-->

26/04/2026

Polres Probolinggo Ringkus 7 Penimbun BBM Subsidi, 1.575 Liter Pertalite Disita


Probolinggo (Onenewsjatim)
– Sebanyak 7 orang tersangka penyalahgunaan BBM bersubsidi berjenis Pertalite diamankan Polres Probolinggo.

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial YP (30), JE (30), NH (41), JM (39), AU (30), LF (32), dan AF (26). Mereka ditangkap di lokasi berbeda yang diduga menjadi tempat praktik ilegal penimbunan dan distribusi BBM subsidi.

Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari patroli rutin yang dilakukan oleh anggotanya di sejumlah wilayah rawan.

“Kami berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dengan mengamankan tujuh tersangka di empat lokasi berbeda,” ujar AKBP Latif.

Empat lokasi tersebut berada di Jalan Raya Paiton, Desa Sumberejo, Kecamatan Paiton; sebuah rumah kosong di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan; pinggir jalan Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran; serta di Jalan Raya Probolinggo–Situbondo, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending.

Menurut Latif, para pelaku menjalankan aksinya dengan cara membeli BBM jenis Pertalite di SPBU menggunakan barcode yang telah disiapkan. Setelah itu, mereka berhenti di lokasi sepi untuk memindahkan BBM dari tangki kendaraan ke dalam jerigen menggunakan pompa elektrik dan selang.

“Para pelaku memindahkan BBM dari tangki kendaraan ke jerigen, kemudian kembali membeli BBM di SPBU lain dengan barcode berbeda yang disesuaikan dengan pelat nomor kendaraan,” jelasnya.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 45 jerigen berisi Pertalite dengan total sekitar 1.575 liter, 26 jerigen kosong, 20 barcode BBM, dua pelat nomor kendaraan, 46 stiker pelat nomor, satu pompa elektrik, lima selang plastik, serta tujuh unit mobil.

Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan di Mapolres Probolinggo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.( Imam)

25/04/2026

Babinsa Argosari dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan di Dusun Gedok


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud nyata kepedulian terhadap pembangunan desa terus ditunjukkan oleh Babinsa Argosari Koramil 0821-03/Senduro. Babinsa Argosari, Sertu Edi Kuswanto, bersama warga melaksanakan kegiatan karya bakti pembangunan jembatan di Dusun Gedok RT 006 RW 004 Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa, khususnya akses penghubung yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga Dusun Gedok

Saat dikonfirmasi, Sertu Edi Kuswanto mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas warga, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun mobilitas pertanian. Menurutnya, jembatan yang dibangun merupakan jalur strategis yang sering dilalui masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi dan sosial.

“Kerja bakti ini merupakan bagian dari tugas Babinsa untuk selalu hadir dan membantu masyarakat. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar akses warga serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan saat melintas,” ujar Sertu Edi di sela kegiatan.

Kerja bakti yang dilakukan melibatkan warga setempat secara langsung, mulai dari pengangkutan material, pemasangan struktur jembatan, hingga pengerjaan bagian pondasi. Kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat terlihat kuat dalam semangat gotong royong yang terus dijaga.

Sementara itu, Kepala Dusun Gedok, Wisnu Lingga, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua pihak dalam kegiatan pembangunan tersebut juga mampu membangkitkan semangat warga untuk bersama-sama menyelesaikan pekerjaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak. Dengan adanya karya bakti ini, pembangunan jembatan menjadi lebih cepat dan warga semakin semangat,” ungkapnya.

Ia juga berharap pembangunan jembatan tersebut dapat segera rampung agar bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga, terutama untuk mendukung kelancaran transportasi hasil pertanian dan mempermudah akses antarwilayah dusun.

Melalui kegiatan karya bakti seperti ini, Babinsa Argosari terus membuktikan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi terciptanya kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan. (Pendim0821)

Babinsa Sumberejo Edukasi Siswa SD tentang Bahaya Bullying di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, Babinsa sumberrejo Koramil 0821-02/Sukodono Serka Lolok Wahyudi melaksanakan kegiatan sosialisasi perundungan dan bullying kepada siswa SDN Sumberejo 02 Dusun klingsi RT 035 RW 009 Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (25/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Sertu Lolok Wahyudi menjelaskan pengertian bullying, dampak negatifnya, dan langkah-langkah pencegahan. Fokus utama penyuluhan adalah edukasi tentang bahaya bullying dan kenakalan remaja, Ia menekankan pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan bebas intimidasi.

“Bullying tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam, Mari bersama-sama kita ciptakan suasana sekolah yang penuh dengan rasa saling menghormati, kami juga mengajak para siswa untuk menghindari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka," ujar dia 

Sementara itu Kepala sekolah : Arya Rangga Pramita, S.Pd.SD mengatakan bahwa dengan edukasi yang membangun agar tercipta generasi yang kuat, berkarakter, dan kompetitif di masa depan.

"Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak sekarang lebih memahami apa itu bullying dan bagaimana cara menghindarinya. Ini sangat membantu kami sebagai pendidik, sehingga anak anak kami dapat termotivasi dalam kepribadian yang baik," pungkasnya.

Sosialisasi anti-bullying tersebut, diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam membangun kesadaran anti-bullying dan meningkatkan kedisiplinan siswa, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang harmonis dan positif. (Pendim0821)

Begal Siang Hari di Perbatasan Lumajang–Probolinggo, Kurir Jadi Korban

Polisi melakukan olah TKP 

Lumajang, (Onenewsjatim) –
Aksi pembegalan menimpa seorang kurir paket di Kabupaten Lumajang. Korban bernama Lukman Hakim (24), warga Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, kehilangan sepeda motor miliknya saat menjalankan tugas pengantaran paket di wilayah Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Jumat (24/4/2026).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di Jalan Raya Ranuyoso, tepatnya di simpang empat selatan perbatasan Lumajang–Probolinggo.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban berangkat dari kantor sekitar pukul 09.00 WIB untuk mengantarkan paket ke wilayah Desa Wates Wetan.

“Korban sudah mengantarkan paket di wilayah timur simpang empat perbatasan, kemudian kembali ke arah barat untuk mengirim paket ke pelanggan lain di Dusun Krajan,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi.

Saat melintas kembali di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dipepet oleh dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam dari arah Desa Wates Kulon.

Menurut keterangan, pelaku menyenggol box paket milik korban hingga membuatnya berhenti.

“Setelah korban berhenti, salah satu pelaku turun dan berbicara dengan nada keras menggunakan Bahasa Madura, sambil memegang sesuatu di bagian pinggang yang diduga senjata tajam,” jelasnya.

Pelaku sempat menanyakan asal korban dengan ucapan, “kakeh oreng dimah?” yang berarti “kamu orang mana?”.

Merasa terancam, korban panik dan memilih melarikan diri meninggalkan sepeda motor Honda Beat warna putih miliknya di lokasi.

“Karena takut, korban meninggalkan kendaraan. Sepeda motor tersebut kemudian dibawa kabur pelaku ke arah utara menuju wilayah Probolinggo,” tambah Suprapto.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku. Minimnya rekaman CCTV di lokasi menjadi kendala dalam proses pengungkapan kasus.

“Kami masih mendalami kasus ini. Polsek Ranuyoso bersama tim Resmob Polres Lumajang akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku,” tegasnya. (Imam)

Diduga Cabuli Bocah 6 Tahun, Pengamen di Lumajang Diamuk Massa


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Seorang pengamen berinisial NW (39) babak belur dihakimi warga setelah diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap seorang bocah perempuan berusia 6 tahun. 

Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (24/4/2026) sore.

​Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku yang merupakan warga Desa Jenggawah, Kabupaten Jember, kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.

​Peristiwa bermula sekitar pukul 16.30 WIB saat NW sedang mengamen di depan rumah korban. 

Suprapto menjelaskan bahwa hasrat menyimpang pelaku muncul secara tiba-tiba ketika melihat korban berada di teras rumah.

​"Saat dia mengamen dan tepat di rumah si korban, pelaku melihat korban lalu timbullah hasrat," ujar Suprapto.

​Kala itu, ibu korban sedang sibuk melayani pembeli di dalam rumah. Ia kemudian meminta sang anak untuk keluar memberikan uang kepada pengamen tersebut. Namun, kecurigaan muncul karena korban tak kunjung kembali ke dalam rumah.

​Saat sang ibu memeriksa ke luar, ia mendapati pemandangan yang mengejutkan. NW diduga telah menyandarkan korban ke sebuah etalase toko.

​"Ibu korban melihat anaknya disandarkan ke etalase dengan posisi tangan anaknya ditarik dan dimasukkan ke dalam celana pelaku, sementara posisi ritsleting pelaku sudah terbuka," jelas Suprapto.

​Melihat aksi bejat tersebut, ibu korban spontan berteriak histeris meminta pertolongan. Pelaku sempat berusaha melarikan diri, namun warga sekitar yang mendengar teriakan korban segera mengejar dan menangkap pelaku. 

Emosi massa tak terbendung hingga NW sempat menjadi sasaran amuk warga sebelum akhirnya diamankan oleh kepala dusun setempat dan diserahkan ke Polsek Tempeh.

​Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk memperkuat penyidikan.

​Barang bukti berhasil diamankan pakaian milik korban dan pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian.

​Mengenai motif maupun kemungkinan adanya korban lain, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

​"Itu nanti menjadi objek pendalaman di pihak Reskrim, terutama di Unit PPA. Kami akan dalami apakah ini baru pertama kali atau pernah dilakukan di tempat lain," pungkas Suprapto. (Imam)

24/04/2026

Bentor Warga Lumajang Dicuri Dini Hari, Sempat Digadaikan Rp1 Juta lalu Dikembalikan


Lumajang, (Onenewsjatim) – Aksi pencurian becak motor (bentor) terjadi di Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (24/4/2026) dini hari. Kendaraan milik warga bernama Arifin (43) itu hilang saat diparkir di halaman rumahnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.42 WIB dan sempat terekam kamera CCTV di lokasi kejadian. 

Dalam rekaman itu, terlihat dua orang tak dikenal mendorong bentor milik korban menjauh dari rumahnya ke arah wilayah Kota Lumajang.

Mengetahui kendaraannya hilang, Arifin langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pasirian. Namun, laporan itu belum dapat diproses lebih lanjut lantaran korban tidak membawa dokumen kendaraan saat membuat laporan.

Kasubsi Pidm Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, korban sempat datang ke kantor polisi, tetapi diminta melengkapi berkas administrasi terlebih dahulu.

“Korban sempat melaporkan kejadian itu ke Polsek Pasirian. Namun, saat diminta menunjukkan surat-surat kendaraan, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkannya, sehingga diminta melengkapinya terlebih dahulu,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi di Mapolres Lumajang, Jumat (24/4/2026).

Tidak lama setelah kejadian, perkembangan tak terduga terjadi. Seorang warga bernama Slamet (37), yang diketahui berprofesi sebagai pengepul barang bekas, mendatangi rumah korban. Ia mengaku baru saja menerima bentor yang diduga milik Arifin dari dua pemuda tak dikenal.

Kepada korban, Slamet menjelaskan bahwa bentor tersebut digadaikan kepadanya oleh dua orang yang diduga pelaku pencurian dengan nilai Rp1 juta.

Setelah menerima barang tersebut, Slamet kemudian melihat informasi di media sosial terkait kehilangan bentor milik Arifin. Dari situ, ia menyadari bahwa kendaraan yang diterimanya merupakan hasil tindak kejahatan.

“Setelah menerima gadai, yang bersangkutan melihat informasi di media sosial dan mendapati bahwa bentor tersebut diduga hasil curian,” kata Suprapto.

Menyadari hal itu, Slamet akhirnya berinisiatif mengembalikan bentor tersebut kepada pemiliknya. 

Namun demikian, ia meminta penggantian uang sebesar Rp1 juta yang sebelumnya telah diberikan kepada pihak yang menggadaikan kendaraan tersebut.

Bentor milik Arifin pun berhasil kembali, meskipun korban harus menebusnya dari pihak penerima gadai.


Babinsa dan Bhabinkamtibmas Turun Langsung, Hama Tikus di Jogotrunan Ditangani Terpadu


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya menjaga produktivitas pertanian terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Babinsa Jogotrunan Koramil 0821-01/Lumajang, Serda Jaelani Firmansyah, bersama Bhabinkamtibmas Briptu Teguh Adi Wijaya dan Pemerintah Kelurahan Jogotrunan melaksanakan kegiatan pengendalian hama tikus di lahan pertanian milik Poktan Gemah Ripah, RT 003 RW 014, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan tersebut menyasar area persawahan seluas kurang lebih 10 hektare yang terdampak serangan hama tikus. Pengendalian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan petani setempat, sebagai langkah konkret untuk menekan potensi kerugian hasil panen.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua Gapoktan Gemah Ripah Sanusi, Petugas Dinas Pertanian Edi Purwanto, S.P., serta Lurah Jogotrunan Shofyan Hadi, A.Md.KL., S.M. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara aparat kewilayahan dan instansi terkait dalam mendukung ketahanan pangan di daerah.

Disela kegiatannya Babinsa Jogotrunan, Serda Jaelani Firmansyah, mengatakan bahwa pendampingan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus dukungan nyata terhadap para petani.

“Pengendalian hama tikus harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Kami hadir untuk membantu dan memastikan para petani tidak menghadapi kendala ini sendirian,” ujar dia.

Senada dengan itu, Bhabinkamtibmas Briptu Teguh Adi Wijaya menambahkan bahwa keterlibatan pihak kepolisian juga bertujuan menjaga keamanan serta mendorong kekompakan masyarakat dalam kegiatan pertanian.

“Melalui kebersamaan ini, kami ingin memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, serta meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya pengendalian hama secara serentak,” ungkapnya.

Sementara itu, Petugas Dinas Pertanian, Edi Purwanto, menjelaskan bahwa pengendalian hama tikus perlu dilakukan dengan metode terpadu dan berkesinambungan agar hasilnya optimal.

“Jika tidak ditangani secara cepat dan serentak, hama tikus dapat berkembang pesat dan merusak tanaman. Karena itu, keterlibatan semua pihak sangat penting,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Lurah Jogotrunan, Shofyan Hadi, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Dinas Pertanian dalam membantu masyarakat tani.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap ketahanan pangan. Harapannya, hasil panen petani tetap terjaga dan kesejahteraan mereka meningkat,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan pengendalian hama tikus secara terpadu yang digelar, diharapkan mampu meminimalisir kerusakan tanaman serta menjaga stabilitas produksi pertanian di wilayah Jogotrunan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved