-->

15/07/2026

Residivis Curanmor Ditangkap Usai Curi 70 Ekor Bebek di Lumajang

Polisi saat melakukan olah tkp

Lumajang (Onenewsjatim)
– Aparat Satreskrim Polres Lumajang berhasil mengamankan seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kembali berurusan dengan hukum setelah diduga mencuri 70 ekor bebek potong milik warga di Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

Tersangka berinisial JR (30), warga Desa Sumbersari, Kecamatan Rowokangkung, ditangkap setelah diduga terlibat dalam aksi pencurian ternak bebek milik Adri (41). 

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung.

Kasubsi PIDM Si Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, pelaku menjalankan aksinya dengan masuk ke dalam kandang setelah merusak jaring pembatas. 

Setelah berhasil masuk, pelaku membawa kabur puluhan ekor bebek potong yang masih berusia sekitar dua bulan.

"Pelaku membuka jaring kandang, kemudian mengambil 70 ekor bebek potong dan melarikan diri ke arah selatan. Bebek-bebek tersebut dimasukkan ke dalam sarung untuk memudahkan dibawa," ujar Ipda Suprapto, Rabu (15/7/2026).

Menindaklanjuti laporan korban, polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Dari hasil penyelidikan, petugas mengidentifikasi kendaraan yang digunakan pelaku, yakni sepeda motor Yamaha Jupiter. Analisis rekaman CCTV kemudian mengarah kepada dua orang terduga pelaku, yakni JR dan seorang rekannya berinisial DY.

Pada Senin (13/7/2026), petugas berhasil mengamankan JR di kediamannya. Penangkapan berlangsung secara humanis dan persuasif dengan melibatkan Kepala Desa Sumbersari.

"Untuk pelaku DY saat ini masih dalam pengejaran petugas. Sementara JR berhasil diamankan dan diketahui merupakan residivis kasus curanmor," kata Ipda Suprapto.

Dalam pemeriksaan, JR mengakui telah menjual seluruh bebek hasil curian kepada seseorang di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, dengan harga Rp25 ribu per ekor.

Polisi juga mengungkap bahwa JR bukan kali pertama berhadapan dengan hukum. Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka telah dua kali menjalani hukuman dalam perkara pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Lumajang.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Lumajang guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, tim penyidik masih terus melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang identitasnya telah dikantongi.

Atas perbuatannya, JR dijerat Pasal 477 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai tindak pidana pencurian dengan pemberatann

14/07/2026

MPLS Jadi Momentum Satlantas Lumajang Edukasi Budaya Tertib Lalu Lintas kepada Anak-anak

Unit Kamsel Satlantas Polres Lumajang berikan edukasi kepada Murid PAUD

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak usia dini melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak).


Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di PAUD Muslimat NU Abasya, Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Senin (13/7/2026). 


Personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas memberikan materi keselamatan berlalu lintas dengan metode yang interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak.


Kasatlantas Polres Lumajang AKP Yulian Putra Prasviawan mengatakan, pendidikan keselamatan berlalu lintas perlu dikenalkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan positif hingga mereka dewasa.


"Pendidikan keselamatan berlalu lintas perlu dikenalkan sejak anak masih berada di bangku pendidikan usia dini agar tumbuh menjadi kebiasaan positif hingga dewasa," kata Yulian.


Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan berbagai rambu lalu lintas, pentingnya disiplin saat berada di jalan raya, hingga cara menggunakan helm yang benar ketika dibonceng sepeda motor. Petugas juga mengingatkan bahwa anak-anak yang belum memenuhi persyaratan usia tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor.


Tak hanya menyasar para siswa, Satlantas Polres Lumajang juga membagikan brosur berisi imbauan tertib berlalu lintas kepada kepala sekolah, guru, serta orang tua dan wali murid.


Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran keluarga dan lingkungan sekolah dalam membentuk karakter disiplin berlalu lintas sejak dini.


Menurut AKP Yulian, pembentukan karakter disiplin tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak anak-anak melalui pendekatan edukatif yang sesuai dengan usia mereka.


"Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan. Mereka mampu memahami bahwa mematuhi aturan lalu lintas merupakan bagian dari menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya.


Ia menegaskan, pendidikan keselamatan berlalu lintas tidak hanya penting bagi pelajar tingkat SMP maupun SMA, tetapi juga harus diberikan kepada anak usia dini agar nilai-nilai disiplin telah tertanam sebelum mereka tumbuh dewasa.


Melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak), Satlantas Polres Lumajang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas dapat dibangun sejak dini. 


Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) yang semakin kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang. (Imam) 


Pemkab Lumajang Tata Jalan PB Sudirman, Hadirkan Pedestrian Lebar dan Spot Selfie

Bupati Lumajang menggelar pertemuan dengan pemilik toko di Gedung PKK

Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai mempersiapkan penataan dan peningkatan ruas Jalan PB Sudirman sebagai salah satu koridor utama di pusat kota. 


Rencana tersebut disampaikan langsung Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., didampingi Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, S.H., saat bertemu dengan puluhan perwakilan pemilik toko di sepanjang Jalan PB Sudirman di Gedung Panti PKK Lumajang, Selasa (14/7/2026).


Dalam pertemuan itu, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menjelaskan bahwa proyek tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga menghadirkan wajah baru kawasan perkotaan yang lebih tertata, nyaman, indah, dan ramah bagi masyarakat.


Menurutnya, penataan kawasan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan serta menghilangkan fenomena banyaknya toko yang tutup maupun disewakan di sepanjang Jalan PB Sudirman.


"Supaya toko-toko di sepanjang Jalan PB Sudirman tidak ada lagi tulisan dijual atau dikontrakkan," ujar Bunda Indah.


Ia mengatakan, konsep penataan yang disiapkan akan menghadirkan pedestrian yang lebih lebar dan nyaman, dilengkapi lampu-lampu hias serta sejumlah spot swafoto untuk menarik masyarakat berkunjung.


"Karena akan jadi pusat orang jalan yang lebih lebar. Kemudian ada lampu-lampu hias dan spot selfie, sehingga masyarakat enak untuk jalan-jalan seperti di kawasan Alun-Alun," katanya.


Selain itu, kawasan tersebut juga akan dipercantik dengan pepohonan besar, pot tanaman, hingga ornamen lampu bertuliskan "Lumajang" sebagai identitas kota.


"Nanti ada pohon-pohon besar dan pot. Kita tata lampu-lampunya bertuliskan Lumajang, sehingga kawasan ini menjadi lebih indah, nyaman, dan memiliki identitas yang kuat sebagai wajah kota," tambah Bunda Indah.


Dalam paparan yang disampaikan kepada para pemilik toko, proyek tersebut meliputi rekonstruksi dan peningkatan kualitas jalan, penataan trotoar yang lebih luas, pembangunan jalur sepeda, hingga penataan area parkir agar aktivitas masyarakat berlangsung lebih tertib.


Lebar badan Jalan PB Sudirman nantinya akan menjadi sekitar 12,5 meter yang terdiri atas dua lajur kendaraan bermotor, jalur sepeda, serta area parkir roda dua. 


Sementara trotoar akan diperlebar dengan menyesuaikan kondisi eksisting di sepanjang koridor jalan untuk memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki.


Bunda Indah optimistis penataan tersebut akan meningkatkan daya tarik kawasan pusat kota sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat.


"Penataan ini bukan hanya soal jalan, tetapi bagaimana kita menghadirkan ruang kota yang nyaman, indah, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun tamu yang datang ke Lumajang," ungkapnya.


Terkait jadwal pelaksanaan, Bunda Indah menyebut proses lelang proyek dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, sedangkan pekerjaan fisik akan dimulai sekitar September dengan target rampung pada awal Desember 2026.


"Di bulan Agustus 2026 ini lelang, untuk pelaksanaan sekitar bulan September. Targetnya selesai awal Desember," jelasnya.


Rencana penataan tersebut mendapat sambutan positif dari para pemilik toko yang hadir dalam pertemuan. 


Mereka mengaku senang dan menyambut baik upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang mempercantik kawasan Jalan PB Sudirman yang diharapkan mampu menjadi pusat perekonomian baru sekaligus ikon kebanggaan masyarakat Lumajang. (Imam) 

Haflatul Imtihan Ponpes Anwarul Ahad Berlangsung Khidmat, Kasdim Soroti Peran Santri bagi Bangsa


Lumajang, (Onenewsjatim) – Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, menghadiri kegiatan Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Anwarul Ahad yang digelar di Jl. Pesisir Pantai Selatan, Dusun Pemukiman, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Senin (13/7/2026) malam.


Kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan santri sekaligus ajang silaturahmi antara ulama, umara, tokoh masyarakat, dan para wali santri dalam memperkuat pendidikan karakter serta nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.


Dalam kesempatan itu, Kasdim 0821/Lumajang menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Anwarul Ahad atas dedikasinya dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki semangat cinta tanah air.


“Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, dan jiwa nasionalisme yang kuat. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” ujar Mayor Inf Tanuri.


Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan pondok pesantren perlu terus diperkuat sebagai bagian dari pembinaan masyarakat dan penguatan ketahanan wilayah.


“TNI akan terus menjalin kebersamaan dengan para ulama dan pondok pesantren. Kolaborasi ini menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” tambahnya.


Suasana Haflatul Imtihan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Berbagai penampilan santri turut memeriahkan acara sebagai wujud keberhasilan proses pendidikan di Pondok Pesantren Anwarul Ahad dalam membina generasi penerus yang beriman, berilmu, dan siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. (Pendim 0821).

Mayor Inf Tanuri Ajak Santri Al Fauzan Jadi Generasi Religius dan Nasionalis


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Komitmen membangun generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat cinta tanah air terus dilakukan Kodim 0821/Lumajang. Salah satunya melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang disampaikan oleh Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, kepada para santri dan santriwati Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan, di Jl. Letkol Slamet Wardoyo RT 01 RW 01, Dusun Krajan, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Selasa (14/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi penerus bangsa agar memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.


Dalam penyampaiannya, Mayor Inf Tanuri menegaskan bahwa para santri memiliki peran strategis sebagai generasi penerus yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, semangat persatuan, serta kepedulian terhadap masa depan bangsa.


"Santri adalah aset bangsa yang memiliki karakter religius dan akhlak mulia. Nilai-nilai tersebut harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan sehingga mampu menjadi benteng dalam menjaga persatuan, menangkal paham radikalisme, serta menghadapi berbagai tantangan bangsa di era digital," ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh santri untuk bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, serta terus menumbuhkan budaya gotong royong, toleransi, dan saling menghormati sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan tersebut, Kodim 0821/Lumajang berharap dapat memperkuat sinergi antara TNI dan lembaga pendidikan pesantren dalam membentuk generasi muda yang religius, nasionalis, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dan Indonesia.(Pendim0821)

Polres Lumajang Beberkan Kronologi Pembunuhan di Klakah


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Polres Lumajang menjelaskan kronologis penganiayaan di Dusun Jatian, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Selasa (14/7/2026).


Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pria bernama Wahyudi (32) meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka bacok akibat serangan senjata tajam jenis celurit.


Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di belakang rumahnya pada Selasa pagi.


Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.


Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kejadian bermula saat korban sedang tidur di rumahnya.


"Pelaku datang menemui teman korban dan menanyakan keberadaan Yudi. Teman korban menjawab bahwa korban sedang tidur di dalam rumah. Pelaku kemudian dipersilakan duduk sebelum akhirnya mencari keberadaan korban," ujar Ipda Suprapto.


Menurutnya, teman korban kemudian membangunkan Wahyudi. Sesaat setelah keduanya bertemu, pelaku secara tiba-tiba menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis celurit.


"Teman korban sempat berusaha melerai, namun karena situasi membahayakan ia berlari keluar rumah untuk meminta bantuan warga. Saat kembali ke dalam rumah, korban sudah ditemukan meninggal dunia di belakang rumahnya, sedangkan pelaku melarikan diri ke arah barat," jelasnya.


Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka bacok di beberapa bagian tubuh yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.


Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Lumajang Ipda Yanuar Ishaq mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut sekaligus memburu pelaku yang hingga kini masih melarikan diri.


"Untuk dugaan pembunuhan saat ini masih dalam penyelidikan. Terduga pelaku masih dalam pengejaran. Kami juga masih menunggu hasil autopsi dari tim dokter RSUD dr. Haryoto Lumajang," kata Ipda Yanuar Ishaq.(imam) 

Geger! Pria di Klakah Lumajang Tewas Dibacok di Rumahnya


Lumajang (Onenewsjatim)
– Seorang pria bernama Wahyudi (32), warga Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, ditemukan tewas bersimbah darah di lorong samping rumahnya, Selasa (14/7/2026) dini hari. Korban diduga menjadi korban pembunuhan menggunakan senjata tajam.

Korban mengalami sejumlah luka bacok di bagian punggung, pundak, kepala, hingga telinga kanan yang nyaris putus. Polisi menduga pelaku berinisial H, yang disebut merupakan teman korban.


Istri korban, Rika Kusumawati, menuturkan peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ia terbangun ketika pelaku datang ke rumah dan langsung menyerang suaminya.


"Saya bangun tidur itu langsung dibantai suami saya," ujar Rika saat ditemui di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Selasa (14/7/2026).


Rika mengaku tidak mengenal dekat pelaku, meski sering melihatnya. Ia juga tidak mengetahui persoalan yang melatarbelakangi penyerangan tersebut.


"Pelakunya satu orang. Saya tidak kenal, hanya tahu orangnya saja," katanya.


Ia menambahkan, selama ini suaminya tidak pernah menceritakan persoalan yang sedang dihadapi.


"Saya tidak boleh ikut-ikut urusan laki-laki, jadi saya tidak tahu masalahnya apa," ungkapnya.


Kepala Desa Tegalrandu, Sadi, mengatakan dirinya mendapat informasi dari kepala dusun yang meminta agar korban segera dibawa ke rumah sakit. Namun setelah dipastikan meninggal dunia, kasus tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.


"Lukanya di bagian kepala samping sampai leher, telinga kanan sampai lepas, kemudian punggung. Itu yang terlihat," jelas Sadi.


Menurutnya, bercak darah ditemukan mulai dari dalam rumah hingga lorong di samping rumah. Kondisi tersebut mengindikasikan korban sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya roboh akibat luka yang diderita.


"Dari tempat tidur sampai lokasi korban terkapar cukup jauh, darah semua itu. Sampai di tembok ada bercak darah," ujarnya.


Peristiwa itu juga sempat disaksikan istri dan seorang teman korban. Teman korban yang berusaha melerai turut menjadi sasaran serangan hingga mengalami luka bacok di bagian kaki.


"Teman korban juga kena bacok di kakinya. Dia yang tahu persis kejadiannya," tambah Sadi.


Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Lumajang, Ipda Yanuar Ishaq, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pembunuhan sekaligus memburu terduga pelaku yang melarikan diri.


"Untuk dugaan pembunuhan saat ini masih dalam penyelidikan. Terduga pelaku masih dalam pengejaran. Kami juga masih menunggu hasil autopsi dari tim dokter RSUD dr. Haryoto Lumajang," pungkasnya. (Imam) 

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved