026) siang.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sopir truk berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari kendaraan sesaat sebelum truk terperosok ke dasar jurang.

Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan adanya insiden kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB tersebut.

Menurutnya, kecelakaan diduga dipicu kerusakan teknis pada kendaraan saat sedang mengangkut muatan pasir dari lokasi tambang.

“Telah terjadi musibah truk angkutan pasir terperosok ke jurang akibat roda as belakang mengalami patah. Beruntung tidak ada korban jiwa karena pengemudi berhasil menyelamatkan diri dengan cara melompat dari kendaraan,” kata Ipda Suprapto saat dikonfirmasi, Kamis.

Insiden bermula ketika truk bernomor polisi P 8879 yang dikemudikan oleh Rosid, warga Dusun Sumberkajar, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, tengah membawa muatan penuh pasir. 

Saat melewati jalur menanjak di area tambang, as roda belakang truk tiba-tiba patah.

Kondisi tersebut membuat truk kehilangan tenaga dan kendali. Kendaraan berat itu kemudian berjalan mundur dengan cepat di jalanan menurun hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang setinggi kurang lebih 13 meter. 

Menyadari bahaya yang mengancam nyawanya, sang sopir mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan diri.

"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Begitu kendaraan tidak bisa dikendalikan, pengemudi langsung melompat dari kendaraan," jelas Suprapto.

Akibat benturan keras usai terjatuh dari ketinggian 13 meter, bodi truk mengalami kerusakan yang cukup parah. 

Bersama warga setempat dan pekerja tambang segera melakukan upaya evakuasi bangkai truk dari dasar jurang.

Sekitar pukul 15.00 WIB, proses pengangkatan badan truk berhasil dilakukan dengan mengerahkan satu unit alat berat.

"Truk sudah dievakuasi dengan menggunakan alat berat excavator ke tempat yang aman," tutupnya.

Partisipasi Angkatan Kerja Lumajang Merosot ke 69,64 Persen, Pengangguran Justru Turun


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Lumajang sepanjang 2025 menunjukkan fenomena yang tidak lazim. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,35 persen, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) justru mengalami penurunan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat TPAK Lumajang pada 2025 berada di angka 69,64 persen, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 70,86 persen. 

Penurunan tersebut menunjukkan semakin sedikit penduduk usia kerja yang aktif masuk dalam pasar kerja, baik sebagai pekerja maupun pencari kerja.

Menariknya, pada saat yang sama jumlah pengangguran di Lumajang juga mengalami penurunan. Jika pada 2024 terdapat 21.263 orang pengangguran, maka pada 2025 jumlahnya berkurang menjadi 19.771 orang.

Fenomena tersebut menjadi perhatian Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang karena secara teori penurunan pengangguran biasanya diikuti meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja.

Kepala Disnaker Lumajang Subechan mengatakan kondisi tersebut menjadi anomali dalam data ketenagakerjaan daerah.

“Anomali-nya di situ. Idealnya ketika pengangguran turun, jumlah penduduk bekerja naik. Tetapi yang terjadi justru jumlah penduduk bekerja juga mengalami penurunan,” kata Subechan.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk bekerja di Kabupaten Lumajang pada 2024 mencapai 627.319 orang. Namun pada 2025 jumlah tersebut turun menjadi 622.064 orang atau berkurang sebanyak 5.255 pekerja.

Sementara itu jumlah angkatan kerja juga mengalami penyusutan. Pada 2024 tercatat sebanyak 648.582 orang masuk kategori angkatan kerja, sedangkan pada 2025 turun menjadi 641.835 orang.

Menurut Subechan, salah satu faktor yang dapat menjelaskan kondisi tersebut adalah banyaknya pekerja formal yang memasuki masa pensiun. Selain itu, sebagian pekerja sektor informal yang sudah lanjut usia atau mengalami gangguan kesehatan memilih berhenti bekerja.

“Kalau dari sisi nonformal, orang yang sudah lanjut usia atau sakit mereka tidak mau kerja lagi,” ujarnya.

Ia juga menilai terdapat kemungkinan munculnya kelompok pengangguran yang sudah kehilangan harapan untuk mendapatkan pekerjaan. Kelompok ini tidak lagi aktif mencari pekerjaan sehingga dalam survei ketenagakerjaan tidak selalu tercatat sebagai pengangguran.

“Atau orang yang sudah lama jadi angkatan kerja, karena tidak nemu lowongan ya sudah tidak mau kerja,” jelasnya.

Selain itu, perubahan pola pikir generasi muda juga disebut berpengaruh terhadap dinamika ketenagakerjaan. Sebagian lulusan sekolah menengah kejuruan maupun sekolah menengah atas memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi daripada langsung memasuki dunia kerja.

“Bisa juga anak yang lulus SMK harusnya bekerja, tetapi mereka memilih melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.

Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital juga membuat banyak aktivitas kerja sulit terdeteksi dalam pendataan konvensional. Menurut Subechan, sebagian Generasi Z memperoleh pendapatan melalui platform digital, pekerjaan lepas, maupun sistem berbasis pesanan yang tidak terikat hubungan kerja formal.

“Mereka bekerja tapi tidak kelihatan dan tidak terdeteksi sebab mereka kerja secara mandiri. Hanya melayani pesanan khusus. Saat tidak dapat orderan mereka tidak bekerja, tetapi saat ada job mereka bekerja,” terangnya.

Disnaker juga menyoroti keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup besar. Namun hingga kini status para pekerja di dapur MBG masih menjadi perdebatan karena sebagian besar disebut sebagai relawan.

Menurut Subechan, istilah relawan kurang tepat digunakan apabila seseorang menerima imbalan atau gaji atas pekerjaan yang dilakukan.

“Yang tercatat di MBG itu hanya tiga kepala SPPG, akuntan dan ahli gizi. Sementara yang lain disebut relawan. Padahal mereka tidak memenuhi syarat disebut relawan karena digaji,” tegasnya.

Karena itu Disnaker Lumajang mendorong seluruh pengelola SPPG untuk memberikan kepastian status ketenagakerjaan melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) kepada para pekerja yang terlibat.

“Saya sudah bersurat kepada kepala pelaksana SPPG di Lumajang untuk meminta data jumlah pekerjanya, tetapi sampai sekarang belum diberikan,” pungkasnya. (Imam)

Pelemparan Batu Kembali Terjadi, Dua Kereta Penumpang Rusak Saat Melintas di Probolinggo


Lumajang , (Onenewsjatim) –
Aksi pelemparan batu terhadap kereta api kembali terjadi di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, dua kereta penumpang yang melintas di petak jalan antara Stasiun Leces dan Stasiun Probolinggo menjadi sasaran pelemparan oleh orang tak dikenal (OTK).

Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu (21/6/2026), saat KA Logawa dan KA Ijen Ekspres melintas di jalur tersebut. Batu yang dilempar mengenai rangkaian kereta hingga menyebabkan kaca mengalami keretakan. 

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang mengalami luka dalam insiden tersebut.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengecam keras tindakan yang dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta api tersebut.

"Kami mengutuk keras aksi pelemparan batu terhadap KA Logawa dan KA Ijen Ekspres yang terjadi baru-baru ini. Pelemparan terhadap kereta api yang sedang berjalan adalah tindakan yang sangat berbahaya. Dampaknya bisa fatal apabila batu menembus kaca dan melukai kru maupun penumpang di dalam kereta," ujar Cahyo.

Menurutnya, aksi pelemparan bukan sekadar kenakalan atau tindakan iseng semata. Perbuatan tersebut dapat mengancam keselamatan ratusan penumpang dan kru yang berada di dalam rangkaian kereta api.

Meski demikian, data yang dihimpun KAI Daop 9 Jember menunjukkan tren kasus pelemparan batu mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada tahun 2025 tercatat enam kasus, sementara hingga pertengahan tahun 2026 terdapat lima kasus.

Kasus pada tahun 2025 tersebar di Kecamatan Ledokombo dan Rambipuji, Kabupaten Jember, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, serta Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi.

Sementara itu, sepanjang tahun 2026, kejadian serupa tercatat terjadi di Kecamatan Bangsalsari dan Pakusari, Kabupaten Jember, Kecamatan Kedopok dan Wonoasih, Kota Probolinggo, dengan wilayah Wonoasih tercatat mengalami dua kali kejadian.

Sebagai upaya pencegahan, KAI Daop 9 Jember memperkuat sistem pengamanan dan pengawasan di sejumlah titik rawan. Salah satu langkah yang kini diterapkan adalah pemanfaatan teknologi drone untuk memantau jalur kereta api dari udara.

"Kami terus meningkatkan langkah preventif melalui patroli rutin di jalur kereta api, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pemanfaatan drone untuk memantau area-area yang dianggap rawan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban," jelas Cahyo.

Selain patroli udara, KAI juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada warga yang tinggal di sekitar jalur rel agar turut menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

KAI Daop 9 Jember juga melakukan pendekatan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda melalui program security awareness. Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama.

Cahyo menegaskan bahwa pelaku pelemparan batu dapat dijerat dengan sanksi pidana yang berat. Berdasarkan Pasal 194 ayat (1) KUHP, tindakan yang membahayakan keamanan umum dapat dikenakan ancaman pidana penjara hingga 15 tahun.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian juga melarang setiap orang melakukan tindakan yang dapat merusak maupun mengganggu sarana dan prasarana perkeretaapian.

"Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar jalur kereta api, untuk meningkatkan kepedulian dan pengawasan lingkungan. Jangan sampai ada anak-anak ataupun oknum yang melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api," tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas stasiun atau pihak kepolisian apabila melihat aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu operasional kereta api.

"Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI. Dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar perjalanan kereta api tetap aman, selamat, dan nyaman bagi seluruh pelanggan," pungkas Cahyo.

Babinsa dan Warga Gotong Royong Bangun Rumah Kodrah, Program Rutilahu Capai 71 Persen


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) terus menjadi salah satu instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lumajang. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi warga kurang mampu.

Hal tersebut disampaikan Babinsa Sememu Koramil 0821-08/Pasirian, Sertu Rokhibul Imam, saat bersama warga melaksanakan pemasangan pintu rumah milik Kodrah, penerima bantuan Rutilahu di Dusun Krajan RT 007 RW 005, Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Kamis (25/6/2026).

Warga dan Babinsa bekerja bahu-membahu menyelesaikan tahapan pembangunan rumah. Kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat pedesaan sebagai modal sosial dalam membantu sesama.

Dalam kesempatan itu, Sertu Rokhibul Imam mengatakan bahwa program Rutilahu dari Provinsi Jawa Timur tersebut, bukan hanya tentang membangun rumah yang kokoh, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, tempat tinggal yang layak akan berdampak langsung terhadap kesehatan, kenyamanan, serta semangat keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

"Rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar setiap keluarga. Ketika masyarakat memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman, mereka akan lebih optimis dalam menjalani kehidupan dan membangun masa depan keluarganya, Dan Alhamdulillah hari ini rumah milik Ibu Kodrah sudah mencapai 71 persen, harapanya rumah tersebut dapat selesai secepatnya," kata dia.

Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam pendampingan program Rutilahu merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam membantu pemerintah daerah sekaligus bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah binaan.

Program tersebut juga menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Kehadiran warga yang turut membantu proses pembangunan menunjukkan bahwa rasa kepedulian dan solidaritas sosial masih tumbuh kuat di lingkungan desa.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, program Rutilahu diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Bagi Kodrah dan keluarganya, rumah yang sedang dibangun bukan hanya bangunan tempat tinggal, melainkan simbol hadirnya kepedulian dan kebersamaan. Dari dinding-dinding yang mulai berdiri itu, tersimpan harapan baru akan kehidupan yang lebih aman dan sehat. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved