-->

27/07/2026

Karhutla Gunung Ringgit Probolinggo Mulai Terkendali, Lahan 4,5 Hektare Terdampak


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Ringgit, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, mulai terkendali. 

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, seluruh titik api sudah tidak lagi terlihat meski petugas masih terus melakukan pengawasan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran susulan.

Pemantauan dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Pemerintah Desa Sapikerep dan masyarakat setempat pada Minggu (26/7/2026) malam. 

Kegiatan pemantauan dipusatkan di Dusun II Kedampul, Desa Sapikerep, yang menjadi salah satu lokasi strategis untuk mengamati kondisi kawasan Gunung Ringgit.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga pukul 21.30 WIB, petugas tidak lagi menemukan titik api di area yang sebelumnya terbakar.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan bersama, pada pukul 21.30 WIB titik api sudah tidak terpantau. Kondisi ini menunjukkan kebakaran mulai terkendali. Namun demikian, kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru,” ujar Oemar, Senin (27/7/2026).

Menurut Oemar, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 4,5 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh rumput kering, semak belukar serta pepohonan yang mudah terbakar akibat kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung.

“Kondisi vegetasi yang kering akibat minimnya curah hujan membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, meskipun secara visual api sudah tidak terlihat, kami tetap meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

BPBD Kabupaten Probolinggo belum menghentikan pengawasan di lokasi kebakaran. Tim gabungan masih disiagakan untuk memantau kemungkinan adanya bara api yang masih tersisa di bawah permukaan maupun perubahan arah angin yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Pemantauan tetap kami lakukan secara berkala. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta mencegah terjadinya kebakaran susulan di kawasan Gunung Ringgit,” jelasnya.

Hasil pemantauan lanjutan pada Senin pagi menunjukkan situasi yang semakin membaik. Tidak ditemukan lagi kepulan asap yang keluar dari area bekas kebakaran sehingga kondisi dinilai relatif aman.

Meski demikian, BPBD tetap mempertahankan status siaga pemantauan mengingat wilayah pegunungan dengan vegetasi kering memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran selama musim kemarau

Oemar mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla sejak awal kejadian. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mendukung proses pemantauan dan pengendalian kebakaran.

“Sinergi antara BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, pemerintah desa dan masyarakat sangat membantu dalam memastikan perkembangan kebakaran dapat dipantau dengan cepat sehingga langkah antisipasi bisa segera dilakukan apabila muncul titik api baru,” tuturnya.

Di sisi lain, BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Cuaca panas, tingkat kelembapan yang rendah serta angin kencang dinilai masih berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” tegas Oemar.

BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan pemantauan di kawasan Gunung Ringgit akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dan tidak lagi terdapat potensi kebakaran. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk melindungi kawasan hutan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Kecamatan Sukapura selama musim kemarau 2026. (Tim) 

Mantan Polisi Lumajang Berstatus DPO, Diduga Gelapkan Mobil Daihatsu Xenia


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor (Polres) Lumajang membenarkan bahwa mantan anggotanya yang berinisial DK, telah berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus dugaan penipuan.

DK diketahui merupakan anggota Polri yang sebelumnya dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akibat pelanggaran disiplin.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan bahwa DK, yang diketahui bernama Dian Kurdianto (46), telah ditetapkan sebagai buronan sejak akhir tahun 2025.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan upaya pencarian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

"Iya benar, DK yang dikenakan sanksi PTDH juga berstatus sebagai buronan dalam kasus dugaan penipuan. Status DPO yang bersangkutan sudah ditetapkan sejak akhir tahun 2025," ujar Ipda Suprapto saat dikonfirmasi di Mapolres Lumajang, Senin (27/7/2026).

Suprapto menjelaskan, perkara yang menjerat DK berkaitan dengan dugaan penipuan terhadap sebuah mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi N 1908 YC milik korban berinisial WLH.

Menurut hasil penyelidikan, kendaraan tersebut diduga telah digadaikan oleh DK tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pemiliknya, sehingga korban mengalami kerugian dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

"Mobil milik korban tersebut diduga telah digadaikan oleh DK. Kasus ini masih terus kami tangani dan yang bersangkutan masih dalam proses pencarian," kata Suprapto.

Sebelumnya, DK telah dijatuhi sanksi PTDH melalui sidang kode etik profesi Polri setelah terbukti melakukan pelanggaran disiplin berupa tidak masuk dinas selama 30 hari kerja berturut-turut tanpa alasan yang sah.

Sebelum diberhentikan, DK bertugas di Satuan Samapta Bhayangkara (Sat Samapta) Polres Lumajang dengan pangkat terakhir Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu).

Dengan keputusan PTDH tersebut, DK resmi tidak lagi menjadi anggota Polri.

"Saat ini yang bersangkutan sudah dikenakan sanksi PTDH dan tidak lagi bertugas di Polres Lumajang," tegas Suprapto.

Polres Lumajang mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Dian Kurdianto agar segera melaporkannya kepada kantor kepolisian terdekat.

Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu proses penangkapan sehingga perkara dugaan penipuan tersebut dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap DK untuk mempertanggungjawabkan dugaan tindak pidana yang disangkakan kepadanya.

26/07/2026

Bukan Sekadar Pamer Kostum, Menpar Sebut JFC Adalah Kekuatan 'Soft Power' Indonesia



Jember, (Onenewsjatim)
– Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang dinilai berhasil membuktikan bahwa kreativitas daerah mampu menjadi kekuatan untuk membangun identitas bangsa, menggerakkan perekonomian, sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Apresiasi tersebut disampaikan Widiyanti saat menghadiri Grand Carnival JFC 2026 di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).

Menurut Widiyanti, JFC bukan sekadar pertunjukan busana, tetapi menjadi simbol lahirnya ide besar yang mampu memperkenalkan budaya Indonesia melalui kreativitas.

"Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk menyaksikan sebuah karnaval. Kita merayakan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia," ujar Widiyanti.

Ia menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Yayasan Jember Fashion Carnaval, serta seluruh pihak yang telah menjaga keberlangsungan JFC selama lebih dari dua dekade.

Widiyanti menilai kesuksesan JFC membuktikan bahwa karya berkelas dunia tidak harus lahir dari kota-kota besar. Menurutnya, visi almarhum Dynand Fariz berhasil mengubah jalanan Jember menjadi panggung internasional yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

Saat ini, JFC telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) dan beberapa kali masuk dalam daftar Top 10 KEN Kementerian Pariwisata. Bahkan pada 2017, Presiden Republik Indonesia menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval Dunia.

Dalam sambutannya, Widiyanti mengatakan setiap kostum yang ditampilkan peserta JFC bukan hanya karya seni, melainkan representasi sejarah, budaya, dan identitas bangsa yang dikemas secara kreatif.

"Yang sedang melintas bukan hanya kostum-kostum yang memukau, tetapi kisah Indonesia. Ada jejak peradaban, kearifan lokal, warisan budaya, dan identitas bangsa yang diterjemahkan menjadi karya kreatif kelas dunia," katanya.

Ia juga menyoroti kiprah JFC yang telah tampil di berbagai ajang internasional, seperti di London, New York, Seoul, Seychelles, Prancis, hingga sejumlah agenda dunia, termasuk G20 Indonesia dan ASEAN Summit. Selain itu, karya JFC turut mengantarkan Indonesia meraih penghargaan Best National Costume dalam berbagai kompetisi kecantikan internasional.

Menurut Widiyanti, pencapaian tersebut menunjukkan kekuatan soft power Indonesia melalui budaya dan kreativitas yang mampu menarik perhatian masyarakat dunia.

Di sisi lain, JFC juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pada penyelenggaraan tahun 2025, JFC berhasil menarik lebih dari satu juta pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, termasuk wisatawan mancanegara dari Jepang, Singapura, dan Australia.

"Dunia mungkin datang ke Jember untuk menyaksikan sebuah karnaval, tetapi mereka pulang dengan membawa cerita tentang Indonesia," ujar Widiyanti.

Menutup sambutannya, Menteri Pariwisata berharap JFC terus melahirkan karya-karya kreatif yang mampu menginspirasi daerah lain sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.(mam) 




Modus Lidi Berperekat Terbongkar, Pencuri Kotak Amal Masjid Diamankan Polisi


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Jajaran Polres Lamongan melalui Polsek Karanggeneng berhasil mengungkap kasus pencurian uang kotak amal di sebuah masjid di Dusun Ngembet, Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. 

Seorang pria berinisial YS (42), warga Kecamatan Sukomulyo, diamankan karena diduga menjadi pelaku pencurian dengan modus memancing uang menggunakan lidi yang diberi perekat.

Tersangka ditangkap pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.20 WIB setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aksi pencurian di lokasi tersebut.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengatakan informasi dari warga langsung ditindaklanjuti oleh Kapolsek Karanggeneng Iptu Sofian Ali bersama anggotanya dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku.

"Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial YS yang diduga melakukan pencurian uang kotak amal di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Karanggeneng," kata Ipda Hamzaid dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga mengambil uang di dalam kotak amal menggunakan alat sederhana berupa lidi sapu yang ujungnya diberi perekat atau pulut sehingga uang dapat ditarik keluar melalui celah kotak amal.

Menurut Hamzaid, tersangka bukan kali pertama berhadapan dengan hukum. Dari hasil pemeriksaan diketahui YS merupakan residivis dalam kasus pencurian kotak amal maupun pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

"Hasil pemeriksaan menunjukkan tersangka merupakan residivis kasus pencurian kotak amal dan juga pernah terlibat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor," ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu buah lidi patah yang terdapat perekat, uang tunai hasil dugaan pencurian sebesar Rp394.000 yang terdiri atas 17 lembar pecahan Rp20.000, satu lembar pecahan Rp50.000, dan dua lembar pecahan Rp2.000. 

Polisi juga menyita satu unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku saat beraksi.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Karanggeneng untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, YS dijerat dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).



Babinsa Kebonsari Bangun Kedekatan dengan Warga Lewat Patroli Humanis di Poskamling


Lumajang, (Onenewsjatim)– Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban wilayah binaan, Babinsa Kebonsari Koramil 0821-19/Sumbersuko Serda Agus Waskito melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga di Poskamling Dusun Sarirejo I, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan patroli tersebut dilakukan dengan pendekatan humanis sebagai upaya membangun kedekatan serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Serda Agus Waskito menyempatkan diri berdialog bersama warga yang sedang melaksanakan ronda malam, sekaligus menyampaikan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Serda Agus Waskito menyampaikan bahwa keberadaan Poskamling memiliki peran penting sebagai wadah kebersamaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Patroli dan Komsos ini merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap keamanan wilayah. Dengan komunikasi yang baik bersama warga, berbagai informasi dan potensi permasalahan di lingkungan dapat diketahui sejak dini sehingga dapat segera diantisipasi,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua RT 007 Dusun Sarirejo I, Ahmad Munir, menyampaikan bahwa warga siap bersinergi dan membantu aparat keamanan dalam menjaga situasi lingkungan agar tetap aman dan kondusif.

Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan motivasi bagi warga untuk lebih aktif dalam menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda dan kepedulian antarwarga.

“Kami bersama warga siap mendukung dan membantu aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, dalam menjaga keamanan lingkungan. Melalui kegiatan ronda dan kepedulian antar warga, kami berharap wilayah Dusun Sarirejo I tetap aman, nyaman, serta terhindar dari berbagai gangguan kamtibmas,” ungkapnya.

Melalui patroli humanis dan kegiatan Komsos tersebut, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat, serta tercipta lingkungan Desa Kebonsari yang aman, nyaman, dan kondusif. (Pendim0821)

Babinsa dan Warga Kompak Cor Halaman MTs Annur, Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Semangat gotong royong kembali ditunjukkan Babinsa Tempursari Koramil 0821-18/Tempursari, Peltu Dwi Hasim As'ari, dengan terjun langsung membantu warga melaksanakan kerja bakti renovasi melalui pengecoran halaman MTs Annur di Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap pembangunan sarana pendidikan sekaligus memperkuat kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat. 

Dalam pelaksanaannya, Peltu Dwi Hasim As'ari bersama warga bergotong royong mulai dari persiapan material hingga proses pengecoran halaman sekolah agar nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa dan tenaga pendidik.

Peltu Dwi Hasim As'ari mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kerja bakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk selalu hadir di tengah masyarakat serta mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi kepentingan umum.

"Sekolah merupakan tempat mencetak generasi penerus bangsa. Melalui gotong royong ini kami ingin memberikan semangat sekaligus membantu mempercepat proses renovasi sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman, aman, dan representatif untuk kegiatan belajar mengajar," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala MTs Annur, Tutik Handayani, S.Pd.I, menyampaikan bahwa renovasi dan pengecoran halaman sekolah dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi para siswa.

Menurutnya, kehadiran Babinsa tidak hanya membantu meringankan pekerjaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.

“Dengan adanya pengecoran halaman ini, kami berharap siswa dapat lebih nyaman saat beraktivitas di lingkungan sekolah, terutama ketika mengikuti kegiatan di luar kelas. Selain membuat halaman lebih rapi, fasilitas yang lebih baik juga diharapkan dapat mendukung suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi seluruh siswa,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan budaya gotong royong terus terpelihara sebagai kekuatan dalam membangun lingkungan yang lebih baik. Kehadiran Babinsa di setiap kegiatan kemasyarakatan juga menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam mendampingi masyarakat serta mendukung terciptanya pembangunan yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemajuan generasi penerus bangsa. (Pendim0821)

Polsek Tekung Gencarkan Patroli Sambang, Warga Diajak Aktif Jaga Kamtibmas


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Bhabinkamtibmas Desa Karangbendo, Polsek Tekung, Bripka Joko Kuncoro mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif menjaga keamanan lingkungan guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Imbauan tersebut disampaikan saat Bripka Joko Kuncoro melaksanakan patroli sambang menggunakan mobil patroli di Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).

Dalam kegiatan itu, Bripka Joko berdialog langsung dengan warga. Ia mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap situasi di lingkungan sekitar serta mengajak warga untuk saling bekerja sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu kamtibmas, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti," kata Bripka Joko Kuncoro.

Selain menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, Bripka Joko juga mengimbau warga agar memperkuat komunikasi antarwarga melalui kegiatan ronda maupun saling mengingatkan demi mencegah aksi pencurian, kenakalan remaja, maupun gangguan keamanan lainnya.

Menurutnya, terciptanya situasi yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Kapolsek Tekung AKP Eka Nurprianto Zen mengatakan kegiatan patroli sambang yang dilakukan para Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Melalui patroli sambang, anggota kami dapat menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini," ujar AKP Eka Nurprianto Zen.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah.

"Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan terjalinnya kerja sama yang baik antara polisi dan masyarakat, kami optimistis situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Tekung akan tetap aman, nyaman, dan kondusif," pungkasnya.(humas Polres Lumajang) 

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved