Lumajang, (Onenewsjatim) – Tiga atlet asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang berlaga di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, disambut meriah saat kembali ke kampung halaman. Dua di antaranya sukses membawa pulang medali, yakni perak dan perunggu.
Ketiga atlet tersebut adalah Feri Yudoyono dan Zaenal Fanani dari cabang olahraga balap sepeda serta Saiful Rizal dari cabang olahraga sepak takraw.
Kedatangan mereka disambut langsung Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma. Para atlet diarak melintasi jalan protokol Kota Lumajang dan disambut ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Sorakan, tepuk tangan, serta kibaran bendera Merah Putih mewarnai penyambutan tersebut. Para atlet juga melambaikan tangan kepada masyarakat yang berjejer di sepanjang jalan.
Dua atlet yang berhasil meraih medali adalah Feri Yudoyono, warga Kecamatan Kunir, yang menyabet perunggu pada nomor Men's Cross Country Mountain Bike, serta Saiful Rizal, warga Kecamatan Pronojiwo, yang membawa pulang medali perak dan perunggu dari cabang sepak takraw.
Feri mengaku sangat bahagia bisa meraih medali perunggu di ajang olahraga tingkat Asia tersebut. Prestasi itu menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya di nomor balap sepeda lintas alam.
"Senang banget mendapatkan medali perunggu di Asian Games. Mungkin di Men's Cross Country Mountain Bike baru kali ini mendapatkan medali di ajang Asian Games, jadi senang banget," kata Feri.
Perjuangan Feri untuk meraih medali tidak berjalan mudah. Ia mengaku sempat terjatuh ketika perlombaan menyisakan kurang dari setengah putaran. Padahal, saat itu dirinya masih bersaing untuk memperebutkan medali emas dan perak.
Meski terjatuh, Feri berusaha bangkit dan melanjutkan perlombaan hingga garis finis. Ia mengaku tidak ingin menyerah sebelum menyelesaikan pertandingan.
"Walaupun susah-susah, dalam hati tidak ada kata menyerah. Jadi, saya berjuang sampai selesai. Alhamdulillah mendapatkan medali," ujarnya.
Ke depan, Feri berharap bisa terus meningkatkan kemampuan melalui latihan agar mampu meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya.
Sementara itu, Saiful Rizal mengaku bersyukur bisa mempersembahkan dua medali bagi Indonesia. Di usianya yang telah memasuki kepala tiga, ia masih mampu bersaing dan meraih prestasi di level internasional.
Saiful meraih medali perak pada nomor kuadran putra dan medali perunggu pada nomor beregu putra cabang olahraga sepak takraw.
"Alhamdulillah, perasaan saya sangat senang sekali. Di usia saya yang menginjak kepala tiga ini bisa mendapatkan dua medali, yakni perak dan perunggu," ungkap Saiful.
Ia menjelaskan, perjuangan menuju Asian Games juga diwarnai persaingan ketat. Sebelumnya, tim Indonesia mengikuti World Cup di Malaysia sebagai bagian dari rangkaian kompetisi internasional.
Menurutnya, persaingan di kejuaraan tersebut menjadi gambaran kekuatan tim-tim yang kembali dihadapi pada Asian Games di Jepang.
Saiful berharap semakin banyak kompetisi digelar untuk membuka kesempatan bagi atlet muda mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman bertanding, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Untuk generasi muda, silakan tunjukkan kepada dunia bahwa kalian bisa lebih baik dari generasi sebelumnya," pesannya.
Bupati Minta Atlet Cetak Generasi Penerus
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku bangga atas prestasi yang diraih para atlet. Menurutnya, penyambutan yang melibatkan ratusan siswa diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan motivasi generasi muda untuk mengikuti jejak para atlet berprestasi.
Ia juga meminta Feri Yudoyono dan Saiful Rizal ikut membina atlet-atlet muda agar prestasi balap sepeda dan sepak takraw Lumajang dapat terus berlanjut.
"Saya senang, terutama karena yang menyambut tadi anak-anak sekolah. Ini bisa menjadi semangat dan motivasi buat mereka bahwa Lumajang memiliki atlet berprestasi. Mereka juga bisa menjadi juara," kata Indah.
Indah menyebut pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak terjadi kesenjangan antargenerasi. Ia berharap atlet senior turut berperan dalam melatih dan mencetak bibit-bibit baru yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjutnya, akan mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk memperkuat pembinaan cabang olahraga yang berpotensi menghasilkan atlet berprestasi.
"Kemarin saya sudah bilang kepada Kadispora untuk terus melakukan pembinaan bersama KONI terhadap cabang olahraga yang berpotensi mencetak atlet-atlet yang bisa membawa medali untuk Lumajang," ujarnya.
Selain pembinaan, Pemkab Lumajang juga berkomitmen mendukung pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana olahraga sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Terkait penghargaan, atlet peraih medali juga berpeluang mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan. Untuk kategori perorangan, atlet peraih medali emas mendapat Rp 50 juta, perak Rp 40 juta, dan perunggu Rp 30 juta.
Prestasi para atlet tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Lumajang, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di panggung internasional.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram