Lumajang, (Onenewsjatim) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di lereng Gunung Semeru hingga hari ke-9 masih terus ditangani. Data sementara BPBD Kabupaten Lumajang mencatat total luasan hutan dan lahan yang terbakar mencapai sekitar 3.072 hektare.
Kebakaran tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang. Pergerakan api juga meluas ke kawasan TNBTS yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan luasan tersebut tersebar di sejumlah blok kawasan TNBTS.
"Luasan terbakar sampai saat ini sekitar 3.072 hektare," kata Yudi, Kamis (3/9/2026).
Yudi merinci, kebakaran di kawasan TNBTS wilayah Pasuruan yang meliputi Blok Dingklik, Pacis Bincil, Kedaluh, dan Penanjakan mencapai sekitar 211,24 hektare.
Sementara di wilayah Probolinggo, kebakaran terjadi di Blok Argowulan dengan luasan sekitar 86,23 hektare. Kemudian kebakaran di sekitar kawasan Jembatan Kaca tercatat sekitar 3,84 hektare.
"Begitu juga di Blok Bantengan, Watangan, Jantur serta B29 ada sekitar 881,78 hektare terbakar," ujarnya.
Untuk wilayah Kabupaten Lumajang, kebakaran terjadi di Blok Ledok Tirem, Ranupani, Kecamatan Senduro, dengan luas sekitar 1,84 hektare.
Sedangkan kawasan Ranu Kumbolo dan sekitarnya menjadi lokasi dengan luasan terbakar paling besar. BPBD Lumajang mencatat sekitar 1.887,07 hektare kawasan tersebut terdampak karhutla.
"Di Blok Ranu Kumbolo dan sekitarnya ada sekitar 1.887,07 hektare terbakar," beber Yudi.
Dengan demikian, total luasan karhutla yang terdata BPBD Lumajang di sejumlah blok kawasan TNBTS mencapai sekitar 3.072 hektare.
Water Bombing 21 Kali
Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Pada Rabu (2/9), operasi water bombing dilakukan menggunakan helikopter milik BPBD Provinsi Jawa Timur.
Dalam operasi tersebut, helikopter dengan nomor PK-DAP melakukan pengeboman air sebanyak 21 kali. Total air yang dijatuhkan mencapai 21.000 liter dengan kapasitas angkut sekitar 1.000 liter dalam sekali operasi.
"Water bombing dilakukan sebanyak 21 kali (21.000 liter) menggunakan Helikopter PK-DAP kapasitas 1.000 liter dari BPBD Provinsi Jawa Timur," ungkap Yudi.
Selain melalui udara, pemadaman juga dilakukan secara manual oleh tim gabungan. Petugas melakukan pembasahan di sejumlah titik menggunakan peralatan seperti gepyok, jet shooter, dan blower.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pemadaman manual berada di balik Bukit Landengan Dowo hingga kawasan sebelum Pos 1 jalur pendakian Ranu Kumbolo.
Namun, proses pemadaman tidak mudah. Sejumlah titik api hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Kondisi medan yang sulit, ditambah kabut tebal dan angin cukup kencang, turut menghambat pergerakan petugas maupun pelaksanaan water bombing.
"Lokasi titik api hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki. Selain itu, kabut dan angin yang cukup kencang menghambat pergerakan tim, terutama pelaksanaan water bombing oleh helikopter," jelasnya.
Jalur Pendakian Jadi Perhatian
Memasuki hari ke-9 penanganan karhutla, tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik.
Yudi mengatakan, untuk jalur 1 pendakian Semeru, pemadaman dilakukan secara manual. Sementara jalur 2 dan kawasan Ayak-Ayak memiliki medan yang lebih sulit sehingga penanganannya membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.
"Untuk kondisi hari ini, terutama di jalur 1 pendakian Semeru, itu memang sudah dilakukan secara manual. Untuk jalur 2 sama daerah Ayak-Ayak memang kondisinya atau medannya sulit untuk diakses secara manual," katanya.
Karena kondisi medan tersebut, pemadaman di jalur 2 dan kawasan Ayak-Ayak berpotensi kembali dibantu dengan operasi water bombing.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNBTS, masyarakat peduli api, TNI, dan Polri terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet dan menjalar ke titik lainnya.
"Teman-teman BPBD bersama TNBTS, masyarakat peduli api, TNI dan Polri berupaya secara maksimal untuk pemadaman, sekiranya tidak merembet ataupun menjalar ke titik-titik api yang lain," tutur Yudi.
BPBD Lumajang masih mewaspadai kemungkinan bertambahnya luasan area terbakar. Sebab, kondisi di lapangan masih dinamis dan sejumlah titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau.
"Untuk luasnya, sementara ini tidak menutup kemungkinan akan bertambah seperti hari kemarin. Semoga tidak ada tambahan lagi di daerah ataupun perluasan hektare," pungkasnya.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram