-->

06/09/2026

Kapolres Lumajang Pimpin Patroli Skala Besar, Sasar Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas



Lumajang, (Onenewsjatim) – Polres Lumajang menggelar patroli skala besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026) malam.

Patroli yang merupakan bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) tersebut dipimpin langsung Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi S.H., S.I.K., M.H.

Kapolres bahkan turun langsung memimpin patroli dengan mengendarai sepeda motor bersama personel gabungan.

Patroli menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, termasuk titik yang kerap menjadi tempat berkumpulnya warga pada malam hari.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kriminalitas, gangguan keamanan serta aksi balap liar yang masih menjadi keluhan masyarakat.

"Pada malam hari ini, Polres Lumajang akan melaksanakan kegiatan patroli skala besar, kegiatan rutin yang ditingkatkan," kata AKBP Riki Yariandi.

Menurut dia, personel akan menyisir sejumlah wilayah yang dianggap rawan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

"Kita akan menyisir ke beberapa tempat atau daerah-daerah yang diketahui rawan," ujarnya.

Selain melakukan patroli, polisi juga berhenti di sejumlah titik yang sering digunakan sebagai lokasi nongkrong masyarakat.

Di lokasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan edukasi dan imbauan kamtibmas.

Polisi juga memberikan perhatian khusus terhadap kendaraan yang diduga digunakan untuk aksi balap liar.

"Kita berhenti di tempat-tempat yang cukup rawan dan sering dilakukan tempat-tempat nongkrong, sehingga kita lakukan pemeriksaan dan edukasi, serta melakukan penindakan yang tegas dan humanis terhadap para pelaku balap liar," jelasnya.

Sasar Motor Spek Tak Sesuai

AKBP Riki mengatakan, kendaraan yang menjadi sasaran pemeriksaan antara lain sepeda motor dengan spesifikasi yang tidak sesuai standar serta menggunakan knalpot brong.

Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kendaraan tersebut tidak digunakan untuk mengganggu ketertiban masyarakat, khususnya pada malam hari.

"Sasarannya kepada motor-motor yang terlihat speknya tidak sesuai, dan terlihat menggunakan knalpot brong," katanya.

Untuk mengantisipasi adanya kendaraan yang diamankan dalam kegiatan tersebut, Polres Lumajang juga menyiapkan tim sapu bersih.

Tim tersebut dilengkapi kendaraan truk yang digunakan untuk mengangkut sepeda motor hasil penindakan apabila ditemukan pelanggaran.

"Kita juga menyiapkan tim sapu bersih, truk yang digunakan untuk mengangkut kendaraan balap liar," ujar Riki.

Kapolres menegaskan, patroli skala besar tersebut merupakan bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Selain melakukan penindakan terhadap pelanggaran, polisi juga mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menekan potensi terjadinya kriminalitas dan gangguan kamtibmas.

"Kehadiran kita, Polres Lumajang, mudah-mudahan bisa berdampak positif kepada masyarakat, karena banyak juga masyarakat yang mengeluhkan, merasakan bahwa masih terjadi balap liar," ungkapnya.

Riki berharap kegiatan patroli dan penindakan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menekan angka kriminalitas serta aksi balap liar di wilayah Kabupaten Lumajang.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat ikut berperan menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

"Mudah-mudahan kita terus menekan angka kriminalitas di wilayah Kabupaten Lumajang. Mari, sama-sama kita menjaga situasi kamtibmas di Polres Lumajang, tetap aman, tertib dan kondusif," pungkasnya.(imam) 



05/09/2026

Cegah Karhutla dan Penyakit Masyarakat, Polres Probolinggo Rangkul Warga Tengger


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Polres Probolinggo Polda Jawa Timur memperkuat sinergi dengan masyarakat adat Tengger dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Langkah ini dilakukan melalui kegiatan silaturahmi dan sosialisasi yang digelar di Balai Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dan dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Probolinggo Polda Jatim sebagai wadah dialog interaktif pada Jumat, (4/9/2026).

Selain membahas kelestarian lingkungan Bromo, pertemuan tersebut juga mengulas antisipasi penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), minuman beralkohol, hingga keamanan di kawasan wisata Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, melalui Kasat Intelkam AKP Hartanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat akar rumput.

“Melalui silaturahmi dan dialog ini, kami ingin membangun komunikasi yang semakin erat dengan masyarakat Tengger. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujar AKP Hartanto.

Mengingat Kecamatan Sukapura merupakan kawasan penyangga Gunung Bromo, ancaman kebakaran hutan menjadi perhatian khusus. 

Kapolsek Sukapura, Iptu D.J. Setyo, menegaskan pihaknya terus mengedepankan langkah preventif kepada warga setempat maupun wisatawan.

“Khusus terkait karhutla di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya, kami mengedepankan pencegahan melalui edukasi dan imbauan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api. Jika melihat potensi kebakaran, kami meminta warga segera melapor ke petugas agar bisa ditangani sedini mungkin,” kata Iptu D.J. Setyo.

Selain isu lingkungan, ancaman narkoba dan judi online juga menjadi poin penting dalam sosialisasi tersebut. Kasat Resnarkoba Iptu Darmawan menekankan pentingnya benteng pertahanan dari tingkat keluarga dan desa.

“Pencegahan narkoba butuh peran bersama. Kami dari kepolisian siap berkolaborasi dalam edukasi, bahkan siap memfasilitasi pemeriksaan urine sebagai langkah deteksi dini di tingkat desa,” sebut Iptu Darmawan.

Di sisi penegakan hukum, Kasat Reskrim AKP I Made Kembar Mertadana memberikan apresiasi tinggi kepada warga Sukapura yang selama ini berhasil menjaga wilayahnya tetap kondusif. 

Terkait penyakit masyarakat seperti judi online dan miras, pihak Satreskrim tetap mengutamakan pembinaan dan edukasi hukum.

Sementara itu, Kasat Pam Obvit AKP Merdhania Pravita Shanty mengingatkan kembali bahwa Gunung Bromo memiliki nilai spiritual dan ekonomi yang tinggi bagi warga lokal, sehingga wajib dijaga bersama secara humanis.

“Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup masyarakat Tengger. Mari kita sama-sama menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkas AKP Vita. (*)

Retribusi Pemanfaatan Rumija Kabel Internet di Lumajang Tembus Rp57,1 Juta


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemanfaatan ruang milik jalan (Rumija) untuk pemasangan jaringan kabel internet memberikan tambahan pendapatan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur.

Hingga Agustus 2026, Pemkab Lumajang telah mengantongi pendapatan sebesar Rp57.168.500 dari retribusi pemakaian Rumija untuk jaringan utilitas tersebut.

Pendapatan itu berasal dari 13 perusahaan penyedia jasa internet atau provider yang telah mengantongi izin pemanfaatan Rumija. Total jaringan kabel internet yang menggunakan aset jalan kabupaten mencapai sekitar 359,666 kilometer.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lumajang, Heri Kurniawan, mengatakan realisasi tersebut telah melewati target pendapatan yang ditetapkan untuk tahun ini.

Menurutnya, target retribusi pemanfaatan Rumija 2026 hanya sebesar Rp35,7 juta. Dengan demikian, realisasi hingga Agustus sudah berada jauh di atas proyeksi awal.

“Realisasi ini juga sudah melampaui capaian PAD retribusi pemakaian Rumija untuk jaringan utilitas yang sebelumnya sebesar Rp45.817.600,” kata Heri, Jumat (4/9/2026).

Heri menjelaskan, pungutan retribusi tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lumajang Nomor 9 Tahun 2025 tentang retribusi pemakaian tanah untuk jaringan utilitas.

Untuk kabel internet dengan diameter 0 hingga 4 inci, provider dikenakan tarif Rp150 per meter setiap tahun. Dengan perhitungan tersebut, biaya yang harus dibayarkan mencapai Rp15.000 untuk setiap 100 meter jaringan per tahun.

Jaringan Bertambah, Retribusi Ikut Naik

Heri menyebut peningkatan penerimaan retribusi tidak terlepas dari semakin luasnya jaringan internet yang dibangun para provider.

Pertumbuhan pelanggan membuat perusahaan penyedia layanan internet terus melakukan ekspansi jaringan. Kondisi tersebut otomatis meningkatkan panjang kabel yang memanfaatkan Rumija milik Pemkab Lumajang.

“Ketika jaringan bertambah, otomatis retribusinya juga meningkat. Misalnya sebelumnya memasang 100 meter, kemudian tahun berikutnya bertambah menjadi 200 meter, maka kewajiban retribusinya ikut bertambah,” jelasnya.

Selain ekspansi jaringan, peningkatan PAD juga dipengaruhi oleh provider yang sebelumnya belum mengurus izin. Setelah mengajukan perizinan dan dinyatakan resmi, mereka kemudian memiliki kewajiban membayar retribusi atas pemanfaatan Rumija.

Kabel Berizin Akan Dipasangi Identitas

Untuk mempermudah pengawasan, Dinas PUTR Lumajang berencana memberikan identitas pada kabel jaringan milik provider yang telah memiliki izin.

Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat mengetahui jaringan yang resmi sekaligus mempermudah penanganan apabila ditemukan kabel yang mengganggu pengguna jalan.

Heri mencontohkan kabel yang menjuntai terlalu rendah atau menggantung di atas badan jalan. Kondisi seperti itu dinilai dapat membahayakan pengendara maupun masyarakat.

“Kalau ada kabel yang pemasangannya mengganggu jalan atau pengendara, termasuk kabel yang menggantung, kami akan berkoordinasi dengan provider untuk segera merapikannya,” ujarnya.

Kabel Ilegal Bakal Ditertibkan

Ke depan, Dinas PUTR Lumajang juga menyiapkan langkah penertiban terhadap jaringan kabel internet yang dipasang tanpa izin.

Penertiban rencananya melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD).

Heri mengatakan penertiban terhadap kabel internet yang tidak memiliki izin ditargetkan mulai dilakukan pada 2027.

“Termasuk kabel yang tidak resmi dan tidak berizin, mulai tahun 2027 akan kami tertibkan bersama instansi terkait,” pungkasnya. (Mam) 

Babinsa Sukorejo Turun ke Sawah, Dampingi Petani Lakukan Pemupukan Padi


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus membantu petani menjaga pertumbuhan tanaman padi, Babinsa Sukorejo Koramil 0821-17/Pasrujambe Serda Khamim Tohari Muslih melaksanakan pendampingan pemupukan tanaman padi bersama petani di lahan sawah milik Mistoko, anggota Poktan Argorejo III, Dusun Rambaan, Desa Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan pada lahan persawahan seluas kurang lebih 0,3 hektare. Serda Khamim Tohari Muslih turut mendampingi petani dalam proses pemupukan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pendampingan di bidang pertanian di wilayah binaannya.

Pendampingan dilakukan untuk memberikan motivasi kepada petani agar senantiasa memperhatikan tahapan pemeliharaan tanaman, termasuk pemupukan yang tepat. Pemupukan menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan tanaman padi karena kebutuhan unsur hara yang cukup dapat mendukung pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen.

Serda Khamim Tohari Muslih menyampaikan bahwa pendampingan kepada petani merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap sektor pertanian. Dengan hadir langsung di lapangan, Babinsa dapat membantu memberikan motivasi sekaligus mendorong petani untuk terus mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada petani. Kami berharap melalui pemeliharaan yang baik, termasuk pemupukan yang tepat, tanaman padi dapat tumbuh dengan optimal sehingga hasil panen nantinya juga semakin baik,” ujar dia.

Sementara itu, Mistoko mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah kegiatan pertanian memberikan semangat bagi petani untuk lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam merawat tanaman.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin baik antara Babinsa dan kelompok tani dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian. Pendampingan secara berkelanjutan juga diharapkan mampu mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas serta menjaga ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Pasrujambe. (Pendim0821)

Semangat Gotong Royong, Babinsa Sumbersari Bantu Pembangunan Mushola Ar Roghibin


Lumajang,(Onenewsjatim)-
Semangat kebersamaan dan gotong royong terus ditunjukkan Babinsa Sumbersari Koramil 0821-16/Rowokangkung Sertu Eko Sumarno bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan sarana ibadah. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti pembangunan Mushola Ar Roghibin yang berada di Dusun Bayur, Desa Sumbersari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Eko Sumarno bersama warga bahu-membahu mengerjakan berbagai pekerjaan pembangunan mushola. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya mendorong semangat gotong royong dalam memenuhi kebutuhan fasilitas umum, khususnya tempat ibadah bagi warga setempat.

“Kegiatan gotong royong seperti ini merupakan wujud kebersamaan. Dengan saling membantu, pekerjaan menjadi lebih ringan dan hubungan silaturahmi antar warga juga semakin erat,” ujar dia.

Ia menambahkan, Babinsa akan terus berupaya hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat sebagai bagian dari tugas pembinaan wilayah. Kehadiran tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sementara itu, Kepala Dusun Bayur Zaenuri menyampaikan bahwa, pembangunan mushola bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, dan juga kegiatan  kerja bakti tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan fasilitas ibadah dapat dilakukan melalui semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kebersamaan Babinsa dan warga dalam pembangunan mushola ini. Semoga Mushola Ar Roghibin nantinya dapat menjadi tempat ibadah yang layak, nyaman, serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Dusun Bayur,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat gotong royong di tengah masyarakat Desa Sumbersari semakin kuat. Selain mempercepat proses pembangunan mushola, kebersamaan yang terjalin juga menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang kompak, peduli dan saling mendukung. (Pendim0821)

Purnomo, Penjual Bakso yang Kaget Desilnya Naik Jadi 5 hingga PKH Terhenti


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Purnomo, warga Jalan Ciliwung, Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, kaget setelah mengetahui status desil kesejahteraannya dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) berubah dari desil 3 menjadi desil 5.

Perubahan tersebut berdampak pada bantuan sosial yang selama ini diterimanya. Purnomo mengaku sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026 tidak lagi menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Enggak ngerti saya mas, moro-moro desilku dadi lima (tiba-tiba desil saya jadi lima)," kata Purnomo kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).

Purnomo mengaku sebelumnya mendapatkan bantuan PKH yang diberikan setiap tiga bulan sekali. Namun, bantuan tersebut kini tidak lagi diterimanya.

"Dulu biasanya dapat bantuan PKH sekitar Rp 600 ribu. Tiga bulan sekali. Tapi sebelum Lebaran sudah tidak dapat sampai sekarang," ujarnya.

Menurut Purnomo, dirinya baru mengetahui status desilnya berubah setelah bantuan PKH tidak lagi diterima. Ia pun mengaku bingung karena kondisi ekonominya masih tergolong pas-pasan.

Sehari-hari Purnomo mengandalkan penghasilan dari berjualan bakso menggunakan gerobak. Pendapatannya tidak menentu, tergantung dari hasil penjualan setiap hari.

"Kalau habis jualan, paling tinggi laba Rp 100 ribu. Rata-rata ya sekitar Rp 50 ribu sehari," ungkapnya.

Kondisi tersebut semakin berat lantaran Purnomo belum memiliki rumah sendiri. Ia bersama keluarganya masih tinggal di rumah kontrakan dengan biaya sekitar Rp 2 juta per tahun.

"Saya belum punya rumah, masih ngontrak. Setahun Rp 2 juta. Bagian belakang rumah juga masih sesek bambu," tuturnya.

Purnomo juga masih harus memenuhi kebutuhan pendidikan dua anaknya. Salah satu anaknya sedang kuliah dan mendapatkan beasiswa, sedangkan anak lainnya mondok.

"Anak saya dua. Yang satu kuliah alhamdulillah dapat beasiswa, yang kecil mondok. Tapi yang kecil belum dapat bantuan," katanya.

Ia mengaku perubahan status desil tersebut membuat dirinya khawatir. Sebab, di tengah pendapatan yang tidak menentu, bantuan PKH sebelumnya cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

"Dampaknya ya tidak dapat bantuan dari pemerintah," ucapnya.

Purnomo berharap data kondisi sosial ekonominya dapat kembali disesuaikan dengan keadaan sebenarnya. Ia mengaku belum mengajukan pemutakhiran data kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Lumajang.

"Saya tidak mengerti. Tiba-tiba desil saya menjadi lima, padahal dulunya ada bantuan," pungkasnya.

04/09/2026

Babinsa Mangunsari Kawal Pembangunan Drainase 100 Meter di Kampung Baru


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah binaan, Babinsa Mangunsari Koramil 0821-15/Tekung Kopka Suwardi bersama warga melaksanakan pendampingan sekaligus mengawal kegiatan pembangunan drainase sepanjang 100 meter di Dusun Kampungbaru RT 001 RW 001, Desa Mangunsari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan proses penggalian sebagai bagian dari tahapan pembangunan drainase. Babinsa Kopka Suwardi turut hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pendampingan serta membantu kelancaran kegiatan yang dilaksanakan secara gotong royong.

Menurut Kopka Suwardi, kehadiran Babinsa dalam kegiatan pembangunan desa merupakan bagian dari upaya untuk terus menjalin kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat. 

Selain mendukung kelancaran pekerjaan, pendampingan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong warga.

“Pembangunan drainase ini sangat penting bagi masyarakat karena berfungsi mengatur dan memperlancar aliran air di pengairan pertanian. Dengan saluran yang baik, diharapkan nantinya kebutuhan air bagi warga petani,” kata dia.

Pembangunan drainase sepanjang 100 meter tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi warga tani. Selain membantu memperlancar pembuangan air, 

Kepala Dusun Kampungbaru Sunaryo menyampaikan bahwa pembangunan drainase sepanjang 100 meter tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendukung sistem pengairan pertanian di wilayah dusun. Saat ini kegiatan masih dalam tahap penggalian sebagai bagian awal dari proses pembangunan.

“Pembangunan drainase ini memang sangat dibutuhkan, terutama untuk mengatur aliran air bagi para petani agar lebih terarah. Dengan adanya saluran yang dibangun dengan baik, kami berharap aliran air dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu lahan milik warga tani lainnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Mangunsari terus berupaya hadir dan berperan aktif dalam setiap kegiatan kewilayahan, termasuk mendukung pembangunan infrastruktur desa. Sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, petugas pengairan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan serta mendukung kesejahteraan pertanian. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved