-->

24/04/2026

Pendakian Dibuka Kembali Mulai 24 April 2026, Kuota Dibatasi 200 Orang per Hari


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Aktivitas pendakian di resmi kembali dibuka mulai 24 April 2026 setelah sempat ditutup akibat erupsi sejak November 2025. Namun, pembukaan dilakukan secara terbatas dengan sejumlah aturan ketat bagi para pendaki.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), . Ia menyebutkan bahwa keputusan pembukaan diambil setelah melalui koordinasi lintas sektor serta mempertimbangkan kondisi aktivitas gunung.

“Pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai tanggal 24 April 2026,” ujar Rudijanta dalam keterangan resmi yang diterima.

Meski telah dibuka, jalur pendakian belum sepenuhnya normal. BBTNBTS menetapkan batas maksimal pendakian hanya sampai kawasan Ranu Kumbolo, salah satu titik favorit pendaki di jalur Semeru.

“Untuk batas pendakian hanya sampai Ranu Kumbolo,” tegasnya.

Selain pembatasan jalur, jumlah pendaki juga dibatasi guna menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan. Setiap harinya, kuota pendakian ditetapkan maksimal 200 orang.

Seluruh calon pendaki diwajibkan melakukan pemesanan tiket secara daring melalui situs resmi BBTNBTS. Sistem ini diterapkan untuk mengontrol jumlah pengunjung sekaligus memastikan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

“Setiap pendaki wajib mengikuti standar operasional prosedur yang telah ditetapkan,” tambah Rudijanta.

Sebelumnya, BBTNBTS menutup total aktivitas wisata dan pendakian Gunung Semeru sejak terjadi erupsi pada 19 November 2025. Penutupan dilakukan demi keselamatan pengunjung mengingat meningkatnya aktivitas vulkanik saat itu.

Dalam kebijakan terbaru ini, BBTNBTS juga memberikan kesempatan bagi calon pendaki yang terdampak penutupan mendadak untuk melakukan penjadwalan ulang.

“Pendaki yang sudah melakukan pemesanan secara online pada periode 19 November sampai 18 Desember 2025 dapat melakukan reschedule,” jelasnya. (Imam)

23/04/2026

Kisah Semangat Siswa SDN Supiturang 2 Lumajang, Ujian TKA Digelar Bergantian


Lumajang (Onenewsjatim)
– Sebanyak 21 siswa kelas 6 SDN Supiturang 2, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer secara bergantian, Kamis (23/4/2026).

Ujian tersebut digelar dengan segala keterbatasan pasca sekolah mereka hancur akibat erupsi Gunung Semeru pada 2025 lalu.

Pelaksanaan TKA terpaksa dilakukan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Raudlatul Ulum, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang. 

Sementara itu, total 70 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 saat ini masih menumpang belajar di ruang kelas madrasah tersebut.

Guru SDN Supiturang 2, Hariono, mengatakan keterbatasan fasilitas menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut. Pasalnya, seluruh inventaris sekolah hilang saat diterjang erupsi Semeru pada 19 November 2025.

“Untuk TKA dari 21 siswa kami serba keterbatasan. Perangkat kami hilang saat erupsi tahun lalu,” ujar Hariono.

Ia menjelaskan, dari total 21 peserta TKA, terdiri dari 17 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Karena minimnya perangkat, pelaksanaan ujian harus dibagi menjadi empat gelombang dengan dua sesi.

“Pertimbangannya karena keterbatasan peralatan. Kami hanya memiliki beberapa komputer dan laptop, jadi harus dibagi dalam beberapa gelombang,” jelasnya.

Selain itu, faktor jaringan internet di wilayah tersebut juga menjadi pertimbangan. Pihak sekolah khawatir jika peserta terlalu banyak dalam satu sesi, koneksi tidak akan mampu menampung.

“Kami juga berada di daerah pinggiran. Kalau dipaksakan satu sesi banyak peserta, kami khawatir jaringan tidak kuat,” tambahnya.

Hariono mengungkapkan, saat ini pihak sekolah hanya memiliki empat perangkat yang digunakan untuk TKA. Tiga unit digunakan siswa, sementara satu unit lainnya berfungsi sebagai komputer proktor atau pengendali ujian.

Perangkat tersebut berasal dari bantuan pemerintah, pinjaman guru, serta upaya swadaya sekolah. Sebelumnya, seluruh peralatan seperti komputer, laptop, printer hingga perangkat pembelajaran lainnya hilang terbawa lahar dingin.

“Total ada empat perangkat yang kami pakai. Tiga untuk siswa, satu untuk proktor. Itu pun hasil bantuan dan pinjaman,” ungkapnya.

Meski dalam kondisi serba terbatas, para siswa tetap menunjukkan semangat mengikuti ujian. Pihak sekolah juga terus memberikan motivasi agar siswa tetap optimistis melanjutkan pendidikan.

“Kami selalu memberikan motivasi kepada anak-anak, bahwa meskipun berada di daerah bencana, pendidikan harus tetap berjalan seperti di sekolah lain,” kata Hariono.

Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan TKA, para siswa juga telah diberikan latihan, baik terkait materi ujian maupun penggunaan perangkat komputer.

“Alhamdulillah anak-anak sudah ada persiapan. Meskipun terbatas, mereka tetap semangat mengikuti ujian,” pungkasnya.

380 Visa Ditolak Sistem Saudi, Jemaah Haji Lumajang Tetap Berangkat


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 380 visa jemaah haji asal sempat ditolak oleh sistem milik . Namun, seluruh kendala tersebut kini hampir sepenuhnya terselesaikan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lumajang, , mengungkapkan bahwa penolakan visa terjadi pada bulan sebelumnya dan telah ditangani oleh pihaknya.

“Bulan kemarin itu ada sekitar 380 jemaah asal Lumajang yang visanya tertolak di Saudi Arabia. Tapi sudah kami selesaikan, sudah kami urus,” ujar Hasan, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, penolakan visa umumnya disebabkan oleh masalah administratif, seperti foto biodata yang buram sehingga tidak terbaca oleh sistem, hingga ketidaksesuaian nama pada dokumen resmi.

“Ada juga nama yang tidak sama antara KTP dan KK,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan perbaikan dokumen dengan melengkapi surat keterangan dari pemerintah desa maupun kecamatan. Hasilnya, hampir seluruh visa jemaah telah dinyatakan clear.

“Hanya satu orang jemaah yang visanya masih terkendala. Tapi insyaallah segera selesai,” tambahnya.

Hasan menegaskan bahwa proses verifikasi dokumen oleh pemerintah Arab Saudi memang sangat ketat. Hal ini menyebabkan dokumen yang sah di Indonesia belum tentu langsung diterima di negara tujuan.

“Yang jelas, untuk visa dan manifes insyaallah sudah selesai 100 persen,” tegasnya.

Saat ini, para jemaah tinggal menunggu pembagian kartu nusuk dari embarkasi haji di . Kartu tersebut menjadi dokumen wajib untuk mengakses berbagai layanan selama ibadah haji.

Menurut Hasan, pada tahun-tahun sebelumnya distribusi kartu nusuk kerap mengalami kendala karena dilakukan langsung oleh pemerintah Arab Saudi, sehingga banyak jemaah tidak mendapatkannya tepat waktu.

“Dampaknya, jemaah tidak bisa masuk ke Masjidil Haram, bahkan untuk salat lima waktu,” ungkapnya.

1.256 Jemaah Lumajang Dipastikan Berangkat

Di sisi lain, sebanyak 1.256 jemaah haji asal Lumajang dipastikan berangkat ke Tanah Suci tahun ini, meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah memanas.

Hasan memastikan, pemerintah Arab Saudi telah memberikan jaminan keamanan bagi seluruh jemaah Indonesia.

“Melalui Duta Besar Arab Saudi di Indonesia menjamin keselamatan jemaah haji Indonesia,” katanya.

Para jemaah akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 98, 99, 100, dan 101. Khusus kloter 98 merupakan gabungan dengan jemaah dari Jember, dengan total 236 jemaah dari Lumajang.

Dari sisi kesehatan, Hasan menyebut seluruh jemaah dinyatakan layak terbang setelah menjalani serangkaian pemeriksaan.

"Untuk jemaah lansia atau yang memiliki penyakit tertentu jumlahnya tidak terlalu banyak dan tetap akan mendapat pendampingan,” jelasnya.

Terkait teknis perjalanan, Hasan mengaku belum mengetahui secara pasti rute penerbangan yang akan digunakan, termasuk kemungkinan jalur alternatif untuk menghindari wilayah konflik.

Namun demikian, ia menyebut pihak maskapai sempat mengeluhkan kenaikan harga avtur yang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan.

“Yang jadi perhatian saat ini justru kenaikan harga avtur dari pihak maskapai,” pungkasnya.(Imam)

Penyaluran Pupuk Subsidi di Yosowilangun Lumajang Tembus 28 Persen, Stok Dipastikan Aman


Lumajang, (Onenewsjatim) 
- Distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. 

Hingga penghujung April, penyaluran di tingkat kios berjalan efektif seiring dengan tingginya serapan oleh para petani lokal.

Pemilik Kios Tani Makmur di Desa Yosowilangun Kidul, Gus Rudy mengungkapkan, pihaknya telah berhasil menyalurkan sekitar 50 ton pupuk bersubsidi kepada petani yang terdaftar. 

Angka tersebut setara dengan 28 persen dari total alokasi tahunan sebesar 178 ton yang dijatahkan untuk kiosnya sepanjang tahun 2026.

"Rata-rata setiap bulan kami mendistribusikan antara 10 hingga 15 ton. Tingginya angka penebusan di awal tahun ini dipicu oleh ketersediaan stok di gudang yang selalu terjaga," ujar Rudy saat ditemui di kiosnya di Kecamatan Yosowilangun, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, kelancaran distribusi tidak lepas dari pasokan yang stabil dari distributor. Dengan stok yang terjaga, petani yang datang ke kios hampir dipastikan tidak pernah pulang tanpa membawa pupuk.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Setelah adanya perbaikan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi oleh pemerintah, kendala ketersediaan stok di awal tahun kini tidak lagi terjadi.

“Sekarang indikatornya sederhana, petani yang datang selalu terlayani. Tidak ada lagi cerita pulang karena pupuk habis,” tegasnya.

Saat ini, stok pupuk bersubsidi yang tersedia di gudang Kios Tani Makmur tercatat sekitar 3,4 ton. Rinciannya terdiri dari Urea 1,5 ton, NPK Phonska lebih dari 1 ton, serta pupuk organik hampir 1 ton.

Rudy menyebut, stok tersebut memang sedikit berkurang karena adanya masa transisi dari pupuk Urea jenis prill ke granul. Meski begitu, ia menilai perubahan ini justru disambut baik oleh petani.

“Petani di Lumajang cenderung lebih menyukai pupuk granul, jadi kami mendukung kebijakan ini,” katanya.

Di sisi lain, ia mengakui masih ada kendala teknis dalam proses penebusan pupuk, terutama untuk lahan yang digarap oleh penyewa. Persoalan biasanya muncul karena pemilik lahan tidak hadir atau enggan mengurus administrasi.

“Kalau pemiliknya langsung yang datang, prosesnya mudah. Tapi kalau lahannya disewakan, kadang pemiliknya tidak mau repot, apalagi kalau tinggal di luar kota. Ini yang jadi tantangan,” jelas Rudy.

Meski begitu, ia tetap berupaya membantu petani dengan sistem jemput bola untuk wilayah yang masih terjangkau.

Terkait harga, Rudy memastikan seluruh pupuk dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia menilai, transparansi harga kini semakin terjaga karena petani sudah mudah mengakses informasi melalui ponsel.

“Petani sekarang sudah kritis. Kalau harga tidak sesuai, pasti langsung protes,” tambahnya.

Dian Mayasari (41), salah satu pemilik lahan di Desa Yosowilangun Kidul, membenarkan kemudahan akses pupuk tersebut. Meski menetap di pusat kota Lumajang yang berjarak 20 kilometer dari lokasi, ia rutin datang langsung ke kios agar penggarap sawahnya tetap mendapatkan jatah subsidi.

"Sistem kami bagi hasil, jadi saya harus memastikan administrasi beres supaya penggarap bisa menebus pupuk. Hari ini saya mengambil masing-masing satu sak Urea dan NPK Phonska untuk lahan seluas 2.500 meter persegi," tutur Dian.

Dian mengapresiasi konsistensi harga di Kios Tani Makmur yang tetap dipatok Rp90.000 untuk Urea dan Rp92.000 untuk NPK Phonska per sak. 

Menurutnya, kepastian harga ini sangat membantu menekan biaya produksi pertanian.

"Biasanya permainan harga terjadi kalau barang langka. Tapi di sini stoknya melimpah, jadi harga otomatis stabil sesuai aturan pemerintah. Ini sangat membantu kami menghemat ongkos produksi," pungkasnya.(Imam)

Silaturahmi Humanis Babinsa Bodang, Warga Diajak Aktif Jaga Keamanan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Guna mempererat hubungan serta memperkuat sinergi di wilayah binaan, Babinsa Bodang Koramil 0821-20/Padang, Serda Lukman Subki, melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Kepala Dusun dan warga di Dusun Krajan RT 025 RW 006 Desa Bodang, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan silaturahmi tersebut dilakukan dengan mengunjungi langsung Kepala Dusun Krajan, Mataji, serta berinteraksi dengan warga sekitar. Dalam suasana penuh keakraban, Babinsa berdialog santai guna mengetahui kondisi sosial serta perkembangan situasi di lingkungan setempat.

Serda Lukman Subki menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang bertujuan untuk membangun kedekatan dan komunikasi yang harmonis antara TNI dengan masyarakat dan perangkat desa.

“Melalui silaturahmi ini, kami dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan aparat desa dan warga, sekaligus mengetahui secara langsung kondisi di lapangan. Dengan komunikasi yang baik, setiap permasalahan dapat segera dicarikan solusi bersama,” ungkap dia.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, keamanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, peran aktif warga sangat penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Mataji, menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung dan membantu aparat keamanan dalam menjaga ketertiban di wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan Babinsa maupun aparat lainnya demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kami sebagai perangkat kewilayahan siap membantu dan mendukung aparat keamanan dalam menjaga kondusifitas lingkungan. Kami juga akan terus mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian serta kebersamaan dalam menjaga keamanan wilayah,” tegasnya.

Melalui kegiatan silaturahmi yang rutin dilakukan, diharapkan sinergi antara TNI, perangkat desa, dan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, aman, dan kondusif di wilayah Dusun Krajan. (Pendim0821)

Sinergi TNI-Polri di Purwosono, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Patroli dan Komsos Bersama Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan serta mempererat hubungan dengan masyarakat, Babinsa Purwosono Koramil 0821-19/Sumbersuko, Serda Achmad Affandi, bersama Bhabinkamtibmas Desa Purwosono, Bripda Syahrul Ridho Hartawan, melaksanakan patroli wilayah yang dilanjutkan dengan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dialogis bersama warga di Dusun Karanganyar RT 009 RW 004 Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan patroli dilakukan dengan menyusuri wilayah permukiman warga guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Selanjutnya, Babinsa dan Bhabinkamtibmas melaksanakan komsos dialogis dengan warga setempat, membahas berbagai hal terkait keamanan lingkungan serta kondisi sosial masyarakat.

Serda Achmad Affandi menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan komsos dialogis ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan wilayah serta meningkatkan kedekatan dengan masyarakat.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan situasi wilayah tetap aman sekaligus menjalin komunikasi yang baik dengan warga. Dengan berdialog secara langsung, kami dapat mengetahui berbagai permasalahan yang ada di lingkungan,” ujar dia.

Sementara itu, Bripda Syahrul Ridho Hartawan menambahkan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia mengajak warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem keamanan lingkungan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu peduli terhadap situasi di sekitarnya, serta segera melaporkan apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan patroli dan komsos dialogis yang dilakukan secara rutin, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara aparat keamanan dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Desa Purwosono. (Pendim0821)

22/04/2026

LPG Non-Subsidi Langkah, Pengusaha Kuliner Lumajang Terpaksa Cari ke Probolinggo


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kelangkaan gas elpiji non-subsidi mulai dirasakan para pelaku usaha di Kabupaten Lumajang dalam sepekan terakhir. 

Kondisi ini membuat sejumlah pengusaha rumah makan dan restoran harus berupaya ekstra untuk mendapatkan pasokan gas demi menjaga operasional usaha mereka.

Owner Warung Apung Pondok Asri Lumajang, Rohim, mengaku kesulitan mendapatkan LPG non-subsidi di wilayah Lumajang. Bahkan, ia terpaksa mencari hingga ke luar daerah.

“Saya membeli gas elpiji non-subsidi di Probolinggo dengan harga selisih sekitar Rp10 ribu, karena di sini tidak ada,” ujarnya.

Meski demikian, Rohim menyebut kelangkaan tersebut belum terlalu berdampak signifikan terhadap operasional usahanya karena baru berlangsung sekitar satu minggu. Ia juga menegaskan akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait harga.

“Kami mengikuti pemerintah, kalau harganya dinaikkan ya kami juga menyesuaikan,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Arif, salah satu manajer restoran di Lumajang. Ia mengaku harus berkeliling untuk mencari LPG non-subsidi lantaran sejumlah tempat langganannya kehabisan stok.

“Katanya tidak boleh pakai yang 3 kilogram, tapi mau beli yang 12 kilogram justru sulit didapat,” ungkapnya.

Arif juga menyebut sempat menemukan penjual LPG non-subsidi, namun stok tersebut sudah lebih dulu dipesan pihak lain.

Sementara itu, Sekretaris DPC Hiswana Migas Besuki, Joko Cahyono, menyampaikan pihaknya telah mengusulkan penambahan alokasi LPG non-subsidi ke Pertamina untuk wilayah Lumajang.

“Penambahan pasokan sudah mulai lancar. Hal itu bisa dikonfirmasi kepada agen yang telah melakukan revisi pengambilan,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini distribusi mulai membaik dan pengajuan dari agen sudah tidak mengalami revisi, sehingga pasokan diharapkan kembali normal.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang, Muhammad Ridha, menyatakan bahwa tambahan pasokan LPG non-subsidi sedang dalam proses distribusi menuju Lumajang.

“Untuk kondisi saat ini sudah ada penambahan kuota dan sedang dalam perjalanan ke Lumajang. Pelaku usaha yang kami datangi hari ini juga sudah mulai tersedia stoknya,” ujarnya.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved