-->

24/02/2026

Tiga Tersangka Pencuri Koper Turis Thailand di Bromo Ditangkap Polisi


Probolinggo,(Onenewsjatim) –
Tiga tersangka pencurian koper milik wisatawan asing asal Thailand berhasil diringkus jajaran . 

Para pelaku mencuri tiga tas dan tiga koper berisi barang berharga milik korban saat berwisata di kawasan , dengan total kerugian mencapai Rp108.368.200.

Kapolres Probolinggo AKBP Wahyudin Latif menjelaskan, peristiwa pencurian tersebut menimpa wisatawan asal Thailand berinisial MKJ (54). 

Kejadian berlangsung pada Minggu (15/2/2026) di area parkir pintu masuk Desa Wonotoro, perbatasan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, .

“Modus yang digunakan komplotan pelaku adalah merusak kunci pintu mobil Hiace yang dipakai korban, lalu mengambil barang-barang di dalam kendaraan,” kata Latif saat konferensi pers di Lobby Mapolres Probolinggo, Selasa (24/2/2026).

Latif mengungkapkan, korban bersama rombongan tiba di Surabaya pada 14 Februari 2026 untuk berwisata. Setelah mengunjungi sejumlah destinasi, rombongan menginap di Probolinggo dan dini hari menuju kawasan Bromo menggunakan mobil Hiace.

Setibanya di Pendopo Agung Ngadisari, rombongan berganti kendaraan dari Hiace ke Jeep untuk melanjutkan perjalanan ke Bromo. Sementara itu, tas dan koper milik korban ditinggal di dalam mobil Hiace yang terparkir.

“Sekitar pukul 11.30 WIB, setelah kembali dari Bromo, korban mendapati kunci pintu depan kanan mobil dalam kondisi rusak dan tidak terkunci. Setelah dicek, tiga tas dan tiga koper beserta isinya telah hilang,” ujar Latif.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Probolinggo. Dari hasil penyelidikan, Satreskrim berhasil mengamankan tiga tersangka, masing-masing berinisial AR (34) sebagai eksekutor, ES (46) yang berperan sebagai otak pencurian, serta NF (45) yang mengetahui perencanaan dan membantu menghilangkan barang bukti.

Tersangka AR ditangkap pada 21 Februari 2026 di wilayah Kedopok, Probolinggo. Dari hasil pemeriksaan, AR mengaku melakukan pencurian atas perintah ES. Polisi kemudian mengamankan ES bersama istrinya, NF, di rumah mereka di Perumahan Pesona Graha Kencana, Kota Probolinggo.

“Dari pengungkapan ini, kami turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil Toyota Avanza Veloz yang digunakan pelaku, pakaian saat beraksi, serta koper milik korban yang sempat dibuang ke sungai,” jelas Latif.

Ia menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan kawasan wisata, khususnya destinasi internasional seperti Bromo.

“Kami pastikan setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional. Keamanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka AR dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. 

Sementara ES dan NF dijerat Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP karena turut serta melakukan tindak pidana.(Imam)

Jaga Kondusivitas Ramadhan, SubdenpomV/3-7 Lumajang Laksanakan Operasi Gabungan Gaktib dan Yustisi


Lumajang, (Onenewsjatim) 
– Dalam rangka menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan, Subdenpom V/3-7 Lumajang menggelar patroli gabungan Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun 2026, Senin (23/2/2026).

Operasi tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, serta Satpol PP dan menyasar sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Lumajang.

Dansubdenpom V/3-7 Lumajang, Kapten Cpm Yudi Edi Lesmono, menjelaskan bahwa operasi gabungan ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, khususnya selama pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan.

“Intinya operasi ini untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polisi Militer dalam operasi tersebut difokuskan pada patroli dan pengawasan terhadap potensi pelanggaran yang melibatkan oknum prajurit TNI maupun aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Fokus kami dari Polisi Militer adalah pengawasan terhadap anggota TNI maupun ASN sipil TNI. Sasaran pelanggaran meliputi penyalahgunaan wewenang, pelanggaran lalu lintas, hingga potensi tindak pidana,” jelasnya.


Lebih lanjut, Kapten Yudi memaparkan bahwa Operasi Gaktib juga bertujuan mencegah berbagai bentuk pelanggaran, seperti penipuan yang melibatkan anggota TNI, peredaran uang palsu, penyalahgunaan narkotika dan miras, hingga pelanggaran moral seperti perselingkuhan, perbuatan asusila, serta praktik nikah siri yang melibatkan anggota TNI.

“Termasuk juga mencegah penyalahgunaan seragam TNI yang kerap disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Itu menjadi sasaran objektif kami,” tegasnya.

Pada tahap awal pelaksanaan, operasi masih bersifat sosialisasi dan imbauan. Petugas memberikan teguran terhadap pelanggaran disiplin ringan agar tidak terulang kembali.

“Untuk operasi miras saat ini masih dalam tahap imbauan karena masih minggu pertama pelaksanaan Gaktib. Tahap penindakan akan dilakukan pada tahapan berikutnya,” jelas Kapten Yudi.

Ia menambahkan, penindakan terhadap masyarakat sipil tetap mengedepankan peran Satpol PP dan Kepolisian, sementara Polisi Militer fokus pada penegakan disiplin internal TNI.

“Harapan kami tidak ada pelanggaran baik dari anggota TNI maupun PNS TNI, sehingga keamanan dan ketertiban dapat terjamin dan situasi Lumajang tetap kondusif,” pungkasnya. (Im(Imam)

23/02/2026

Kebersamaan Babinsa dan Warga Warnai Aksi Bersih Jalan di Desa Alun Alun


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali terlihat dalam kegiatan pembersihan jalan yang dilaksanakan oleh Babinsa Alun Alun Koramil 0821-06/Ranuyoso, Koptu Ade Irwan Tukan, bersama warga di Dusun Darungan, Desa Alun Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (23/02/2026).

Kegiatan yang menyasar pembersihan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan akses bagi masyarakat yang beraktivitas sehari-hari. Dengan penuh semangat, Babinsa dan warga bahu membahu membersihkan sampah dan rumput liar di sepanjang jalan desa.

Koptu Ade Irwan Tukan mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kerja bakti merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan seperti ini menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat rasa kebersamaan demi terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Darungan, Ahmad Aldi, menerangkan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud partisipasi semua pihak, baik aparat kewilayahan maupun masyarakat, dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan terutama pada fasilitas umum seperti jalan desa agar tetap bersih, aman, dan terawat.

“Melalui kebersamaan ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya menjaga kebersihan jalan agar nyaman dilalui dan mencerminkan kepedulian bersama terhadap desa,” ujarnya.

Kegiatan pembersihan jalan tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh kekompakan. Diharapkan, semangat gotong royong yang telah terbangun dapat terus dipelihara sebagai budaya positif dalam menjaga kebersihan dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat. (Pendim0821)

Personel Terima Sosialisasi Ops Gaktib dan Ops Yustisi 2026


Lumajang, (Onenewsjatim) - 
Personel menerima sosialisasi pelaksanaan Operasi Penegakan dan Penertiban (Ops Gaktib) “Waspada Wira Clurit” serta Operasi Yustisi “Citra Wira Clurit” Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh di Aula Raden Wijaya Makodim 0821/Lumajang, Senin (24/2/2026).

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Pasi Intel Kodim 0821/Lumajang, Kapten Cba Dwi Wawan Hertanto.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari pembinaan disiplin dan pengawasan internal guna menjaga profesionalisme prajurit serta nama baik institusi TNI Angkatan Darat.

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh personel memahami aturan dan ketentuan yang berlaku serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kedinasan,” ujar Dwi Wawan dalam sambutannya.

Sebagai narasumber utama, Dansubdenpom V/3-7 Lumajang, Kapten Cpm Yudi Edy Lesmono, menyampaikan materi terkait mekanisme pelaksanaan Ops Gaktib dan Ops Yustisi, ruang lingkup pemeriksaan, serta penekanan pada kepatuhan administrasi dan kelengkapan kendaraan, baik dinas maupun pribadi.

Menurut Yudi, Ops Gaktib “Waspada Wira Clurit” difokuskan pada penegakan disiplin dan tata tertib prajurit, sementara Ops Yustisi “Citra Wira Clurit” bertujuan meningkatkan kepatuhan hukum serta mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat merugikan satuan maupun institusi.

“Operasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai langkah preventif dan edukatif agar seluruh prajurit tetap berada pada koridor hukum dan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan dinas di Lapangan Makodim 0821/Lumajang.

Pemeriksaan meliputi kelengkapan surat-surat kendaraan, kondisi fisik, serta standar keselamatan berkendara sebagai upaya meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Kodim 0821/Lumajang semakin disiplin, tertib administrasi, serta mampu menjaga dan meningkatkan citra positif TNI AD di tengah masyarakat.(Pendim 0821)

PPPK Paruh Waktu di Pemkab Lumajang Tak Terima THR Lebaran 2026


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan dipastikan tidak menerima tunjangan hari raya (THR) Lebaran tahun 2026.

Kebijakan tersebut ditegaskan oleh selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Senin (23/2/2026). 

Menurutnya, THR hanya diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN), yakni pegawai negeri sipil (PNS) dan PPPK penuh waktu.

“Untuk pegawai non-ASN dipastikan tidak dapat THR,” ujar Agus Triyono saat dikonfirmasi.

Agus menjelaskan, terdapat ribuan pegawai non-ASN di lingkungan Pemkab Lumajang yang tidak masuk dalam skema penerima THR pada tahun ini. 

Kendati demikian, pihaknya berupaya menjaga rasa kebersamaan antarpegawai di lingkungan pemerintahan.

“Iya, ada ribuan pegawai yang tidak mendapatkan THR. Namun biasanya kita sudah terbiasa melaksanakan kebersamaan,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Lumajang akan mengajak para ASN untuk secara sukarela menggalang iuran sesuai kemampuan masing-masing, yang nantinya akan dibagikan kepada pegawai non-ASN yang tidak menerima THR.

“ASN itu biasanya kita ajak secara sukarela, menghimpunkan diri sesuai dengan kemampuan dan kesediaan masing-masing. Hasilnya kita bagikan juga kepada mereka yang tidak mendapatkan tunjangan hari raya,” ungkap Agus.

Sebelumnya, jumlah tenaga honorer di lingkungan Pemkab Lumajang yang telah diangkat menjadi PPPK paruh waktu tercatat mencapai 4.230 orang. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 901 orang merupakan tenaga pendidikan, 289 tenaga kesehatan, dan 3.040 tenaga teknis yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Detik-detik Siswi SD di Lumajang Terseret Banjir Lahar Semeru Saat Bonceng Ayahnya


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Seorang siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jugosari 3, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terseret banjir lahar hujan saat hendak berangkat sekolah, Senin (23/2/2026) pagi.

Peristiwa itu terjadi saat korban bernama Vita berboncengan dengan ayahnya menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Keduanya harus menyeberangi aliran karena akses satu-satunya berupa jembatan limpas sudah terputus sejak diterjang banjir lahar hujan tahun lalu.

Namun nahas, ketika sepeda motor baru saja masuk ke aliran sungai, derasnya arus banjir lahar dingin langsung menyeret ayah dan anak tersebut sejauh lebih dari lima meter.

“Biasanya warga di sini turun dulu untuk cek kedalaman dan arus sungai. Tapi tadi bapaknya langsung nyelonong,” kata Abdul Rohim, warga Dusun Sumberlangsep, saat ditemui di lokasi kejadian.

Rohim mengatakan, derasnya arus sungai membuat keduanya sempat kesulitan menyelamatkan diri. Teriakan korban meminta tolong pun terdengar hingga mengundang perhatian warga sekitar.

“Baru ban depan motor nyentuh sungai, langsung terseret. Anaknya teriak minta tolong,” ujarnya.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan berhasil mengevakuasi keduanya ke tepi sungai. 

Akibat kejadian tersebut, Vita mengalami luka di bagian lutut akibat terbentur material batu sungai.

Seragam sekolah yang dikenakan korban juga basah kuyup. Kondisi itu membuatnya terpaksa membatalkan niat untuk bersekolah dan memilih kembali ke rumah.

“Pulang lagi, anaknya enggak jadi sekolah,” tutur Rohim.

Sementara itu, sepeda motor yang dikendarai ayah korban dilaporkan mogok setelah kemasukan air saat terseret banjir lahar.


Operasi Keselamatan Semeru 2026, Angka Kecelakaan di Lumajang Menurun


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar secara serentak selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, membuahkan hasil positif.

Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, mengatakan bahwa selama Operasi Keselamatan Semeru 2026, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hanya tercatat sebanyak sembilan kejadian.

“Selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas hanya sembilan kasus. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Dendy Cucu.

Ia menjelaskan, dari sembilan kejadian kecelakaan tersebut, korban luka berat tercatat sebanyak tiga orang, sementara korban luka ringan berjumlah sembilan orang. Beruntung, selama operasi berlangsung tidak terdapat korban meninggal dunia.

“Untuk korban meninggal dunia nihil,” kata Ipda Dendy Cucu saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Lebih lanjut, Ipda Dendy mengungkapkan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas selama operasi masih didominasi oleh faktor manusia, terutama kelalaian pengendara dalam berlalu lintas.

“Sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengendara. Selain itu, kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan adalah kendaraan roda dua,” jelasnya.

Ipda Dendy menambahkan, Operasi Keselamatan Semeru tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mengedepankan upaya preventif dan edukatif kepada masyarakat. Melalui operasi ini, diharapkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas semakin meningkat.

“Kami berharap hasil positif ini dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, dengan peran aktif masyarakat dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved