Lumajang, (Onenewsjatim) – Seorang pengamen berinisial NW (39) babak belur dihakimi warga setelah diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap seorang bocah perempuan berusia 6 tahun.
Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (24/4/2026) sore.
Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku yang merupakan warga Desa Jenggawah, Kabupaten Jember, kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Peristiwa bermula sekitar pukul 16.30 WIB saat NW sedang mengamen di depan rumah korban.
Suprapto menjelaskan bahwa hasrat menyimpang pelaku muncul secara tiba-tiba ketika melihat korban berada di teras rumah.
"Saat dia mengamen dan tepat di rumah si korban, pelaku melihat korban lalu timbullah hasrat," ujar Suprapto.
Kala itu, ibu korban sedang sibuk melayani pembeli di dalam rumah. Ia kemudian meminta sang anak untuk keluar memberikan uang kepada pengamen tersebut. Namun, kecurigaan muncul karena korban tak kunjung kembali ke dalam rumah.
Saat sang ibu memeriksa ke luar, ia mendapati pemandangan yang mengejutkan. NW diduga telah menyandarkan korban ke sebuah etalase toko.
"Ibu korban melihat anaknya disandarkan ke etalase dengan posisi tangan anaknya ditarik dan dimasukkan ke dalam celana pelaku, sementara posisi ritsleting pelaku sudah terbuka," jelas Suprapto.
Melihat aksi bejat tersebut, ibu korban spontan berteriak histeris meminta pertolongan. Pelaku sempat berusaha melarikan diri, namun warga sekitar yang mendengar teriakan korban segera mengejar dan menangkap pelaku.
Emosi massa tak terbendung hingga NW sempat menjadi sasaran amuk warga sebelum akhirnya diamankan oleh kepala dusun setempat dan diserahkan ke Polsek Tempeh.
Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk memperkuat penyidikan.
Barang bukti berhasil diamankan pakaian milik korban dan pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian.
Mengenai motif maupun kemungkinan adanya korban lain, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut.
"Itu nanti menjadi objek pendalaman di pihak Reskrim, terutama di Unit PPA. Kami akan dalami apakah ini baru pertama kali atau pernah dilakukan di tempat lain," pungkas Suprapto. (Imam)


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram