-->

12/02/2026

Sinergi TNI dan Komunitas Sakera, 100 Warga Bades Terima Bantuan Sembako


Lumajang , (Onenewsjatim)-
Dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Kodim 0821/Lumajang bersama Forkopimcam Pasirian dan Komunitas Sakera Lumajang menggelar aksi bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada 100 warga kurang mampu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Kodim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri dan dilaksanakan di Balai Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026). Turut hadir unsur Forkopimcam Pasirian, perangkat desa, serta perwakilan Komunitas Sakera Lumajang yang bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.

Dalam keterangannya, Mayor Inf Tanuri menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI bersama unsur terkait dan komunitas masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan, terutama di tengah mulai naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan.

“Menjelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran, biasanya harga bahan pokok mulai mengalami kenaikan. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan sembako yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mayor Tanuri.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan komunitas sosial dalam memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, kebersamaan dan gotong royong merupakan kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan penuh rasa kekeluargaan. Para penerima bantuan tampak bersyukur dan mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Kodim 0821/Lumajang dan seluruh pihak yang terlibat.

“Melalui aksi bansos ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga suasana menyambut Ramadhan dapat dirasakan dengan penuh kebahagiaan, kebersamaan, dan rasa saling peduli antar sesama,” pungkasnya. (Pendim0821)

Protes Penanganan OTT Solar, Mahasiswa Tutup Mulut dengan Lakban di Depan Mapolres


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lajang Study Gerakan dan Advokasi (LSGA) PMII Cabang Lumajang menggelar aksi bungkam di depan Mapolres Lumajang, Kamis (19/2/2026). 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi yang terjadi pada 3 November 2025 dan hingga kini belum menetapkan tersangka

Aksi berlangsung sekitar 30 menit. Para mahasiswa berdiri berjajar di depan gerbang Mapolres dengan mengenakan pakaian serba hitam. 

Mereka menutup mulut menggunakan lakban sebagai simbol kekecewaan terhadap proses hukum yang dinilai berjalan lambat.

Sejumlah poster turut dibentangkan dalam aksi tersebut. Di antaranya bertuliskan “Polda Bisa 4 Hari, Kenapa Polres Butuh 100 Hari?” dan “03 November 2025: Sudah 3 Bulan Lalu, Tapi Tersangka Masih Hantu”.

Koordinator aksi, Amar Kusairi, menegaskan bahwa aksi bungkam dipilih sebagai simbol atas sikap kepolisian yang dinilai tidak responsif terhadap upaya dialog yang telah dilakukan mahasiswa.

“Para mahasiswa melakukan aksi dengan menutup mulut dengan lakban. Hingga saat ini Polres Lumajang belum menetapkan satu tersangka,” tegas Amar.

Menurutnya, lambatnya penanganan perkara tersebut berbanding terbalik dengan kinerja Polda Jawa Timur dalam kasus serupa.

“Selama tiga bulan Polres Lumajang kesulitan mengungkap tersangka, sedangkan ketika Polda Jatim melakukan OTT pada 7 Februari kemarin, hanya butuh waktu empat hari,” ujarnya.

Amar juga mengungkapkan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang dikirimkan Polres Lumajang pada 10 Februari lalu. Namun, ia menilai surat tersebut terlambat.

“Kami punya surat SP2HP yang dikirimkan tanggal 10 Februari. Menurut kami itu terlambat, padahal kami sudah melayangkan surat audiensi sebelumnya. Mengapa harus menunggu aksi dulu baru ada surat?” katanya.

Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena surat audiensi yang diajukan tidak mendapat balasan.

“Kita tidak ujuk-ujuk aksi. Kami sudah melakukan upaya untuk membuka ruang dialog, tetapi tidak ada balasan. Maka kami bungkam sebagai simbol bahwa aspirasi kami juga dibungkam,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, S.H., menyatakan pihaknya telah menerima aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.

“Kami sudah menerima aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa. Untuk kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. Nanti hasilnya seperti apa akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Imam)

52.773 Peserta BPJS PBI di Lumajang Dinonaktifkan Usai Pemutakhiran Data


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Sebanyak 52.773 peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kabupaten Lumajang dinonaktifkan setelah adanya pemutakhiran data yang dilakukan Kementerian Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, mengatakan penonaktifan tersebut merupakan hasil penyesuaian data berdasarkan tingkat kesejahteraan penerima manfaat.

“Dari total 411.546 peserta BPJS Kesehatan segmen PBI di Lumajang, terdapat 52.773 peserta yang dinonaktifkan setelah adanya pemutakhiran data dari Kementerian Sosial,” kata Indriono, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, peserta yang dinonaktifkan merupakan kelompok masyarakat pada desil 6 hingga 10, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi dibandingkan sasaran utama program.

Penonaktifan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/H/U/K/2026 yang ditetapkan pada 19 Januari 2026 dan mulai berlaku pada awal Februari 2026.

“Pemutakhiran ini dilakukan agar program PBI tepat sasaran, yaitu bagi masyarakat yang benar-benar miskin dan tidak mampu, yakni pada desil 1 sampai 5,” ujarnya.

Meski demikian, Indriono menegaskan masyarakat yang dinonaktifkan tetap dapat mengajukan reaktivasi kepesertaan apabila memenuhi kriteria tertentu, terutama bagi yang sedang sakit kronis atau dalam kondisi gawat darurat.

“Masyarakat yang tengah menjalani perawatan intensif atau mengalami penyakit kronis dan kesulitan akses layanan kesehatan karena PBI-nya tidak aktif, dapat mengajukan permohonan reaktivasi ke Dinas Sosial,” jelasnya.

Untuk pengajuan tersebut, warga diminta membawa sejumlah persyaratan, antara lain KTP, kartu keluarga, surat rujukan atau keterangan berobat dari rumah sakit atau puskesmas, serta surat keterangan tidak mampu dari desa.

Menurutnya, reaktivasi dapat dilakukan apabila setelah verifikasi diketahui bahwa yang bersangkutan benar-benar masuk kategori miskin atau rentan miskin serta mengalami kondisi medis yang memerlukan penanganan segera.

“Reaktivasi bisa dilakukan dengan kriteria masyarakat tersebut memang tidak mampu dan mengalami sakit kronis atau kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa,” kata Indriono.

Program BPJS PBI sendiri merupakan bantuan sosial dari pemerintah pusat yang menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, sehingga akses layanan kesehatan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. (Imam)

11/02/2026

Polantas Menyapa Ojol Lumajang, Polisi Ajak Maju Bersama Jaga Kamseltibcarlantas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Jawa Timur bersama Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang bersilaturahmi dengan komunitas ojek online (Ojol) di Kabupaten Lumajang. Kegiatan berlangsung di Warkop Ojol Kamtibmas, Jalan Panglima Besar Sudirman, Lumajang, Rabu (11/2/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Polantas Menyapa, yang bertujuan mendekatkan Polri dengan masyarakat, khususnya para pengemudi ojol, melalui dialog santai dan terbuka.

Warkop Ojol Kamtibmas sendiri disiapkan sebagai ruang komunikasi antara kepolisian dan komunitas ojol, sekaligus menjadi sarana penyampaian pesan-pesan kamtibmas dan keselamatan berlalu lintas.

Kanit Sie Dikmas Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim, AKP Harrio Bobyans Saputra, S.T., M.H., mengatakan bahwa kegiatan Polantas Menyapa ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, terutama terkait ketertiban berlalu lintas.

“Hari ini kami dari Dikmas Ditlantas Polda Jatim melaksanakan Polantas Menyapa. Tujuannya ingin langsung menanyakan aspirasi masyarakat, khususnya terkait tertib berlalu lintas di jalan raya,” ujar AKP Harrio.

Ia menjelaskan, saat ini jajaran kepolisian tengah melaksanakan Operasi Keselamatan yang berlangsung sejak 2 Februari hingga 15 Februari 2026. Operasi tersebut merupakan pra-operasi sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Operasi keselamatan ini untuk mengecek kesiapan menjelang Operasi Ketupat. Minggu depan sudah memasuki bulan Ramadan dan pertengahan Maret nanti akan dilaksanakan Operasi Ketupat,” jelasnya.

AKP Harrio menambahkan, kegiatan Polantas Menyapa di Lumajang dilaksanakan di dua titik, yakni Warkop Ojol Kamtibmas dan Masjid Agung Alun-alun Lumajang. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak bersifat terkoersif dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan lalu lintas.

“Kami mengajak komunitas ojol untuk maju bersama pihak kepolisian. Ojol kami harapkan bisa menjadi representasi dan perpanjangan tangan kepolisian di lapangan. Jika ada kejadian kemacetan maupun indikasi kriminalitas, mohon segera disampaikan kepada kami,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua POOL Lumajang, Yony Febrianto, S.Sos, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kehadiran Ditlantas Polda Jatim dan Satlantas Polres Lumajang.

“Alhamdulillah hari ini kami kedatangan dari Polda Jatim, khususnya dari Dikmas yang memberikan edukasi kepada kami para pengemudi ojol,” ujar Yony.

Menurutnya, komunitas ojol di Lumajang siap bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama karena aktivitas ojol kerap dilakukan hingga malam hari.

“Aspirasi yang kami sampaikan terkait keamanan di lapangan, karena ojol bekerja on beat, termasuk malam hari. Kami berharap ada dukungan dan sinergi yang berkelanjutan,” katanya.

Yony juga berharap komunitas ojol dapat menjadi agen keselamatan berlalu lintas sekaligus teladan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ojol bisa menjadi pioner dan contoh dalam hal kedisiplinan, ketertiban, dan keamanan berlalu lintas di Lumajang,” pungkasnya.(Imam)

Dukung UMKM Desa, Babinsa dan Warga Bersihkan Rest Area Kopi Jatian Kenongo


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus dukungan terhadap pengembangan potensi ekonomi desa, Babinsa Kenongo Koramil 0821-04/Gucialit Serda Moch. Agus Arifin bersama Pemerintah Desa dan warga melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan Rest Area Kopi Jatian Kenongo, yang berlokasi di Dusun Margodadi, Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (11/2/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan area sekitar rest area, pemangkasan rumput liar, pembersihan sampah, serta penataan lingkungan agar terlihat lebih rapi dan nyaman bagi para pengunjung. Rest area Kopi Jatian sendiri menjadi salah satu titik singgah favorit masyarakat maupun wisatawan yang melintas di kawasan Gucialit.

Disela kegiatannya, Babinsa Kenongo Serda Moch. Agus Arifin mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami selalu siap mendukung setiap kegiatan positif di desa binaan. Kerja bakti ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kepedulian bersama terhadap fasilitas umum yang menjadi kebanggaan desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kenongo, Slamet Triono, menjelaskan bahwa kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan untuk menjaga kebersihan dan kerapian Rest Area Kopi Jatian agar tetap nyaman bagi masyarakat dan para pengunjung. 

Ia juga menerangkan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung peningkatan UMKM, khususnya para pelaku usaha kopi dan produk lokal di wilayah Desa Kenongo, sehingga keberadaan rest area dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga. 

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada warga dan pengunjung. Di samping itu, ini juga sebagai bentuk upaya meningkatkan UMKM di wilayah binaan, khususnya para pelaku usaha kopi dan produk lokal yang berjualan di sekitar rest area,” ungkapnya.

Dengan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman, diharapkan Rest Area Kopi Jatian Kenongo semakin diminati pengunjung serta mampu menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat setempat. Sinergi antara Babinsa, Pemerintah Desa, dan warga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong tetap terjaga demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. (Pendim0821)

Open House 2026, TK Kartika IV-70 Lumajang Dorong Kreativitas dan Karakter Anak


Lumajang, (Onenewsjatim)-T
K Kartika IV-70 Lumajang menggelar kegiatan Open House Tahun 2026 dengan menghadirkan berbagai perlombaan edukatif, seperti lomba mewarnai, hafalan surat pendek, dan karate, bertempat di halaman sekolah setempat, Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Prestasi Gemilang Sang Juara” tersebut menjadi ajang pengembangan bakat sekaligus pembentukan karakter anak usia dini.

Acara berlangsung meriah dengan diikuti para siswa serta dukungan penuh dari orang tua dan masyarakat sekitar. Suasana penuh semangat terlihat saat para peserta menunjukkan kreativitas dalam mewarnai, kemampuan menghafal surat pendek Al-Qur’an, hingga ketangkasan dalam demonstrasi karate.

Ketua Yayasan Koordinator Kodim 0821/Lumajang, Ny. Anita Kurnia Rahman, hadir memberikan dukungan sekaligus apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Ia menyampaikan bahwa Open House bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga sarana membangun kepercayaan diri dan menumbuhkan semangat berprestasi sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diberi ruang untuk mengekspresikan potensi mereka. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, serta memiliki karakter yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan Open House juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. Para guru turut berperan aktif mendampingi peserta, memastikan kegiatan berjalan edukatif, aman, dan menyenangkan.

Sementara itu, Kepala sekolah TK Kartika IV-70 Lumajang, Ny. Nastiti Rahayu menyampaikan bahwa tema yang diangkat bertujuan menanamkan semangat juara bukan hanya dalam meraih prestasi, tetapi juga dalam sikap disiplin, kerja keras, dan sportivitas.

Dengan terselenggaranya Open House 2026, diharapkan TK Kartika IV-70 Lumajang terus menjadi lingkungan belajar yang inspiratif, sekaligus mampu mencetak generasi muda yang berprestasi, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan. (Pendim 0821).

100 Ruas Jalan Rusak Parah di Lumajang, Pemkab Akui Perbaikan Terkendala Anggaran


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 100 ruas jalan kabupaten di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat dalam kondisi rusak berat dan membutuhkan penanganan segera. Seluruh ruas tersebut merupakan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

Data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lumajang menunjukkan, total jaringan jalan kabupaten mencapai 496 ruas dengan panjang sekitar 1.100 kilometer. 

Dari jumlah tersebut, 100 ruas jalan memiliki tingkat kemantapan di bawah 15 persen, yang berarti sebagian besar badan jalan mengalami kerusakan signifikan.

Sekretaris Dinas PUTR Lumajang, Rudy Purbo Wahyono, mengatakan bahwa jalan dengan tingkat kemantapan rendah memang masuk kategori prioritas untuk segera direhabilitasi.

“Kalau kemantapan jalannya sudah di bawah 15 persen, itu artinya memang wajib dilakukan rehabilitasi. Ruas-ruas ini tentu kami masukkan dalam daftar prioritas penanganan,” ujar Rudy saat dikonfirmasi.

Menurut Rudy, kondisi tersebut secara teknis menunjukkan bahwa rata-rata kerusakan pada setiap ruas mencapai sekitar 85 persen, sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh, bukan sekadar perbaikan ringan.

Meski demikian, Rudy mengakui bahwa proses pembenahan tidak bisa dilakukan sekaligus. Perbaikan akan dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

“Pembenahan tetap kami lakukan, tetapi bertahap. Semua kembali pada kemampuan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan utama tahun ini adalah penurunan signifikan anggaran infrastruktur. Pada tahun anggaran 2026, alokasi dana untuk sektor tersebut mengalami pemangkasan hingga sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Anggaran infrastruktur tahun ini memang lebih kecil. Penurunannya cukup besar, sekitar setengah dari tahun lalu. Jadi, penanganannya harus benar-benar disesuaikan,” ungkap Rudy.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved