-->

03/09/2026

Latihan Menembak Semester II, Dandim 0821/Lumajang Tekankan Profesionalisme Prajurit


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh. Anton Subhandi memimpin latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) Semester II Tahun 2026.

Latihan tersebut digelar di Lapangan Tembak Batalyon Infanteri 527/Baladibya Yudha, Kabupaten Lumajang, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan diikuti personel militer Kodim 0821/Lumajang. Dalam latihan itu, prajurit mengasah kemampuan menggunakan senjata ringan, di antaranya senapan FNC dan pistol.

Pelaksanaan latihan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, kedisiplinan, ketepatan serta kepatuhan terhadap prosedur penggunaan senjata.

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh. Anton Subhandi mengatakan, latihan menembak merupakan bagian dari pembinaan kemampuan dasar prajurit.

Menurut dia, kemampuan menggunakan senjata harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui latihan yang dilakukan secara terukur dan berkesinambungan.

"Latihan harus dilaksanakan dengan serius, disiplin dan penuh tanggung jawab. Kemampuan prajurit harus terus dipelihara dan ditingkatkan, sehingga setiap personel senantiasa siap melaksanakan tugas secara profesional," kata Anton.

Ia menjelaskan, latihan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dalam menggunakan senjata.

Lebih dari itu, latihan juga diperlukan untuk membentuk konsentrasi, ketenangan, kedisiplinan dan kesiapsiagaan prajurit ketika menghadapi tuntutan tugas di lapangan.

Kapolres Lumajang ikut latihan menembak pistol

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi turut hadir dan mengikuti latihan menembak pistol.

Kapolres mengikuti rangkaian latihan dengan didampingi langsung oleh Dandim 0821/Lumajang.

Kehadiran Kapolres dalam latihan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara TNI dan Polri di Kabupaten Lumajang.

Anton mengatakan, koordinasi dan komunikasi yang baik antara TNI dan Polri menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

"Sinergitas TNI dan Polri harus terus diperkuat. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, kita dapat bersama-sama memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Latihan menembak Semester II Tahun 2026 tersebut diharapkan dapat menjaga kesiapan personel Kodim 0821/Lumajang dalam menjalankan berbagai tugas.

Kodim 0821/Lumajang juga berkomitmen melaksanakan pembinaan kemampuan prajurit secara terprogram dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk personel yang profesional, disiplin dan tangguh.

Dengan kemampuan prajurit yang terus terpelihara serta sinergitas TNI-Polri yang semakin kuat, diharapkan pelaksanaan tugas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Lumajang dapat berjalan optimal.

Satlantas Lumajang Sosialisasikan Jam Operasional Truk, Dilarang Melintas Pukul 06.00-08.00 WIB


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang mengintensifkan sosialisasi tertib berlalu lintas sekaligus pembatasan jam operasional kendaraan angkutan barang di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sosialisasi tersebut salah satunya dilakukan di wilayah Kecamatan Candipuro dan Pasirian.

Petugas menyampaikan imbauan kepada para pengemudi truk roda enam (R6), dump truck, maupun kendaraan dengan muatan besar agar tidak beroperasi pada pukul 06.00-08.00 WIB.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), terutama saat aktivitas masyarakat dan pelajar meningkat pada pagi hari.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno mengatakan, pembatasan tersebut diberlakukan karena pukul 06.00-08.00 WIB merupakan waktu padat aktivitas masyarakat di jalan raya.

"Jam 06.00 sampai 08.00 kami mengharapkan kendaraan angkutan barang untuk tidak beroperasional," kata Bayu, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, pada jam tersebut masyarakat mulai berangkat bekerja, sedangkan para pelajar juga melakukan perjalanan menuju sekolah. Kondisi itu membuat arus lalu lintas menjadi lebih ramai.

"Karena pada pukul 06.00-08.00 itu ramai-ramainya masyarakat berada di tempat kerja maupun sekolah, berangkat bekerja, atau kegiatan-kegiatan yang sekiranya menggunakan jalur lalu lintas," ujarnya.

Bayu mengatakan, kendaraan angkutan barang dengan ukuran dan muatan besar membutuhkan ruang gerak lebih luas sehingga berpotensi menghambat arus lalu lintas ketika beroperasi pada jam sibuk.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta para pengemudi untuk mengatur waktu perjalanan. Kendaraan angkutan barang diharapkan baru kembali beroperasi setelah pukul 08.00 WIB.

"Kemarin kami imbau untuk di luar, di atas jam 08.00 pagi, baru bisa beroperasional," jelasnya.

Satlantas Polres Lumajang telah memberikan sosialisasi kepada para pengemudi sebagai langkah awal sebelum pemberlakuan penindakan. Imbauan tersebut juga dilakukan di wilayah hukum Polsek Candipuro dan Pasirian.

Bayu menegaskan, Rabu (2/9/2026) menjadi kesempatan terakhir bagi para pengemudi untuk mendapatkan imbauan sebelum petugas melakukan penindakan terhadap pelanggar.

"Untuk kemarin Rabu, kami terakhir memberikan imbauan kepada teman-teman driver, baik driver muatan yang besar roda enam maupun dump truck. Hari ini terakhir imbauan," ungkapnya.

Ia menegaskan, apabila setelah sosialisasi masih ditemukan kendaraan angkutan barang yang beroperasi pada pukul 06.00-08.00 WIB, petugas akan melakukan tindakan sesuai prosedur.

"Apabila besok masih melaksanakan kegiatan operasional kendaraan muatan di jam 06.00 sampai jam 08.00, kami akan tindak di tempat atau kita melaksanakan penindakan sesuai SOP, yakni diberikan tindakan tilang," tegas Bayu.

Bayu mengimbau seluruh pengemudi dan pemilik kendaraan angkutan barang untuk mematuhi pembatasan jam operasional tersebut. Pengusaha angkutan juga diminta mengatur jadwal perjalanan agar kendaraan tidak melintas pada waktu yang telah ditentukan.

"Yang kami harapkan kepada sopir truk, baik R6, dump truck maupun kendaraan bermuatan besar, untuk tidak beroperasional pada pukul 06.00 sampai 08.00 WIB," pungkasnya.

Satlantas Polres Lumajang berharap sosialisasi dan pembatasan jam operasional tersebut dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan lancar, khususnya pada jam keberangkatan masyarakat dan pelajar.

9 Hari Karhutla TNBTS, Luasan Area Terbakar Capai 3.072 Hektare


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di lereng Gunung Semeru hingga hari ke-9 masih terus ditangani. Data sementara BPBD Kabupaten Lumajang mencatat total luasan hutan dan lahan yang terbakar mencapai sekitar 3.072 hektare.

Kebakaran tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang. Pergerakan api juga meluas ke kawasan TNBTS yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan luasan tersebut tersebar di sejumlah blok kawasan TNBTS.

"Luasan terbakar sampai saat ini sekitar 3.072 hektare," kata Yudi, Kamis (3/9/2026).

Yudi merinci, kebakaran di kawasan TNBTS wilayah Pasuruan yang meliputi Blok Dingklik, Pacis Bincil, Kedaluh, dan Penanjakan mencapai sekitar 211,24 hektare.

Sementara di wilayah Probolinggo, kebakaran terjadi di Blok Argowulan dengan luasan sekitar 86,23 hektare. Kemudian kebakaran di sekitar kawasan Jembatan Kaca tercatat sekitar 3,84 hektare.

"Begitu juga di Blok Bantengan, Watangan, Jantur serta B29 ada sekitar 881,78 hektare terbakar," ujarnya.

Untuk wilayah Kabupaten Lumajang, kebakaran terjadi di Blok Ledok Tirem, Ranupani, Kecamatan Senduro, dengan luas sekitar 1,84 hektare.

Sedangkan kawasan Ranu Kumbolo dan sekitarnya menjadi lokasi dengan luasan terbakar paling besar. BPBD Lumajang mencatat sekitar 1.887,07 hektare kawasan tersebut terdampak karhutla.

"Di Blok Ranu Kumbolo dan sekitarnya ada sekitar 1.887,07 hektare terbakar," beber Yudi.

Dengan demikian, total luasan karhutla yang terdata BPBD Lumajang di sejumlah blok kawasan TNBTS mencapai sekitar 3.072 hektare.

Water Bombing 21 Kali

Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Pada Rabu (2/9), operasi water bombing dilakukan menggunakan helikopter milik BPBD Provinsi Jawa Timur.

Dalam operasi tersebut, helikopter dengan nomor PK-DAP melakukan pengeboman air sebanyak 21 kali. Total air yang dijatuhkan mencapai 21.000 liter dengan kapasitas angkut sekitar 1.000 liter dalam sekali operasi.

"Water bombing dilakukan sebanyak 21 kali (21.000 liter) menggunakan Helikopter PK-DAP kapasitas 1.000 liter dari BPBD Provinsi Jawa Timur," ungkap Yudi.

Selain melalui udara, pemadaman juga dilakukan secara manual oleh tim gabungan. Petugas melakukan pembasahan di sejumlah titik menggunakan peralatan seperti gepyok, jet shooter, dan blower.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pemadaman manual berada di balik Bukit Landengan Dowo hingga kawasan sebelum Pos 1 jalur pendakian Ranu Kumbolo.

Namun, proses pemadaman tidak mudah. Sejumlah titik api hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Kondisi medan yang sulit, ditambah kabut tebal dan angin cukup kencang, turut menghambat pergerakan petugas maupun pelaksanaan water bombing.

"Lokasi titik api hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki. Selain itu, kabut dan angin yang cukup kencang menghambat pergerakan tim, terutama pelaksanaan water bombing oleh helikopter," jelasnya.

Jalur Pendakian Jadi Perhatian

Memasuki hari ke-9 penanganan karhutla, tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik.

Yudi mengatakan, untuk jalur 1 pendakian Semeru, pemadaman dilakukan secara manual. Sementara jalur 2 dan kawasan Ayak-Ayak memiliki medan yang lebih sulit sehingga penanganannya membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.

"Untuk kondisi hari ini, terutama di jalur 1 pendakian Semeru, itu memang sudah dilakukan secara manual. Untuk jalur 2 sama daerah Ayak-Ayak memang kondisinya atau medannya sulit untuk diakses secara manual," katanya.

Karena kondisi medan tersebut, pemadaman di jalur 2 dan kawasan Ayak-Ayak berpotensi kembali dibantu dengan operasi water bombing.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNBTS, masyarakat peduli api, TNI, dan Polri terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet dan menjalar ke titik lainnya.

"Teman-teman BPBD bersama TNBTS, masyarakat peduli api, TNI dan Polri berupaya secara maksimal untuk pemadaman, sekiranya tidak merembet ataupun menjalar ke titik-titik api yang lain," tutur Yudi.

BPBD Lumajang masih mewaspadai kemungkinan bertambahnya luasan area terbakar. Sebab, kondisi di lapangan masih dinamis dan sejumlah titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau.

"Untuk luasnya, sementara ini tidak menutup kemungkinan akan bertambah seperti hari kemarin. Semoga tidak ada tambahan lagi di daerah ataupun perluasan hektare," pungkasnya.

Karhutla Kembali Terjadi di Lumajang, 3 Hektare Lahan di Gunung Fuji Terbakar


Lumajang, (DOC)-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kali ini, api membakar kawasan hutan milik Perhutani di Blok Gunung Fuji, Petak 19D, Desa Papringan, Kecamatan Klakah.

Lokasi kebakaran tersebut berada tidak jauh dari jalur pendakian menuju puncak Gunung Lamongan. Api membakar ilalang dan tumbuhan liar dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 3 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada Rabu (2/9/2026) malam.

"Kalau api pertama kali muncul menurut aplikasi Sipongi sekitar pukul 13.30 WIB, tapi laporan ke kami malam harinya sekitar jam 6," kata Yudi di Lumajang, Kamis (3/9/2026).

Yudi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, vegetasi yang terbakar berupa ilalang dan tumbuhan liar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare.

"Tanaman yang terbakar adalah ilalang dan tumbuhan liar seluas 3 hektare," ujarnya.

Meski kebakaran telah berhasil dipadamkan, petugas masih disiagakan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

"Api sudah berhasil dipadamkan. Namun, tim tetap disiagakan di sekitar lokasi untuk melakukan pendinginan agar tidak muncul kebakaran lagi," jelasnya.

Yudi menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kondisi di sekitar jalur pendakian Gunung Lamongan juga dipastikan aman.

Ia memastikan tidak ada pendaki yang terjebak maupun berada di puncak Gunung Lamongan saat kebakaran terjadi.

"Saat kebakaran tidak ada pendaki di puncak, jadi aman hanya kerugian materil saja," pungkasnya.

Berdasarkan perkiraan BPBD Lumajang, kerugian akibat kebakaran tersebut relatif kecil, yakni sekitar Rp 450 ribu.

Karhutla di kawasan Gunung Fuji ini menjadi perhatian petugas mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan hutan dan berdekatan dengan jalur pendakian Gunung Lamongan. Petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. (mam)

02/09/2026

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Kaliwungu Bersama Petani Siapkan Lahan Tanam


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah binaan, Babinsa Kaliwungu Koramil 0821-10/Tempeh Sertu Abdul Haris melaksanakan pendampingan pengolahan lahan sawah milik Bapak Anwar, anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumberjaya, di Dusun Karangrejo RT 002 RW 004, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan pada lahan persawahan seluas kurang lebih 1,5 hektare. Dalam pendampingannya, Sertu Abdul Haris turut membantu petani dalam proses pengolahan lahan sebagai tahap awal sebelum memasuki masa tanam.

Pendampingan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mempererat komunikasi dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat, khususnya para petani di wilayah binaan.

Sertu Abdul Haris menyampaikan bahwa pengolahan lahan menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Karena itu, proses tersebut perlu dilakukan secara baik agar kondisi tanah siap digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada para petani. Kami ingin membantu dan memberikan motivasi agar setiap tahapan kegiatan pertanian dapat berjalan dengan baik, sehingga diharapkan hasil produksi nantinya juga dapat meningkat,” ujar dia.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian tidak hanya sebatas membantu pekerjaan di lapangan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung berbagai kondisi dan kendala yang dihadapi petani.

Sementara itu, Ketua Poktan Sumberjaya, Jumiadi, menyampaikan bahwa pengolahan lahan merupakan tahapan penting yang harus dipersiapkan dengan baik sebelum memasuki masa tanam. Kondisi tanah yang diolah secara optimal diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman dan memberikan hasil produksi yang lebih baik.

“Pengolahan lahan ini kami lakukan untuk mempersiapkan kondisi tanah agar lebih siap untuk ditanami. Dengan lahan yang diolah dengan baik, diharapkan proses tanam nantinya dapat berjalan lancar dan tanaman bisa tumbuh secara maksimal,” pungkasnya.

Kegiatan pendampingan tersebut sekaligus mencerminkan sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian. Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan produktivitas lahan pertanian di Desa Kaliwungu dapat terus ditingkatkan serta turut berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan di wilayah binaan. (Pendim0821)

Dandim Lumajang Tinjau Karhutla TNBTS Ranupani, Pastikan Kesiapan Penanganan di Lapangan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini karhutla di Blok Landengan Dowo, yang berada di antara Pos 1 dan Pos 2 jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo.

Setibanya di Posko Penanganan Karhutla di Kantor TNBTS Resort Ranupani, Anton menerima laporan mengenai perkembangan kondisi kebakaran dari sejumlah unsur yang terlibat dalam penanganan.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim didampingi Pjs. Danramil 0821/03 Senduro Kapten Czi Suharsono, Kapolsek Senduro AKP Wahono Puji S., S.H., Kepala TNBTS Resort Ranupani Rianto Arhie, Babinsa Ranupani Serda Zainal Arifin, Bhabinkamtibmas Aipda David, personel TNBTS serta BPBD Kabupaten Lumajang.

Cek peralatan pemadaman

Sebelum menuju lokasi, Anton terlebih dahulu mengecek kesiapan peralatan yang digunakan untuk penanganan karhutla.

Salah satunya peralatan pemadam api dan blower milik TNBTS yang digunakan untuk membantu menghalau asap di lokasi terdampak.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dalam kondisi siap digunakan apabila diperlukan dalam proses penanganan di lapangan.

Setelah itu, Anton bersama jajaran TNI, Polri, TNBTS dan BPBD bergerak menuju kawasan Landengan Dowo untuk memantau titik kepulan asap.

Rombongan kemudian tiba di Pos 1 jalur pendakian Ranu Kumbolo. Dari lokasi tersebut, mereka melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi kawasan dan kepulan asap yang masih terlihat.

Keselamatan personel jadi prioritas

Anton mengatakan, pemantauan langsung diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi karhutla sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan situasi di lapangan.

Menurut dia, penanganan karhutla di kawasan konservasi membutuhkan koordinasi lintas instansi, mengingat kondisi medan yang tidak mudah dijangkau.

"Kami bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan," kata Anton.

Ia menegaskan, keselamatan personel menjadi perhatian utama dalam setiap upaya penanganan karhutla.

"Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, sementara upaya penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kondisi dan situasi di lokasi," ujarnya.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Kodim 0821/Lumajang terhadap upaya penanganan karhutla di kawasan TNBTS.

Koordinasi antara TNI, Polri, TNBTS dan BPBD terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.




600 Hektare Hutan TNBTS Terbakar, Polisi: Belum Ditemukan Dugaan Pembakaran

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi saat di konfirmasi

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor (Polres) Lumajang masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Semeru, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut mulai terpantau pada Rabu (26/8/2026).

Titik awal kebakaran dilaporkan muncul di Blok Gunung Kembar, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.

Hingga memasuki hari kedelapan, kebakaran telah menghanguskan sekitar 600 hektare kawasan hutan TNBTS di wilayah Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab munculnya api.

Penyelidikan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia atau terdapat unsur kesengajaan.

"Kami sudah melakukan beberapa tahapan penyelidikan untuk melihat apakah ada human error atau ada pelaku pembakaran," kata Riki di Mapolres Lumajang, Rabu (2/9/2026).

Menurut Riki, penyelidikan juga mendapat dukungan dari Polda Jawa Timur.

Namun, proses penyelidikan menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo yang memiliki medan cukup sulit dijangkau.

"Dari mulai pos 1, 2, 3, 4 dan 5 di jalur pendakian Ranu Kumbolo, kami hanya bisa memantau dari bawah," ujarnya.

Polres Lumajang sebelumnya juga sempat berupaya melakukan pendakian dengan melibatkan personel Satuan Samapta untuk melihat langsung kondisi di lokasi.

Namun, hingga saat ini petugas belum menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembakaran hutan.

"Kami sempat juga melakukan pendakian bersama Samapta, tapi sampai saat ini belum ditemukan dugaan tindak pidana pembakaran," kata Riki.

Meski demikian, penyelidikan akan terus dilakukan. Setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan, polisi akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam di lokasi.

Riki mengatakan, pemeriksaan nantinya akan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).

"Biasanya nanti dilakukan Labfor bersama Inafis di titik yang diduga rawan adanya human error atau tindak pidana pembakaran. Tapi sampai saat ini masih belum, kami masih melakukan upaya pemadaman," jelasnya.

Api Mulai Mereda

Sementara itu, Riki menyebut kondisi kebakaran di wilayah Senduro mulai berangsur mereda.

Sejumlah titik api masih ditemukan, tetapi berdasarkan pemantauan petugas, pergerakan api cenderung mengarah ke wilayah Kabupaten Malang.

"Alhamdulillah masih aman. Memang ada beberapa titik api, tapi saya lihat mengarah ke Kabupaten Malang. Untuk wilayah Senduro sendiri perlahan-lahan api mulai padam. Mohon doanya," ungkapnya.

Untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan karhutla, Polres Lumajang mengerahkan sekitar 50 personel.

Personel tersebut diperkuat anggota Polsek Senduro  bersama petugas gabungan untuk membantu upaya pemadaman, pemantauan, serta pengamanan kawasan terdampak.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved