Lumajang, (Onenewsjatim) – Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini karhutla di Blok Landengan Dowo, yang berada di antara Pos 1 dan Pos 2 jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo.
Setibanya di Posko Penanganan Karhutla di Kantor TNBTS Resort Ranupani, Anton menerima laporan mengenai perkembangan kondisi kebakaran dari sejumlah unsur yang terlibat dalam penanganan.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim didampingi Pjs. Danramil 0821/03 Senduro Kapten Czi Suharsono, Kapolsek Senduro AKP Wahono Puji S., S.H., Kepala TNBTS Resort Ranupani Rianto Arhie, Babinsa Ranupani Serda Zainal Arifin, Bhabinkamtibmas Aipda David, personel TNBTS serta BPBD Kabupaten Lumajang.
Cek peralatan pemadaman
Sebelum menuju lokasi, Anton terlebih dahulu mengecek kesiapan peralatan yang digunakan untuk penanganan karhutla.
Salah satunya peralatan pemadam api dan blower milik TNBTS yang digunakan untuk membantu menghalau asap di lokasi terdampak.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dalam kondisi siap digunakan apabila diperlukan dalam proses penanganan di lapangan.
Setelah itu, Anton bersama jajaran TNI, Polri, TNBTS dan BPBD bergerak menuju kawasan Landengan Dowo untuk memantau titik kepulan asap.
Rombongan kemudian tiba di Pos 1 jalur pendakian Ranu Kumbolo. Dari lokasi tersebut, mereka melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi kawasan dan kepulan asap yang masih terlihat.
Keselamatan personel jadi prioritas
Anton mengatakan, pemantauan langsung diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi karhutla sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan situasi di lapangan.
Menurut dia, penanganan karhutla di kawasan konservasi membutuhkan koordinasi lintas instansi, mengingat kondisi medan yang tidak mudah dijangkau.
"Kami bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan," kata Anton.
Ia menegaskan, keselamatan personel menjadi perhatian utama dalam setiap upaya penanganan karhutla.
"Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, sementara upaya penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kondisi dan situasi di lokasi," ujarnya.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Kodim 0821/Lumajang terhadap upaya penanganan karhutla di kawasan TNBTS.
Koordinasi antara TNI, Polri, TNBTS dan BPBD terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram