-->

14/07/2026

Haflatul Imtihan Ponpes Anwarul Ahad Berlangsung Khidmat, Kasdim Soroti Peran Santri bagi Bangsa


Lumajang, (Onenewsjatim) – Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, menghadiri kegiatan Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Anwarul Ahad yang digelar di Jl. Pesisir Pantai Selatan, Dusun Pemukiman, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Senin (13/7/2026) malam.


Kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan santri sekaligus ajang silaturahmi antara ulama, umara, tokoh masyarakat, dan para wali santri dalam memperkuat pendidikan karakter serta nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.


Dalam kesempatan itu, Kasdim 0821/Lumajang menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Anwarul Ahad atas dedikasinya dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki semangat cinta tanah air.


“Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, dan jiwa nasionalisme yang kuat. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” ujar Mayor Inf Tanuri.


Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan pondok pesantren perlu terus diperkuat sebagai bagian dari pembinaan masyarakat dan penguatan ketahanan wilayah.


“TNI akan terus menjalin kebersamaan dengan para ulama dan pondok pesantren. Kolaborasi ini menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” tambahnya.


Suasana Haflatul Imtihan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Berbagai penampilan santri turut memeriahkan acara sebagai wujud keberhasilan proses pendidikan di Pondok Pesantren Anwarul Ahad dalam membina generasi penerus yang beriman, berilmu, dan siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. (Pendim 0821).

Mayor Inf Tanuri Ajak Santri Al Fauzan Jadi Generasi Religius dan Nasionalis


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Komitmen membangun generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat cinta tanah air terus dilakukan Kodim 0821/Lumajang. Salah satunya melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang disampaikan oleh Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, kepada para santri dan santriwati Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan, di Jl. Letkol Slamet Wardoyo RT 01 RW 01, Dusun Krajan, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Selasa (14/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi penerus bangsa agar memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.


Dalam penyampaiannya, Mayor Inf Tanuri menegaskan bahwa para santri memiliki peran strategis sebagai generasi penerus yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, semangat persatuan, serta kepedulian terhadap masa depan bangsa.


"Santri adalah aset bangsa yang memiliki karakter religius dan akhlak mulia. Nilai-nilai tersebut harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan sehingga mampu menjadi benteng dalam menjaga persatuan, menangkal paham radikalisme, serta menghadapi berbagai tantangan bangsa di era digital," ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh santri untuk bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, serta terus menumbuhkan budaya gotong royong, toleransi, dan saling menghormati sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan tersebut, Kodim 0821/Lumajang berharap dapat memperkuat sinergi antara TNI dan lembaga pendidikan pesantren dalam membentuk generasi muda yang religius, nasionalis, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dan Indonesia.(Pendim0821)

Polres Lumajang Beberkan Kronologi Pembunuhan di Klakah


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Polres Lumajang menjelaskan kronologis penganiayaan di Dusun Jatian, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Selasa (14/7/2026).


Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pria bernama Wahyudi (32) meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka bacok akibat serangan senjata tajam jenis celurit.


Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di belakang rumahnya pada Selasa pagi.


Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.


Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kejadian bermula saat korban sedang tidur di rumahnya.


"Pelaku datang menemui teman korban dan menanyakan keberadaan Yudi. Teman korban menjawab bahwa korban sedang tidur di dalam rumah. Pelaku kemudian dipersilakan duduk sebelum akhirnya mencari keberadaan korban," ujar Ipda Suprapto.


Menurutnya, teman korban kemudian membangunkan Wahyudi. Sesaat setelah keduanya bertemu, pelaku secara tiba-tiba menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis celurit.


"Teman korban sempat berusaha melerai, namun karena situasi membahayakan ia berlari keluar rumah untuk meminta bantuan warga. Saat kembali ke dalam rumah, korban sudah ditemukan meninggal dunia di belakang rumahnya, sedangkan pelaku melarikan diri ke arah barat," jelasnya.


Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka bacok di beberapa bagian tubuh yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.


Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Lumajang Ipda Yanuar Ishaq mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut sekaligus memburu pelaku yang hingga kini masih melarikan diri.


"Untuk dugaan pembunuhan saat ini masih dalam penyelidikan. Terduga pelaku masih dalam pengejaran. Kami juga masih menunggu hasil autopsi dari tim dokter RSUD dr. Haryoto Lumajang," kata Ipda Yanuar Ishaq.(imam) 

Geger! Pria di Klakah Lumajang Tewas Dibacok di Rumahnya


Lumajang (Onenewsjatim)
– Seorang pria bernama Wahyudi (32), warga Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, ditemukan tewas bersimbah darah di lorong samping rumahnya, Selasa (14/7/2026) dini hari. Korban diduga menjadi korban pembunuhan menggunakan senjata tajam.

Korban mengalami sejumlah luka bacok di bagian punggung, pundak, kepala, hingga telinga kanan yang nyaris putus. Polisi menduga pelaku berinisial H, yang disebut merupakan teman korban.


Istri korban, Rika Kusumawati, menuturkan peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ia terbangun ketika pelaku datang ke rumah dan langsung menyerang suaminya.


"Saya bangun tidur itu langsung dibantai suami saya," ujar Rika saat ditemui di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Selasa (14/7/2026).


Rika mengaku tidak mengenal dekat pelaku, meski sering melihatnya. Ia juga tidak mengetahui persoalan yang melatarbelakangi penyerangan tersebut.


"Pelakunya satu orang. Saya tidak kenal, hanya tahu orangnya saja," katanya.


Ia menambahkan, selama ini suaminya tidak pernah menceritakan persoalan yang sedang dihadapi.


"Saya tidak boleh ikut-ikut urusan laki-laki, jadi saya tidak tahu masalahnya apa," ungkapnya.


Kepala Desa Tegalrandu, Sadi, mengatakan dirinya mendapat informasi dari kepala dusun yang meminta agar korban segera dibawa ke rumah sakit. Namun setelah dipastikan meninggal dunia, kasus tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.


"Lukanya di bagian kepala samping sampai leher, telinga kanan sampai lepas, kemudian punggung. Itu yang terlihat," jelas Sadi.


Menurutnya, bercak darah ditemukan mulai dari dalam rumah hingga lorong di samping rumah. Kondisi tersebut mengindikasikan korban sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya roboh akibat luka yang diderita.


"Dari tempat tidur sampai lokasi korban terkapar cukup jauh, darah semua itu. Sampai di tembok ada bercak darah," ujarnya.


Peristiwa itu juga sempat disaksikan istri dan seorang teman korban. Teman korban yang berusaha melerai turut menjadi sasaran serangan hingga mengalami luka bacok di bagian kaki.


"Teman korban juga kena bacok di kakinya. Dia yang tahu persis kejadiannya," tambah Sadi.


Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Lumajang, Ipda Yanuar Ishaq, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pembunuhan sekaligus memburu terduga pelaku yang melarikan diri.


"Untuk dugaan pembunuhan saat ini masih dalam penyelidikan. Terduga pelaku masih dalam pengejaran. Kami juga masih menunggu hasil autopsi dari tim dokter RSUD dr. Haryoto Lumajang," pungkasnya. (Imam) 

Tragis, Pria Tanpa Identitas Tewas Setelah Diduga Melompat dari Jembatan Gladak Perak


Lumajang (Onenewsjatim) –
Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di dasar aliran Sungai Besuk Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Senin (13/7/2026) malam. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Gladak Perak.


Sebelum korban ditemukan, warga sempat menemukan sebuah tas punggung yang diduga milik korban tertinggal di tepi jembatan. Di dalam tas tersebut terdapat pakaian, sepotong roti, dan sekantong tembakau.


Hadi, warga yang berada di sekitar Jembatan Gladak Perak, mengatakan keberadaan tas yang ditinggalkan di pinggir jembatan memunculkan dugaan bahwa korban sengaja melompat.


"Ada orang bunuh diri, karena tasnya ditinggal di pinggir jembatan," ujar Hadi.


Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan adanya penemuan jenazah seorang pria di bawah Jembatan Besuk Kobokan sekitar pukul 19.00 WIB.


Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya berjalan kaki dari arah Pronojiwo menuju sebuah warung yang berada tidak jauh dari jembatan. Kepada pemilik warung, korban mengaku sempat bermalam di sebuah masjid di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo.


Pemilik warung kemudian menawarkan makanan kepada korban. Namun setelah itu, korban kembali berjalan menuju arah Jembatan Besuk Kobokan.


Tak lama berselang, seorang pengendara sepeda motor memberi tahu pemilik warung bahwa ada seorang pria berdiri di atas jembatan dengan posisi diduga hendak melompat. Saat saksi bergegas menuju lokasi, korban sudah berada di dasar sungai.


Menurut Ipda Suprapto, korban mengalami luka berat akibat benturan.


"Korban mengalami patah paha kanan, kepala pecah, dan seluruh tulang dada patah," katanya.


Petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara tidak menemukan kartu identitas pada tubuh korban. Hanya sebuah telepon genggam yang ditemukan sebagai barang milik korban.


"Untuk identitas korban tidak ditemukan," ujar Suprapto.


Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk proses identifikasi lebih lanjut. Polisi masih berupaya mengungkap identitas korban sekaligus memastikan penyebab pasti kematiannya.


"Saat ini kita masih lakukan identifikasi karena identitas korban tidak ada, dugaan awal bunuh diri," pungkas Ipda Suprapto.


Polres Lumajang mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri sesuai korban agar segera menghubungi pihak kepolisian atau mendatangi RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk membantu proses identifikasi.


13/07/2026

Babinsa dan Warga Gotong Royong Bangun Jalan Rabat Beton 450 Meter di Desa Kunir Lor


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Wujud kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur desa terus ditunjukkan oleh Babinsa Kunir Lor, Koramil 0821-13/Kunir, Sertu Harianto Dwi Cahyono, dengan turut serta membantu warga dalam kegiatan kerja bakti pengecoran jalan setapak pertanian sepanjang 450 meter di Dusun Sentul RT 007 RW 003, Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat sebagai upaya meningkatkan akses jalan menuju area persawahan agar lebih mudah dilalui, terutama saat musim hujan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata pendampingan TNI dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan warga di wilayah binaan.


Di sela kegiatan, Sertu Harianto Dwi Cahyono mengatakan bahwa pembangunan jalan rabat beton memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas pertanian masyarakat. Menurutnya, akses jalan yang baik akan memperlancar mobilitas petani saat membawa sarana produksi maupun hasil panen.


“Sebagai Babinsa, kami selalu siap membantu dan mendampingi masyarakat dalam setiap kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga karena menjadi kekuatan utama dalam membangun desa,” ujar dia.


Sementara itu, Kepala Desa Kunir Lor, Yudi Purnomo, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa dan antusiasme warga dalam pelaksanaan pembangunan jalan tersebut. Ia berharap keberadaan jalan rabat beton dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan produktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat.


“Pembangunan jalan setapak pertanian ini merupakan kebutuhan masyarakat untuk mendukung kelancaran aktivitas di lahan pertanian. Kami berterima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir mendampingi warga, sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.


Senada dengan itu, Suwarno salah satu warga menilai bahwa budaya kerja bakti yang masih terpelihara di Desa Kunir Lor menjadi modal penting dalam membangun lingkungan. Menurutnya, sinergi antara warga, pemerintah desa, dan Babinsa mampu mempercepat pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Dengan penuh semangat, warga bersama Babinsa bahu-membahu melakukan proses pengecoran jalan hingga pekerjaan berjalan tertib dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan akses menuju area pertanian menjadi lebih baik, sehingga dapat mendukung kelancaran distribusi hasil panen serta meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Kunir Lor. (Pendim0821)

Danramil Pronojiwo Hadiri Ruwatan Desa dan Kirab Budaya, Tradisi Tahunan Tetap Lestari


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Sebagai upaya mendukung tradisi tahunan, Danramil 0821-14/Pronojiwo, Letda Arh Sugiono, menghadiri kegiatan Ruwat Desa Pronojiwo Tahun 2026 yang dirangkai dengan iring-iringan Sedekah Bumi dan Kirab Budaya, bertempat di Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (12/7/2026).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pronojiwo Hani Pujianto, S.H., Sekcam Muhammad Kharisun, Danramil 0821-14/Pronojiwo Letda Arh Sugiono bersama dua personel Koramil, Kapolsek Pronojiwo AKP Sogeng Susanto, S.H., Kepala Desa Pronojiwo Murdiono beserta perangkat desa, Anggota DPRD Kabupaten Lumajang Junaidi, Ketua BPD Gunawan beserta anggota, Ketua LKMD, para kepala dusun, RT/RW, Ketua KDMP Bahtiar beserta anggota, kader Posyandu, Karang Taruna, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat setempat.


Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut dimulai dari Balai Desa Pronojiwo dan berakhir di Punden Mbah Lanjar Walik Umbulan, Dusun Mulyoarjo. Acara berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai unsur budaya lokal yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan bagi desa.


Saat dikonfirmasi dalamk acara tersebut, Letda Arh Sugiono mengatakan bahwa kehadiran Koramil tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah, dengan mengerahkan anggotanya bersama Polsek Pronojiwo untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


“Ruwatan desa dan kirab budaya merupakan warisan tradisi yang sarat nilai kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Koramil bersama unsur terkait hadir untuk memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman,” ujarnya.


Ia menambahkan, tradisi Sedekah Bumi menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Dalam sambutannya Kepala Desa Pronojiwo, Murdiono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk unsur TNI-Polri yang turut membantu pengamanan dan kelancaran acara.


“Ruwat Desa merupakan agenda tahunan yang menjadi identitas masyarakat Pronojiwo. Melalui kegiatan ini kami berharap nilai-nilai budaya, persatuan, dan kepedulian sosial tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.


Sepanjang pelaksanaan kirab budaya, peserta menampilkan berbagai hasil bumi, simbol-simbol tradisi, serta atraksi budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Berkat sinergi antara pemerintah desa, TNI, Polri, panitia, dan seluruh elemen masyarakat, kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat hingga selesai. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved