-->

12/05/2026

Bupati Lumajang Lepas 1.258 CJH, Jamaah Tertua Berusia 90 Tahun


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Bupati Lumajang melepas sebanyak 1.258 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lumajang di Pendopo Aryawiraraja, Selasa (12/5/2026).

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu berpesan agar seluruh jamaah menjaga kesehatan dan kesabaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Paling penting adalah menjaga kesehatan dan menjaga kesabaran selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Saya juga berpesan agar sifat fasik itu dihindari,” kata Bunda Indah.

Ia berharap, nilai-nilai kesabaran dan kebaikan yang diperoleh selama berhaji tetap diterapkan setelah kembali ke tanah air.

“Kalau sudah kembali ke tanah air, sifat sabar dan sikap baik lainnya tetap harus dijaga. Mudah-mudahan Lumajang tetap aman, masyarakatnya makmur dan sejahtera,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Indah juga memberikan perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia yang akan berangkat tahun ini. Menurutnya, jamaah tertua asal Lumajang berusia 90 tahun namun tetap memiliki semangat tinggi untuk menunaikan ibadah haji.

“Tadi saya juga memberikan sangu kepada jamaah tertua. Ada bapak dan ibu yang usianya sudah sangat sepuh, tetapi tetap semangat menunaikan ibadah haji,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Lumajang menjelaskan, jamaah termuda tahun ini adalah (18), warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, serta (18), warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh.

Sedangkan jamaah tertua yakni (90), warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Rowokangkung, dan (86), warga Kecamatan Tekung.

Umar Hasan juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya satu calon jamaah haji asal Kabupaten Lumajang sebelum keberangkatan.

“Saya sampaikan, satu jamaah haji Kabupaten Lumajang meninggal dunia,” ujarnya.

Selain itu, terdapat enam calon jamaah haji yang dipastikan gagal berangkat tahun ini setelah melalui proses verifikasi dan pemeriksaan kesehatan.

“Enam jamaah haji tersebut gagal berangkat karena kendala kesehatan dan ada yang ingin berangkat bersama mahramnya,” jelas Umar Hasan.

Jelang Terbang ke Tanah Suci, Jamaah Haji Lumajang Ramai Tukar Rupiah ke Riyal


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Sebanyak 1.258 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Lumajang mengikuti acara pelepasan di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (12/5/2026). 

Usai acara, puluhan jemaah langsung memadati stand penukaran uang riyal yang disediakan di lokasi.

Salah satu stand yang ramai didatangi calon jemaah adalah layanan penukaran uang milik Cabang Lumajang. Bank daerah tersebut menyediakan penukaran uang riyal dalam bentuk paket.

Dalam satu paket, jemaah mendapatkan uang sebesar 230 riyal dengan nilai tukar sekitar Rp 1.095.000 atau kurs Rp 4.761 per riyal.

Salah seorang calon jemaah haji asal Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Sulistiya mengaku menukar satu paket riyal untuk kebutuhan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

"Untuk berjaga-jaga saja selama di Makkah dan Madinah," ujar Sulistiya kepada wartawan.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah riyal yang diperoleh dari uang Rp 1 juta lebih yang ditukarkan karena sistem penukaran dibuat dalam bentuk paket.

"Iya paketan, saya nggak tahu rincinya," katanya.

Sulistiya dijadwalkan berangkat bersama Kloter 100.

Calon jemaah lainnya juga tampak antre untuk menukarkan uang rupiah mereka menjadi riyal sebagai bekal selama berada di Arab Saudi.

Penyelia Operasional Bank Jatim Cabang Lumajang, Eko Budianto mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 100 paket penukaran uang riyal pada acara pelepasan CJH tersebut.

"Hari ini kami menyiapkan kurang lebih 100 paket penukaran. Satu paket isinya 230 riyal," kata Eko.

Ia menjelaskan rincian pecahan dalam paket tersebut terdiri dari satu lembar pecahan 100 riyal, dua lembar 50 riyal, dua lembar 10 riyal dan dua lembar 5 riyal.

"Kenapa dijual paketan, karena biasanya stok pecahan kecil itu paling dicari masyarakat. Kalau tidak dipaketkan, nanti pecahan besar tidak laku. Dengan sistem paket, jatuhnya justru lebih murah untuk masyarakat," jelasnya.

Menurut Eko, layanan penukaran uang riyal sebenarnya dibuka setiap hari di kantor cabang. Namun menjelang musim haji, permintaan penukaran meningkat tajam.

"Alhamdulillah tahun ini meningkat cukup tinggi. Bahkan hampir 160 persen dari target tahunan hanya untuk bulan ini saja," ujarnya.

Ia menyebut penjualan paket riyal tahun lalu mencapai sekitar 600 paket. Sementara tahun ini diperkirakan bisa menembus 900 paket.

"Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dari sisi harga juga InsyaAllah rate kami paling murah. Ternyata saat acara pemberangkatan masih banyak masyarakat yang belum sempat tukar uang, dan hari ini itu menjadi peluang bagi kami," pungkasnya.

11/05/2026

Peduli Warga, TNI dan Polkes Lumajang Gelar Bakti Sosial Kesehatan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus ditunjukkan oleh aparat kewilayahan bersama unsur kesehatan TNI. Babinsa Supiturang Koramil 0821-14/Pronojiwo, Sertu Sigit Andi Irawan, melaksanakan pendampingan kegiatan pelayanan kesehatan pengobatan massal yang digelar oleh Polkes 05.09.02 Lumajang, bertempat di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolkes 05.09.02 Lumajang Kapten CKM Muh. Gufron, serta dihadiri Kepala Desa Supiturang Nurul Yakin Pribadi. Pengobatan massal ini diikuti sekitar 100 warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Babinsa Supiturang Sertu Sigit Andi Irawan mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk dukungan TNI dalam membantu program kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga di wilayah binaan.

“Kami hadir untuk membantu kelancaran kegiatan pelayanan kesehatan ini, sekaligus memastikan masyarakat merasa aman dan tertib saat mengikuti pemeriksaan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujar dia.

Sementara itu, Kapolkes 05.09.02 Lumajang Kapten CKM Muh. Gufron menjelaskan bahwa pengobatan massal merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang bertujuan memberikan akses pemeriksaan serta pengobatan kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat. Selain pemeriksaan, kami juga memberikan obat sesuai keluhan dan kondisi pasien,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Supiturang Nurul Yakin Pribadi menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polkes 05.09.02 Lumajang bersama Babinsa Koramil Pronojiwo. 

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena membantu masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan pengobatan massal ini. Antusias masyarakat sangat tinggi karena mereka merasa terbantu. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga Desa Supiturang,” ungkapnya.

Dengan adanya pelayanan kesehatan pengobatan massal tersebut, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatan dan mampu melakukan langkah pencegahan sejak dini, sehingga dapat menekan risiko penyakit serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah Kecamatan Pronojiwo. (Pendim0821)

Babinsa dan Warga Kompak Bangun Jembatan Perintis Garuda di Kali Asem Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dalam rangka mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur desa, Personel Koramil 0821-17/Pasrujambe bersama warga melaksanakan kegiatan lanjutan penggalian crous beton bawah pada pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin dan didampingi langsung oleh Babinsa Karanganom Koramil 0821-17/Pasrujambe, Sertu Bejo Utomo, bersama masyarakat setempat yang turut berperan aktif dalam proses pembangunan jembatan.

Penggalian crous beton bawah merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan, karena berfungsi sebagai dasar atau pondasi awal yang akan menopang kekuatan konstruksi jembatan. 

Tahap ini dilakukan untuk memastikan struktur jembatan memiliki daya tahan kuat dan mampu menghadapi tekanan beban maupun kondisi alam seperti arus sungai saat musim penghujan.

Sertu Bejo Utomo saat ditemui di lokasi menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan pembangunan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pembangunan desa sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Penggalian ini merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum masuk tahap pengecoran. Kita pastikan kedalaman dan ukuran sesuai agar pondasi jembatan benar-benar kuat dan aman,” ujar Sertu Bejo.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda sangat dibutuhkan masyarakat, karena selama ini menjadi jalur utama penghubung antarwilayah yang mendukung aktivitas warga, baik untuk transportasi sehari-hari maupun pengangkutan hasil pertanian.

Kegiatan gotong royong tersebut berlangsung dengan penuh semangat. Warga bersama personel Koramil bahu-membahu melakukan penggalian di sekitar aliran Kali Asem dengan peralatan sederhana, namun tetap mengutamakan keselamatan kerja.

Melalui kegiatan penggalian crous beton bawah ini, diharapkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat berjalan lancar sesuai rencana, sehingga nantinya mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Karanganom dan sekitarnya dalam meningkatkan aksesibilitas serta menunjang pertumbuhan ekonomi desa. (Pendim0821)

Modus Segitiga Jual Beli Mobil Terbongkar, Sindikat Penipu Online Raup Miliaran Rupiah


Surabaya , (Onenewsjatim)
– Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur berhasil membongkar sindikat penipuan online dengan modus skema segitiga jual beli mobil lintas daerah.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan 11 tersangka yang ditangkap di wilayah Kediri, Batam, dan Samarinda.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan ruang digital serta melindungi masyarakat dari berbagai bentuk kejahatan siber.

“Perkembangan teknologi digital saat ini turut memunculkan ancaman kejahatan siber dengan modus yang semakin kompleks, mulai dari phishing, manipulasi identitas digital, hingga berbagai bentuk penipuan online lainnya,” ujar Kombes Pol Abast saat konferensi pers di Gedung Mahameru Polda Jatim, Senin (11/5/2026).

Kombes Pol Abast juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli secara online, khususnya melalui media sosial maupun marketplace.

Sementara itu, Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku diduga meraup keuntungan hingga miliaran rupiah setiap bulan dari aksi penipuan tersebut.

Kasus ini bermula pada Februari 2026 saat korban mencari mobil Toyota Innova melalui media sosial Facebook.

Korban kemudian berkomunikasi dengan pelaku dan sepakat membeli kendaraan dengan harga Rp315 juta.

“Korban selanjutnya mentransfer uang tahap pertama sebesar Rp220 juta setelah diyakinkan oleh pihak yang mengaku sebagai kerabat penjual,” terang Kombes Pol Bimo Ariyanto.

Namun setelah uang ditransfer, pelaku tidak dapat dihubungi dan korban akhirnya diblokir.

Dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan bahwa sindikat tersebut diduga menggunakan skema segitiga untuk meyakinkan korban.

Pelaku memposting ulang iklan kendaraan dari marketplace ke platform lain, kemudian mempertemukan calon pembeli dengan penjual asli tanpa sepengetahuan kedua belah pihak.

Saat korban tertarik membeli kendaraan, komunikasi diarahkan melalui pesan pribadi dan pelaku memberikan rekening penampung untuk pembayaran transaksi.

“Untuk mendukung aksinya, para pelaku juga merekrut sejumlah warga untuk membuka rekening bank yang kemudian digunakan sebagai penampung uang hasil kejahatan,” jelas Kombes Pol Bimo.

Penyidik kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan jaringan pengepul rekening di Kediri sebelum bergerak ke Batam dan Samarinda.

“Total terdapat 11 tersangka yang berhasil diamankan di tiga lokasi berbeda,” tambah Kombes Pol Bimo.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui salah satu tersangka berinisial AF yang diamankan di Samarinda diduga berperan sebagai perekrut sekaligus penghubung antar pelaku.

Selain itu, beberapa tersangka lainnya diduga bertugas mencairkan uang serta mengelola aliran dana hasil penipuan.

“Pelaku yang diamankan di Samarinda diketahui merupakan residivis kasus narkotika,” ungkap Kombes Pol Bimo.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi turut menyita dua unit mobil, satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja ZX250, 30 unit telepon genggam, rekening koran, serta sejumlah atribut perbankan yang diduga digunakan dalam tindak pidana tersebut.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta pasal penipuan dalam KUHP.

Saat ini penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain serta aliran dana hasil kejahatan yang diduga mencapai miliaran rupiah. (Red)

Kasus DBD di Lumajang Didominasi Usia Produktif, Satu Orang Meninggal


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 79 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Marshall mengatakan, kasus DBD tertinggi terjadi pada Januari 2026 dengan total 34 kasus.

“Kasus DBD dari Januari sampai April 2026 total 79 kasus,” ujar Marshall melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, pada Februari jumlah kasus turun menjadi 13 kasus, kemudian kembali turun pada Maret sebanyak sembilan kasus. Namun pada April kasus kembali meningkat menjadi 23 orang.

“Januari 34 kasus, Februari 13 kasus, Maret sembilan kasus dan April 23 kasus,” katanya.

Marshall mengungkapkan, dari 23 kasus yang ditemukan pada April, satu pasien meninggal dunia akibat mengalami syok berat karena DBD.

“Jadi dari 23 kasus bulan April, satu di antaranya meninggal dunia. Benar, kondisinya sampai terjadi syok akibat DBD,” ungkapnya.

Menurutnya, penyakit DBD sulit diprediksi karena dapat berkembang cepat dan menyebabkan kondisi syok yang membahayakan nyawa pasien.

“Tergantung dari kondisi kekebalan pasien dan tingkat virulensi virus DBD-nya,” jelas Marshall.

Kasus DBD di Lumajang menyerang berbagai kelompok usia, mulai balita hingga dewasa. Rinciannya, usia 1-4 tahun satu kasus, usia 5-14 tahun enam kasus, usia 15-44 tahun sebanyak 11 kasus, dan usia di atas 44 tahun lima kasus.

Marshall mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam selama tiga hari atau muncul gejala berat seperti nyeri perut dan muntah.

“Atau belum tiga hari demam tapi disertai tambahan gejala yang berat seperti nyeri perut muntah, segera periksa ke fasyankes tanpa harus menunggu tiga hari,” bebernya.

Ia menambahkan, gejala DBD umumnya berupa demam yang disertai nyeri otot dan sendi, bahkan dapat memicu perdarahan ringan seperti mimisan dan gusi berdarah.

Sementara malaria memiliki pola demam periodik dan biasanya berkaitan dengan riwayat aktivitas di wilayah endemis malaria seperti Papua dan Kalimantan.

“Tergantung jenis malarianya. Dan malaria lebih mudah diketahui apabila pasien ada riwayat pernah berada atau bekerja di daerah endemis malaria,” pungkasnya. (Imam)

Jaringan Penipuan Online Lintas Negara Digerebek di Surabaya, 44 WNA dan WNI Ditangkap


Surabaya, (Onenewsjatim)
- Satreskrim Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur membongkar jaringan kejahatan lintas negara yang diduga menjalankan praktik penipuan online internasional atau online scamming. Dalam pengungkapan tersebut, aparat mengamankan total 44 orang dari berbagai negara.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi yang diterima pihaknya dari Konsulat Jepang di Tokyo terkait dua warga negara Jepang yang dilaporkan hilang dan diduga disekap di Indonesia.

“Awalnya kami menerima informasi adanya dua warga negara Jepang yang dilaporkan hilang. Setelah dilakukan penelusuran, kasus ini berkembang dan mengarah pada jaringan penipuan internasional yang terorganisir,” ujar Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, Sabtu (9/5/2026).

Penyelidikan pertama dilakukan di sebuah rumah di kawasan Dharma Husada Permai, Surabaya. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan dua warga Jepang yang diduga menjadi korban penyekapan.

Selain menyelamatkan korban, petugas juga menemukan berbagai barang bukti yang diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas penipuan digital internasional. Barang bukti itu antara lain perangkat elektronik, dokumen operasional, hingga perlengkapan komunikasi.

“Dari lokasi awal, kami menemukan indikasi kuat bahwa tempat ini bukan sekadar lokasi penyekapan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas penipuan digital yang terhubung dengan jaringan lintas negara,” kata Luthfi.

Dalam pengembangan kasus, polisi mendapati sejumlah warga negara asing lain berada di lokasi tersebut, di antaranya warga negara China dan Jepang, serta dua warga negara Indonesia yang kini turut diperiksa intensif.

Tim kemudian bergerak ke sejumlah lokasi lain di Surabaya, termasuk kawasan Embong Kenongo dan Dharma Permai. Namun, saat dilakukan penggerebekan, sebagian lokasi diketahui telah ditinggalkan para pelaku.

Meski demikian, petugas menemukan sedikitnya 24 koper di salah satu lokasi yang diduga menjadi tempat operasional jaringan tersebut.

“Temuan koper ini mengindikasikan adanya perpindahan penghuni maupun operator jaringan sebelum petugas tiba,” jelasnya.

Pengejaran berlanjut hingga ke Solo dan Bali. Dari hasil operasi gabungan itu, polisi berhasil mengamankan total 44 orang yang diduga terkait jaringan tersebut.

Mereka terdiri atas 30 warga negara China, tujuh warga negara Taiwan, empat warga negara Jepang, dan tiga warga negara Indonesia.

Menurut Luthfi, jaringan ini bekerja secara profesional dengan pola berpindah-pindah tempat dan memanfaatkan rumah kontrakan sebagai basis operasional.

“Mereka membangun sistem operasi yang tertutup dan berpindah lokasi untuk menghindari pelacakan aparat,” ujarnya.

Karena melibatkan lintas negara, Polrestabes Surabaya menggandeng sejumlah instansi dalam proses penyelidikan dan pendalaman kasus, di antaranya Divisi Hubungan Internasional Polri, Interpol, Imigrasi, Kejaksaan Negeri Surabaya, hingga Konsulat Jenderal Jepang.

Hingga kini, polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku serta kemungkinan adanya korban lain dari jaringan penipuan internasional tersebut.(red)


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved