-->

13/08/2026

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Babinsa Sukosari Bangun Kebersamaan Lewat Kerja Bakti


Lumajang , (Onenewsjatim)-
Dalam rangka memperkuat pembinaan teritorial (Binter) sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, Babinsa Desa Sukosari, anggota Koramil 0821-13/Kunir, Serda Haris Purnomo, bersama warga melaksanakan kerja bakti pembersihan lingkungan di Dusun Sukorame, Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan kerja bakti dilaksanakan dengan membersihkan sisi kanan dan kiri jalan sepanjang kurang lebih 900 meter, tepatnya di wilayah RT 026/RW 008 Dusun Sukorame. Babinsa bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan rumput liar, sampah, serta material yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial untuk terus membangun kedekatan dan komunikasi dengan masyarakat. Melalui kegiatan bersama, hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Serda Haris Purnomo menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti kerja bakti memiliki manfaat besar, tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga.

“Kerja bakti seperti ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan membangun semangat gotong royong. Babinsa akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan positif di wilayah binaan,” ujar dia.

Selain menjaga kebersihan, pembersihan kanan dan kiri jalan juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari. Lingkungan yang tertata dan bersih turut mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap wilayah tempat tinggalnya.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Sukosari terus menunjukkan bahwa pembinaan teritorial tidak hanya dilakukan melalui komunikasi dan pendampingan, tetapi juga dengan hadir langsung di tengah masyarakat, bekerja bersama, dan menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan di wilayah binaan.

Semangat gotong royong yang terjalin di Dusun Sukorame menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, serta semakin harmonis. (Pendim0821)

Presiden Prabowo Luncurkan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan program pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih secara serentak di berbagai daerah, Kamis (13/8/2026).

Peluncuran tersebut dilakukan melalui video conference (vidcon) dengan mengusung tema "Negara Hadir untuk Rakyat".

Di Kabupaten Lumajang, kegiatan tersebut diikuti dari Lokasi Jembatan Perintis Garuda di Dusun Sitinggil, RT 002/RW 004, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut berada di bawah penanggung jawab Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P.

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda dan penyediaan titik air bersih merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut dia, pembangunan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses infrastruktur maupun air bersih.

"Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Jembatan Garuda bukan hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi, serta memperlancar mobilitas warga," ujar Anton.

Dorong aktivitas ekonomi masyarakat

Anton menjelaskan, keberadaan Jembatan Garuda memiliki arti strategis bagi masyarakat karena tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkawasan.

Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Kemudahan akses, kata dia, akan membantu masyarakat menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan efisien.

"Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami dari jajaran TNI akan terus mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat," katanya.

Program pembangunan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan pemerintah tidak hanya berfokus pada kawasan perkotaan.

Wilayah perdesaan yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan akses air bersih juga menjadi bagian dari sasaran pembangunan.

Melalui program bertema "Negara Hadir untuk Rakyat" tersebut, pemerintah berharap pembangunan dapat berlangsung secara merata dan tepat sasaran.

Dengan demikian, keberadaan infrastruktur dasar seperti jembatan dan sarana air bersih diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat hingga pelosok desa.(Pendim 0821)



Polres Mojokerto Amankan 3 Tersangka Pencurian Brankas Berisi Rp 1,4 Miliar Milik Kampus UAC Pacet


Mojokerto, (Onenewsjatim)
– Polres Mojokerto, Polda Jawa Timur, mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di lingkungan Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap tiga orang tersangka yang diduga merupakan bagian dari sindikat pencurian lintas pulau.

Ketiga tersangka yakni S (50), warga Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah; MAT (43), warga Kecamatan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah; dan H (33), warga Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Wakapolres Mojokerto Kompol Grandika Indera Waspada mengatakan, ketiga tersangka ditangkap di lokasi berbeda.

Tersangka S ditangkap di area kantin Universitas Muhammadiyah Klaten, Kabupaten Klaten, pada 31 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara MAT dan H ditangkap di Bandara Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Riau, pada 4 Agustus 2026 sekitar pukul 22.30 WIB.

"Para pelaku merupakan sindikat profesional. Berdasarkan hasil penyidikan, mereka memetakan target-target potensial secara acak hanya dengan menggunakan aplikasi Google," kata Grandika saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, hasil penyidikan juga memastikan tidak ada keterlibatan orang dalam kampus dalam aksi pencurian tersebut.

Bobol Kampus dan Kuras Brankas

Aksi pencurian terjadi pada Kamis (23/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, para pelaku datang menggunakan mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2859 KIH.

Pelaku kemudian masuk ke area gedung dengan cara merusak teralis dan jendela ruangan.

Setelah berada di dalam, pelaku merusak pintu brankas menggunakan linggis. Uang tunai yang tersimpan di dalam brankas kemudian diambil seluruhnya.

"Uang yang ada di dalam brankas kurang lebih Rp 1,4 miliar," ujar Grandika.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka, polisi juga menemukan fakta bahwa komplotan tersebut berjumlah lima orang.

"Dua orang lainnya masih dalam pengejaran dan telah diterbitkan DPO," katanya.

Masing-masing Pelaku Punya Peran

Dalam menjalankan aksinya, ketiga tersangka memiliki peran berbeda.

S berperan menyediakan kendaraan yang digunakan dalam aksi pencurian. Dari perannya tersebut, S disebut menerima upah sebesar Rp 30 juta.

Sementara MAT berperan sebagai eksekutor yang merusak brankas menggunakan alat yang telah disiapkan.

Adapun H bertugas melakukan pengawasan di sekitar lokasi sekaligus menjadi joki atau sopir kendaraan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

Selain itu, tersangka yang membantu menyediakan sarana juga dijerat Pasal 477 ayat (2) juncto Pasal 21 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023, dengan ancaman pidana dua pertiga dari pidana pokok.

Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam, dua linggis, delapan obeng berbagai ukuran, satu kunci L, satu kater, satu tang potong, enam buff, satu pasang sarung tangan, empat unit telepon seluler berbagai merek, tiga kartu SIM, dua tas, serta uang tunai Rp 5 juta yang disita dari tersangka MAT.

Polisi juga menemukan dugaan bahwa para pelaku pernah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Polres Tuban, Jawa Timur.

"Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut," kata Grandika.

Grandika menegaskan, pengungkapan kasus tersebut menunjukkan komitmen kepolisian dalam menangani tindak kejahatan yang dilakukan secara lintas daerah.

"Pengungkapan kasus ini membuktikan bahwa kejahatan lintas daerah dapat kami jangkau dan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya. (Red) 



Demi Harga Lebih Murah, Warga Lumajang Rela Antre Berjam-jam di Pasar Murah


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Puluhan warga mengantre panjang untuk mendapatkan beras dan minyak goreng dengan harga lebih murah dalam kegiatan pasar murah di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT), Desa Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Kamis (13/8/2026).

Pasar murah tersebut digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang. 

Sejak kegiatan berlangsung, warga tampak memadati sejumlah stan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean sejak stan dibuka. Warga rela menunggu giliran untuk membawa pulang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Kegiatan pasar murah ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Momentum tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mengajak warga menyambut peringatan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan.

Pantauan di lokasi, antrean warga mengular terutama di stan beras SPHP dan minyak goreng Minyakita. 

Warga rela menunggu hingga berjam-jam demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Tingginya antusiasme masyarakat bahkan membuat petugas harus mengambil tambahan pasokan beras hingga dua kali. Warga terus berdatangan dan mengantre untuk membeli beras serta minyak goreng.

Salah satu warga, Diah, mengaku rela berdiri di antrean hingga dua jam demi bisa membawa pulang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

​"Beli minyak sama beras, karena lebih murah di sini daripada di pasar. Nggak apa-apa walaupun antre tadi sampai dua jam," ujar Diah saat ditemui di lokasi, Kamis (13/8/2026). 

​Diah menuturkan, selisih harga yang ditawarkan di pasar murah ini sangat membantu dapur rumah tangganya.

​"Beli minyak sama beras tadi. Untuk minyak harganya lebih murah, kalau di pasar itu biasanya 1 liter Rp 20 ribu, di sini nggak sampai Rp 20 ribu," tambahnya.

Di pasar murah tersebut, beras SPHP dijual Rp55 ribu per kemasan 5 kilogram. Harga itu lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang mencapai sekitar Rp62 ribu per 5 kilogram.

Selain beras, minyak goreng Minyakita juga menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diburu warga. Minyakita kemasan 2 liter dijual Rp29 ribu, sedangkan harga di pasaran disebut dapat mencapai sekitar Rp36 ribu per kemasan.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Lumajang Retno Wulandari mengatakan pasar murah tersebut sengaja digelar untuk memperingati Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus.

"Pasar murah ini kami selenggarakan untuk memperingati Proklamasi 17 Agustus. Jadi kami juga ingin masyarakat menyambut dengan gembira. Karena tupoksi kami di bidang pangan, maka kami selenggarakan pasar murah yang tentu harganya lebih murah," kata Retno.

Menurut Retno, pemerintah menyediakan stok cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kegiatan pasar murah berlangsung.

DKPP Lumajang menyiapkan sekitar 4 ton beras SPHP dan 2.400 liter Minyakita. Selain itu, pasar murah juga menyediakan sejumlah kebutuhan rumah tangga lainnya, seperti telur, gula hingga bawang putih.

Pasar murah ini sekaligus menjadi bentuk upaya pemerintah daerah membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih ringan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Mam) 

Cegah Karhutla Meluas, Polres Probolinggo Padamkan Titik Api di JLKT


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Polres Probolinggo bersama tim gabungan bergerak cepat memadamkan titik api yang muncul di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT), Rabu (12/8/2026).

Pemadaman dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak meluas dan mengancam kawasan wisata Seruni Point.

Sejumlah personel gabungan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan sekaligus mengendalikan titik api. Petugas juga melakukan pemantauan guna memastikan tidak muncul kembali titik api baru.

Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardhianto mengatakan, petugas langsung bergerak setelah mengetahui adanya titik api di kawasan JLKT.

"Kami bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman di titik api kawasan JLKT menggunakan kendaraan truk Karhutla dari Samapta Polda Jatim," kata Yanuar, mewakili Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar.

Menurut dia, pemadaman dilakukan dengan cepat untuk mencegah api menjalar ke kawasan lain, terutama menuju Seruni Point.

"Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas, khususnya ke arah kawasan Seruni Point," ujarnya.

Yanuar menambahkan, petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memantau kondisi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Hal tersebut penting mengingat kondisi vegetasi yang kering dapat mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani.

Polres Probolinggo juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang berada di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat," tutur Yanuar.

Polres Probolinggo memastikan penanganan dan pemantauan di kawasan JLKT terus dilakukan sampai kondisi dinyatakan aman dan terkendali.

Gerak cepat tim gabungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan wisata dan lingkungan di sekitar Kaldera Tengger, termasuk Seruni Point, dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (Imam) 


Padamkan Karhutla Bromo, Polisi Kerahkan Pompa Alcon hingga Jet Sprayer


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama Polres Probolinggo mengerahkan tim gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo.

Sebanyak 85 personel diterjunkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri dari 30 personel Polres Probolinggo, 30 personel Dit Samapta Polda Jatim, dan 25 personel Satbrimobda Polda Jatim.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardhianto mengatakan, pengerahan personel tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

“Kami menyiapkan personel dan sarana secara maksimal untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan karhutla di kawasan Bromo. Kondisi medan yang cukup berat membutuhkan kesiapan personel, dukungan peralatan yang memadai, serta koordinasi dan sinergi yang kuat di lapangan,” kata Yanuar.

Kerahkan Peralatan Khusus

Selain personel, kepolisian juga mengerahkan sejumlah kendaraan dan peralatan khusus yang disesuaikan dengan kondisi medan di kawasan Bromo.

Sarana yang disiapkan antara lain satu unit truk karhutla, satu unit truk rantis SAR, satu unit truk rantis Brimob, serta delapan unit kendaraan dinas transportasi.

Untuk mendukung proses pemadaman, petugas juga membawa tujuh unit pompa pemadam kebakaran Alcon, empat unit jet sprayer dan tiga unit chainsaw Stihl.

Selain itu, disiapkan pula satu unit alat ekstrikasi, dua unit SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus), satu unit crane berkapasitas tiga ton serta satu unit Nightscan Portable.

Menurut Yanuar, penggunaan berbagai peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menyesuaikan penanganan kebakaran dengan karakteristik medan di kawasan Bromo.

“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak. Tidak hanya aparat, tetapi juga pengelola kawasan, masyarakat maupun wisatawan memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran dan menjaga kelestarian kawasan Bromo,” ujarnya.

Masyarakat dan Wisatawan Diminta Waspada

Yanuar mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan Bromo.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan Bromo. Jangan melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran. Apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” katanya.

Pengerahan personel dan peralatan tersebut, lanjut Yanuar, merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi karhutla.

Petugas bersama unsur terkait terus melakukan upaya pengendalian dan pemadaman titik api serta mencegah kebakaran menyebar ke wilayah yang lebih luas.

“Keselamatan personel, masyarakat dan wisatawan serta kelestarian kawasan Bromo menjadi perhatian utama. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Bromo agar tetap aman dan lestari,” pungkas Yanuar.(imam) 



12/08/2026

Polda Jatim Ungkap Arisan Online Fiktif, 140 Korban dan Transaksi Rp 71 Miliar


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Direktorat Reserse Siber (Ditresiber) Polda Jawa Timur membongkar dugaan penipuan online berkedok arisan fiktif yang menimbulkan kerugian bagi sejumlah peserta.

Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan seorang perempuan berinisial JNK sebagai tersangka sekaligus pemilik dan pengelola arisan online. Tersangka kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum.

Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto, S.H., S.I.K. mengatakan, tersangka menjalankan aksinya dengan menawarkan sejumlah program arisan melalui media sosial.

Menurut Bimo, promosi tersebut dibuat untuk membangun kepercayaan calon anggota. Tersangka mencantumkan berbagai klaim mengenai keamanan, legalitas dan kredibilitas arisan.

“Dalam promosi tersebut dicantumkan berbagai keterangan mengenai keamanan, kepercayaan dan legalitas arisan, seperti 100 persen bersertifikasi, arisan paling aman, terpercaya dan konsisten, owner amanah serta testimoni riil,” kata Bimo, Rabu (12/8/2026).

Calon anggota yang tertarik kemudian diarahkan masuk ke grup WhatsApp sesuai program arisan yang dipilih.

Mereka juga diwajibkan memberikan sejumlah data pribadi, termasuk foto kartu tanda penduduk (KTP) dan akun media sosial.

Program yang ditawarkan di antaranya arisan menurun dan program dengan iming-iming keuntungan tertentu.

Bimo menjelaskan, JNK memiliki kewenangan dalam menentukan program, waktu pelaksanaan hingga besaran keuntungan yang ditawarkan kepada anggota.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga menggunakan nama-nama anggota fiktif untuk mengisi slot arisan yang masih kosong.

Cara tersebut dilakukan agar calon anggota percaya bahwa seluruh slot arisan telah terisi dan program berjalan secara normal.

“Transaksi atas nama tersebut dilakukan menggunakan dana milik tersangka sendiri sehingga terlihat sebagai member yang aktif,” jelas Bimo.

Untuk menjalankan operasional arisan, JNK menggunakan sejumlah rekening miliknya. Tersangka juga dibantu tiga orang admin.

Para admin tersebut bertugas melakukan verifikasi data, membantu promosi, menjaga grup WhatsApp serta mengingatkan anggota terkait pembayaran.

140 korban tersebar di berbagai daerah

Dari hasil penyidikan dan pendalaman terhadap sejumlah grup arisan online, polisi menemukan sekitar 140 korban.

Para korban tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Jakarta, Banten, Jawa Barat hingga DI Yogyakarta.

Korban juga ditemukan di Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Bali dan Papua.

Tidak hanya jumlah korban, polisi juga menemukan nilai transaksi yang cukup besar dalam perkara tersebut.

“Berdasarkan penelusuran transaksi keuangan periode Juni 2025 hingga Juli 2026, nilai transaksi yang berkaitan dengan arisan fiktif itu mencapai Rp 71 miliar,” ungkap Bimo.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas arisan online.

Barang bukti itu antara lain iPhone 15 Pro Max, iPhone 13 Pro Max, Samsung Galaxy Fold, sejumlah telepon seluler, laptop, rekening bank serta akun media sosial yang digunakan dalam aktivitas arisan.

Polisi juga menyita tiga unit kendaraan yang diduga berkaitan dengan hasil kejahatan, yakni BMW, Toyota Rush dan Honda Brio.

Penyidik masih melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya aset lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Kami akan terus melakukan penelusuran terkait aset dan akan menyita semua aset yang berhubungan atau yang dihasilkan dari kegiatan arisan fiktif tersebut,” kata Bimo.

Terancam hukuman 6 tahun penjara

Atas perbuatannya, JNK dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Salah satu ketentuan yang diterapkan berkaitan dengan penyebaran informasi bohong yang mengakibatkan kerugian material dalam transaksi elektronik.

Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat dari kejahatan siber dan ekonomi digital.

“Kemajuan teknologi dan media sosial tentu membawa banyak manfaat. Namun, hal ini juga kerap digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan online dengan berbagai modus, termasuk promosi investasi palsu dan pengelolaan arisan online fiktif,” ujar Jules.

Ia menegaskan, promosi maupun pengelolaan arisan online yang tidak sesuai dengan kesepakatan dan merugikan peserta dapat diproses secara hukum.

“Setiap tindakan penipuan online, termasuk promosi dan pengelolaan arisan online yang tidak sesuai dengan kesepakatan atau menipu peserta, adalah perbuatan melawan hukum yang dapat dikenai pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Jules mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran arisan maupun investasi yang dipromosikan melalui media sosial.

Masyarakat diminta terlebih dahulu memeriksa legalitas, transparansi serta rekam jejak pengelola sebelum memutuskan bergabung.

“Pastikan terlebih dahulu legalitas, transparansi dan rekam jejak pengelola sebelum bergabung. Jangan mudah tergiur dengan keuntungan besar dalam waktu singkat,” pungkas Jules. (Red) 



© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved