-->

23/04/2026

380 Visa Ditolak Sistem Saudi, Jemaah Haji Lumajang Tetap Berangkat

380 Visa Ditolak Sistem Saudi, Jemaah Haji Lumajang Tetap Berangkat


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 380 visa jemaah haji asal sempat ditolak oleh sistem milik . Namun, seluruh kendala tersebut kini hampir sepenuhnya terselesaikan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lumajang, , mengungkapkan bahwa penolakan visa terjadi pada bulan sebelumnya dan telah ditangani oleh pihaknya.

“Bulan kemarin itu ada sekitar 380 jemaah asal Lumajang yang visanya tertolak di Saudi Arabia. Tapi sudah kami selesaikan, sudah kami urus,” ujar Hasan, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, penolakan visa umumnya disebabkan oleh masalah administratif, seperti foto biodata yang buram sehingga tidak terbaca oleh sistem, hingga ketidaksesuaian nama pada dokumen resmi.

“Ada juga nama yang tidak sama antara KTP dan KK,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan perbaikan dokumen dengan melengkapi surat keterangan dari pemerintah desa maupun kecamatan. Hasilnya, hampir seluruh visa jemaah telah dinyatakan clear.

“Hanya satu orang jemaah yang visanya masih terkendala. Tapi insyaallah segera selesai,” tambahnya.

Hasan menegaskan bahwa proses verifikasi dokumen oleh pemerintah Arab Saudi memang sangat ketat. Hal ini menyebabkan dokumen yang sah di Indonesia belum tentu langsung diterima di negara tujuan.

“Yang jelas, untuk visa dan manifes insyaallah sudah selesai 100 persen,” tegasnya.

Saat ini, para jemaah tinggal menunggu pembagian kartu nusuk dari embarkasi haji di . Kartu tersebut menjadi dokumen wajib untuk mengakses berbagai layanan selama ibadah haji.

Menurut Hasan, pada tahun-tahun sebelumnya distribusi kartu nusuk kerap mengalami kendala karena dilakukan langsung oleh pemerintah Arab Saudi, sehingga banyak jemaah tidak mendapatkannya tepat waktu.

“Dampaknya, jemaah tidak bisa masuk ke Masjidil Haram, bahkan untuk salat lima waktu,” ungkapnya.

1.256 Jemaah Lumajang Dipastikan Berangkat

Di sisi lain, sebanyak 1.256 jemaah haji asal Lumajang dipastikan berangkat ke Tanah Suci tahun ini, meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah memanas.

Hasan memastikan, pemerintah Arab Saudi telah memberikan jaminan keamanan bagi seluruh jemaah Indonesia.

“Melalui Duta Besar Arab Saudi di Indonesia menjamin keselamatan jemaah haji Indonesia,” katanya.

Para jemaah akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 98, 99, 100, dan 101. Khusus kloter 98 merupakan gabungan dengan jemaah dari Jember, dengan total 236 jemaah dari Lumajang.

Dari sisi kesehatan, Hasan menyebut seluruh jemaah dinyatakan layak terbang setelah menjalani serangkaian pemeriksaan.

"Untuk jemaah lansia atau yang memiliki penyakit tertentu jumlahnya tidak terlalu banyak dan tetap akan mendapat pendampingan,” jelasnya.

Terkait teknis perjalanan, Hasan mengaku belum mengetahui secara pasti rute penerbangan yang akan digunakan, termasuk kemungkinan jalur alternatif untuk menghindari wilayah konflik.

Namun demikian, ia menyebut pihak maskapai sempat mengeluhkan kenaikan harga avtur yang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan.

“Yang jadi perhatian saat ini justru kenaikan harga avtur dari pihak maskapai,” pungkasnya.(Imam)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved