Lumajang, (Onenewsjatim) – Dalam rangka menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan, Subdenpom V/3-7 Lumajang menggelar patroli gabungan Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun 2026, Senin (23/2/2026).
Operasi tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, serta Satpol PP dan menyasar sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Lumajang.
Dansubdenpom V/3-7 Lumajang, Kapten Cpm Yudi Edi Lesmono, menjelaskan bahwa operasi gabungan ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, khususnya selama pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan.
“Intinya operasi ini untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Polisi Militer dalam operasi tersebut difokuskan pada patroli dan pengawasan terhadap potensi pelanggaran yang melibatkan oknum prajurit TNI maupun aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Fokus kami dari Polisi Militer adalah pengawasan terhadap anggota TNI maupun ASN sipil TNI. Sasaran pelanggaran meliputi penyalahgunaan wewenang, pelanggaran lalu lintas, hingga potensi tindak pidana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapten Yudi memaparkan bahwa Operasi Gaktib juga bertujuan mencegah berbagai bentuk pelanggaran, seperti penipuan yang melibatkan anggota TNI, peredaran uang palsu, penyalahgunaan narkotika dan miras, hingga pelanggaran moral seperti perselingkuhan, perbuatan asusila, serta praktik nikah siri yang melibatkan anggota TNI.
“Termasuk juga mencegah penyalahgunaan seragam TNI yang kerap disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Itu menjadi sasaran objektif kami,” tegasnya.
Pada tahap awal pelaksanaan, operasi masih bersifat sosialisasi dan imbauan. Petugas memberikan teguran terhadap pelanggaran disiplin ringan agar tidak terulang kembali.
“Untuk operasi miras saat ini masih dalam tahap imbauan karena masih minggu pertama pelaksanaan Gaktib. Tahap penindakan akan dilakukan pada tahapan berikutnya,” jelas Kapten Yudi.
Ia menambahkan, penindakan terhadap masyarakat sipil tetap mengedepankan peran Satpol PP dan Kepolisian, sementara Polisi Militer fokus pada penegakan disiplin internal TNI.
“Harapan kami tidak ada pelanggaran baik dari anggota TNI maupun PNS TNI, sehingga keamanan dan ketertiban dapat terjamin dan situasi Lumajang tetap kondusif,” pungkasnya. (Im(Imam)



FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram