-->

21/07/2026

Kodim 0821 Lumajang Perkuat Profesionalisme Babinsa Lewat Sisrendal Binter 2026


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang terus memperkuat kapasitas aparat kewilayahan melalui kegiatan Sistem Perencanaan dan Pengendalian Pembinaan Teritorial (Sisrendal Binter) Semester I Tahun Anggaran 2026. Program tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan profesionalisme Babinsa dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kartika Yonif 527/Baladhibya Yudha, Jalan Ahmad Yani Nomor 51, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, itu diikuti para Danramil, Babinsa, dan personel staf Kodim 0821/Lumajang. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem perencanaan, pengendalian pembinaan teritorial, hingga materi teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas di wilayah binaan.

Pasi Puanter Korem 083/Baladhika Jaya, Mayor Inf Andi Mulhan, mengatakan Sisrendal Binter merupakan bagian penting dalam meningkatkan kompetensi aparat teritorial agar mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.

"Babinsa merupakan ujung tombak TNI AD di tengah masyarakat. Karena itu, mereka harus memiliki kemampuan yang baik dalam melaksanakan pembinaan teritorial. Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh Babinsa dapat meningkatkan pengetahuan, memahami setiap materi yang diberikan, dan mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas di wilayah binaan," kata Andi Mulhan.

Menurutnya, kemampuan aparat teritorial yang terus diperbarui akan mendukung terciptanya ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh serta memperkuat sinergi antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Pasiter Kodim 0821/Lumajang, Kapten Inf Sri Hariyanto, menegaskan kegiatan Sisrendal Binter merupakan program pembinaan yang harus dipahami seluruh aparat kewilayahan agar pelaksanaan pembinaan teritorial berjalan selaras di seluruh jajaran Kodim.

"Kegiatan ini menjadi sarana menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan pembinaan teritorial. Kami ingin seluruh Babinsa memiliki standar pemahaman yang sama sehingga mampu melaksanakan tugas secara profesional, adaptif, dan sesuai dengan dinamika wilayah masing-masing," ujarnya.

Ia menjelaskan materi yang diberikan tidak hanya bersifat teori, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan sehingga dapat menjadi pedoman dalam mendukung berbagai tugas Babinsa.

Menurut Sri Hariyanto, Babinsa memiliki peran strategis mulai dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, pembinaan masyarakat, pendampingan program pemerintah, hingga membantu penyelesaian persoalan sosial melalui pendekatan yang humanis.

"Ketika kemampuan Babinsa meningkat, maka manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat. Kehadiran Babinsa di desa akan semakin efektif dalam menjaga stabilitas wilayah, mendukung pembangunan, serta memperkuat komunikasi sosial dengan seluruh komponen masyarakat," katanya.

Melalui kegiatan Sisrendal Binter Semester I Tahun Anggaran 2026, Kodim 0821/Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya aparat kewilayahan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan teritorial sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan wilayah yang tangguh melalui kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai pilar utama pertahanan negara.

Terungkap! Gadis 15 Tahun Jadi Korban Rudapaksa Bergilir, Tiga Pelaku Dibekuk Polres Bangkalan


Bangkalan, (Onenewsjatim)
- Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur berhasil diungkap oleh Polres Bangkalan Polda Jatim.

Dari hasil ungkap tersebut, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangkalan telah mengamankan Tiga orang tersangka. 

Dari ketiga pelaku yang diamankan, satu di antaranya ternyata masih berstatus di bawah umur.

Ketiga tersangka diketahui berinisial MT (19), FR (19), dan TU (14). Ketiganya merupakan warga asal Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo mengatakan, kejadian bermula saat korban yang berusia 15 tahun yakni IP diajak oleh teman dekatnya sekaligus teman sekolahnya, yakni TU (14), pada April 2026.

"Korban mengalami kejadian itu dalam tiga waktu yang berbeda," ujar AKP Eriek saat dimintai keterangan di Mapolres Bangkalan, Senin (20/7/2026).

AKP Eriek menambahkan aksi itu terungkap setelah korban memberanikan diri menceritakan kejadian itu pada keluarganya dan langsung melapor ke Polisi.

"Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, kami amankan tiga pelaku yang salah satunya di bawah umur," ungkap AKP Eriek.

Selain itu, AKP Eriek juga menjelaskan jika saat ini psikologis korban yang masih sangat muda tersebut terus dipantau dan diberikan pendampingan khusus.

"Dalam menjalankan aksinya, korban yang berusia 15 tahun ini mengalami ancaman serius menggunakan senjata tajam sejenis celurit dari salah satu pelaku agar mau menuruti perbuatan tersebut," terang AKP Eriek.

Selain mengamankan para tersangka, penyidik Satreskrim Polres Bangkalan menyita sejumlah barang bukti pendukung, seperti pakaian yang dikenakan para pelaku saat beraksi serta sebilah celurit yang digunakan untuk mengancam korban.

Atas perbuatan bejat tersebut, ketiga tersangka dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam pidana penjara paling lama 15 tahun. (*)

Polres Lumajang Pastikan Penyelidikan Kematian Nisarofatin Terus Berjalan


Lumajang
, (Onenewsjatim) – Polres Lumajang menegaskan penyelidikan kasus kematian tidak wajar Nisarofatin (22), warga Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, masih terus berjalan.

Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan berbasis pembuktian ilmiah sehingga tidak benar jika disebut mandek atau jalan di tempat.

Kasubsi Pengelolaan Informasi, Dokumentasi, dan Multimedia (PIDM) Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, S.H., mengatakan penyidik tetap bekerja mendalami seluruh fakta yang ada sebelum mengambil kesimpulan hukum.

"Kasus ini tidak berhenti. Penyidik masih terus bekerja secara profesional dan hati-hati. Setiap langkah dilakukan berdasarkan Scientific Crime Investigation agar seluruh proses memiliki dasar hukum dan bukti yang kuat," kata Ipda Suprapto, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan laporan polisi diterima pada awal April 2026. Sejak saat itu penyidik Polsek Senduro bersama Satreskrim Polres Lumajang telah melakukan olah tempat kejadian perkara, menyita barang bukti dan memeriksa 10 saksi termasuk suami serta keluarga korban.

Menurut Suprapto, penyidik juga telah mengantongi hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik dan hasil otopsi sebagai bagian penting dalam proses penyelidikan.

"Hasil uji toksikologi menyatakan tidak ditemukan kandungan racun seperti sianida, pestisida maupun alkohol pada tubuh korban. Dugaan awal mengenai keracunan tidak terbukti berdasarkan pemeriksaan laboratorium," ujarnya.

Meski demikian hasil Visum et Repertum (VER) dalam menunjukkan korban mengalami kekerasan tumpul pada bagian depan kepala yang menyebabkan gegar otak berat hingga berujung pada kematian.

Suprapto mengatakan temuan tersebut masih memerlukan pendalaman karena penyidik harus memastikan penyebab luka tersebut melalui pembuktian ilmiah.

"Tantangan penyidik saat ini adalah memastikan apakah luka itu terjadi akibat perbuatan orang lain atau karena faktor lain. Proses itu harus dibuktikan dengan alat bukti yang sah karena kondisi TKP saat awal kejadian juga sudah berubah setelah warga memberikan pertolongan," jelasnya.

Ia menambahkan penyidik telah menggelar perkara di Satreskrim Polres Lumajang. Hasilnya belum ditemukan sedikitnya dua alat bukti yang sah untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Karena itu penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi tambahan, meminta keterangan dokter forensik yang melakukan otopsi serta menjadwalkan pemeriksaan ulang di lokasi kejadian sebelum dilaksanakan gelar perkara khusus.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Lumajang untuk mengevaluasi perkembangan penyelidikan. Semua langkah dilakukan agar perkara ini dapat diungkap secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan," tutur Suprapto.

Polres Lumajang juga memastikan komunikasi dengan keluarga korban dan kuasa hukum tetap dibuka. Penyidik akan menyampaikan perkembangan penyelidikan secara berkala agar proses hukum berjalan transparan.

"Kami memahami harapan keluarga korban. Karena itu kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara objektif tanpa mengabaikan asas kehati-hatian. Kami juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari penyidik," pungkas Ipda Suprapto.

20/07/2026

Pemkab Lumajang Siapkan Seragam Sekolah Gratis untuk 10-11 Ribu Siswa Baru SD dan SMP Negeri


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyiapkan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri pada tahun ajaran 2026. Program tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan menuju proses lelang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, mengatakan program itu diproyeksikan menjangkau sekitar 10 ribu hingga 11 ribu peserta didik baru di sekolah negeri yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

"Untuk SD dan SMP kira-kira kisaran 10-11 ribu siswa," kata Patria kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Lumajang menyiapkan anggaran sekitar Rp4,9 miliar yang akan digunakan untuk pengadaan seragam bagi siswa baru SD dan SMP negeri.

"Kami siapkan anggaran sekitar Rp4,9 miliar. Nanti akan meng-cover siswa baru di SD maupun SMP negeri yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan," ujarnya.

Patria menjelaskan, jumlah kebutuhan seragam dihitung berdasarkan rata-rata data penerimaan peserta didik baru dalam tiga tahun terakhir. 

Selain itu, Dindikbud juga menyiapkan tambahan stok guna mengantisipasi adanya siswa pindahan selama tahun ajaran berlangsung.

"Kami memakai data tiga tahun terakhir, kemudian dirata-rata. Kami juga mengajukan tambahan stok karena kemungkinan ada siswa baru pindahan dan lain sebagainya," jelasnya.

Meski demikian, bantuan seragam gratis tersebut saat ini hanya diperuntukkan bagi siswa baru di sekolah negeri. 

Menurut Patria, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama program tersebut belum dapat menjangkau sekolah swasta.

"Bantuan ini baru meng-cover siswa baru SD dan SMP negeri di bawah kewenangan Pemkab Lumajang. Anggarannya belum mencukupi apabila juga diberikan kepada siswa sekolah swasta," ungkapnya.

Meski begitu, Dindikbud terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, terkait kemungkinan perluasan sasaran penerima bantuan melalui pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

"Kami juga berkoordinasi dengan beberapa lembaga. Mungkin Kemenag juga mengusulkan kepada Bupati agar usulannya dapat diakomodasi dalam pembahasan PAK," imbuh Patria.

Saat ini, proses pengadaan seragam masih berada pada tahap perencanaan sebelum memasuki proses lelang. 

"Pemkab Lumajang berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga seragam gratis dapat segera dibagikan kepada siswa baru pada tahun ini, " Pungkasnya

Kodim 0821/Lumajang Perkuat Ketahanan Wilayah Melalui Penyuluhan P4GN


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang menggelar kegiatan Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang sebagai upaya memperkuat komitmen mewujudkan prajurit yang profesional, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Makodim 0821/Lumajang, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap semester tersebut diikuti oleh prajurit dan PNS Kodim 0821/Lumajang. Selain sebagai sarana edukasi, penyuluhan juga menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman personel terhadap bahaya narkoba, sekaligus memperkuat peran aparat kewilayahan dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Lumajang.

Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan P4GN merupakan bentuk komitmen nyata TNI AD dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba. Ia mengapresiasi seluruh personel Kodim 0821/Lumajang karena hingga saat ini tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan satuan.

"Penyuluhan P4GN ini merupakan agenda rutin yang kami laksanakan bersama BNNK Lumajang sebagai langkah pencegahan sejak dini. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota karena sampai saat ini tidak ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kodim 0821/Lumajang. Kondisi ini harus terus dipertahankan melalui disiplin, pengawasan, dan kepedulian bersama," ujar Mayor Tanuri.

Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba harus menjadi perhatian serius seluruh prajurit. TNI AD telah menerapkan kebijakan yang tegas terhadap setiap personel yang terbukti terlibat narkoba, termasuk pelaksanaan tes urine secara mendadak sebagai bentuk pengawasan dan deteksi dini.

Dalam kegiatan tersebut, Staf BNNK Kabupaten Lumajang, Devi Oktaviana, menyampaikan materi mengenai bahaya narkoba, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan, keluarga, dan kehidupan sosial, serta pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Ia juga menjelaskan bahwa ancaman narkoba merupakan salah satu bentuk proxy war, yaitu upaya melemahkan bangsa melalui perusakan moral, mental, dan ketahanan generasi muda tanpa menggunakan kekuatan militer secara langsung.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika dan psikotropika beserta dampaknya terhadap sistem saraf, organ tubuh, hingga risiko ketergantungan yang dapat menghancurkan masa depan individu maupun keluarga.

Kegiatan penyuluhan ini memberikan manfaat yang besar, tidak hanya bagi prajurit Kodim 0821/Lumajang, tetapi juga bagi masyarakat. Sebagai Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil), prajurit diharapkan menjadi pelopor dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba, sekaligus mampu mendeteksi dan mencegah peredarannya di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang lebih aman, sehat, dan produktif serta generasi muda yang terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Melalui kegiatan P4GN tersebut, Kodim 0821/Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program nasional pemberantasan narkoba sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui prajurit yang bersih, profesional, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. (Pendim 0821).

Babinsa Tegalbangsri Motivasi Pengrajin Tusuk Sate, Dorong UMKM Terus Berkembang


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan usaha masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Babinsa Tegalbangsri Koramil 0821-06/Ranuyoso, Sertu Mujahidin, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pembuat tusuk sate di Dusun Krajan, Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Mujahidin mengunjungi tempat usaha milik Jamsari yang telah lama menekuni produksi tusuk sate sebagai salah satu usaha rumahan yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi keluarga serta membuka peluang penghasilan bagi masyarakat sekitar.

Melalui komunikasi yang berlangsung santai dan penuh keakraban, Babinsa mendengarkan secara langsung kondisi usaha, mulai dari proses produksi, ketersediaan bahan baku, hingga pemasaran hasil produksi. Selain itu, ia juga memberikan motivasi agar pelaku UMKM tetap semangat mengembangkan usahanya di tengah dinamika perekonomian.

Sertu Mujahidin mengatakan bahwa pendampingan melalui komunikasi sosial merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk memberikan perhatian kepada pelaku UMKM yang berkontribusi terhadap perekonomian desa.

"UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami hadir untuk memberikan semangat, mendengar berbagai kendala yang dihadapi, serta mendorong para pelaku usaha agar terus berinovasi dan mempertahankan kualitas produknya sehingga mampu bersaing di pasar," kata dia.

Menurutnya, usaha pembuatan tusuk sate yang ditekuni Jamsari menjadi salah satu contoh usaha rumahan yang memiliki prospek baik karena produknya dibutuhkan secara berkelanjutan oleh para pedagang kuliner maupun masyarakat.

Sementara itu, Jamsari mengaku senang atas perhatian yang diberikan Babinsa kepada pelaku UMKM. Menurutnya, kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha untuk terus berkembang.

"Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Babinsa memberikan semangat kepada kami agar tetap optimistis menjalankan usaha. Mudah-mudahan usaha kecil seperti ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat sekitar," ungkapnya.

Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, diharapkan hubungan yang harmonis antara Babinsa dan masyarakat semakin erat, sekaligus mendorong tumbuhnya sektor UMKM sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi desa. Pendekatan yang dilakukan Babinsa juga menjadi bukti bahwa pembinaan teritorial tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi turut mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan di wilayah binaan. (Pendim0821)

Bersembunyi di Rumah Teman, Pelaku Curanmor Akhirnya Tak Berkutik Dibekuk Polisi

Pelaku curanmor saat diamankan polisi

Lumajang, (Onenewsjatim) – Satreskrim Polres Lumajang berhasil mengamankan satu pelaku pencurian sepeda motor yang sempat melarikan diri usai beraksi di pusat kota Lumajang, Sabtu (18/7/2026).

Pelaku berinisial IS, 31, warga Kecamatan Kedungjajang, ditangkap petugas Resmob saat bersembunyi di rumah temannya di Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, sekitar pukul 16.00 WIB.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, penangkapan IS merupakan hasil pengembangan dari penangkapan pelaku lainnya yang lebih dulu diamankan warga.

"Benar, anggota Satreskrim telah mengamankan satu pelaku curanmor berinisial IS. Yang bersangkutan ditangkap di Desa Grobogan saat bersembunyi di rumah temannya," ujar Ipda Suprapto.

Peristiwa pencurian itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di depan toko kosmetik di Jalan Kyai Ghozali, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. 

Berdasarkan keterangan kepolisian, IS beraksi bersama rekannya berinisial NS, warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang. 

Saat itu korban baru saja memarkir sepeda motornya di depan toko dalam keadaan terkunci setang, namun kunci magnet masih terbuka. Korban kemudian masuk ke dalam toko sambil membawa kunci asli.

Melihat kesempatan itu, NS turun dari motor dan mencoba membawa kabur sepeda motor korban menggunakan kunci palsu. Sementara IS menunggu di sekitar lokasi menggunakan sepeda motor Vario 150 warna merah doff.

Aksi tersebut sempat diketahui karyawan toko yang langsung berteriak "maling". Panik, para pelaku berusaha kabur ke arah timur. Namun sekitar 10 meter dari lokasi, NS kehilangan kendali dan terjatuh bersama motor curian.

"Warga yang mendengar teriakan langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan NS. Sempat terjadi amukan massa sebelum akhirnya kami amankan," jelas Ipda Suprapto.

Sementara itu IS berhasil melarikan diri ke arah selatan. Tim Resmob kemudian melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga akhirnya menemukan keberadaan IS di Desa Grobogan.

"Saat ini kedua pelaku sudah kami amankan di Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut. Motor yang digunakan pelaku dan barang bukti lainnya juga sudah diamankan," tambah Ipda Suprapto.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 477  KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved