-->

18/07/2026

Babinsa Selokgondang Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa Baru SMK Ryo Yuwaraja


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis sejak dini, Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono, Serka Cahyo Pranowo, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Ryo Yuwaraja, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 23 siswa mengikuti penyampaian materi. Dalam kesempatan itu, Serka Cahyo Pranowo mengajak para pelajar untuk memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, kedisiplinan, semangat persatuan, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

Menurutnya, pembekalan Wawasan Kebangsaan pada masa MPLS menjadi langkah strategis dalam membangun karakter siswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, berintegritas, serta mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis rasa nasionalisme.

"Melalui materi Wawasan Kebangsaan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, dan kepedulian terhadap bangsa sejak para siswa mengawali jenjang pendidikan di sekolah ini. Dengan karakter yang kuat, mereka akan menjadi generasi yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Cahyo.

Suasana penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, menghormati sesama, serta membangun sikap disiplin sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kepala SMK Ryo Yuwaraja, Masduki, S.Si, mengatakan bahwa pemberian materi Wawasan Kebangsaan oleh Babinsa menjadi bekal yang sangat berharga bagi siswa baru dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air sejak awal memasuki dunia pendidikan di tingkat menengah kejuruan.

"Melalui materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Babinsa, para siswa mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara. Kami meyakini pembekalan ini akan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, sehingga mereka tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai wujud sinergi antara sekolah dan TNI dalam mencetak generasi muda yang berkarakter Pancasila dan berwawasan kebangsaan," pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Koramil turut andil dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui edukasi kebangsaan di lingkungan sekolah. Sinergi antara TNI dan dunia pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki semangat bela negara demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju. (Pendim0821)

Lumajang Berpeluang Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Nasional Lewat Program LSDP


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang berpeluang menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) transformasi pengelolaan sampah nasional melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). 

Program tersebut diharapkan mampu mengubah sistem pengelolaan sampah dari pola lama "kumpul-angkut-buang" menjadi pengelolaan terpadu dari hulu hingga hilir.

Hal itu mengemuka saat Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Dr. Ir. Medrilzam bersama Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Ir. Restuardy Daud melakukan peninjauan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/7/2026). Kunjungan tersebut didampingi Bupati Lumajang Indah Amperawati.

Dalam kesempatan itu, Medrilzam menyampaikan bahwa Kabupaten Lumajang dinilai memiliki prospek yang baik untuk menjadi lokasi pengembangan pengelolaan sampah melalui program LSDP. 

Menurutnya, pemerintah pusat tengah menyusun skema pengelolaan sampah bagi daerah dengan timbulan sampah di bawah 500 ton per hari, dan Lumajang menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan.

"Kami melihat prospek pengembangan pengolahan sampah melalui LSDP ini sangat feasible untuk dilakukan. Salah satu calon lokasi yang sedang dipersiapkan adalah Kabupaten Lumajang," kata Medrilzam.

Ia menjelaskan, secara umum kesiapan daerah sudah cukup baik. Namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu dimatangkan, terutama terkait penyediaan lahan dan akses menuju lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah.

Menurutnya, sekitar 240 ton sampah per hari yang hingga kini belum tertangani diharapkan dapat diintervensi melalui program LSDP sehingga pada 2028 seluruh sisa sampah tersebut dapat dikelola dengan sistem yang lebih modern.

"Targetnya, setelah penetapan lokasi dilakukan tahun ini, tahap persiapan akan dilanjutkan dengan penguatan soft infrastructure, seperti penyiapan data, regulasi, kesiapan lahan, hingga pemberdayaan masyarakat. Pada 2028 infrastruktur mulai dibangun, mulai TPS 3R hingga TPST, sehingga yang masuk ke TPA nantinya hanya residu," ujarnya.

Transformasi dari Hulu hingga Hilir

Sementara itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menegaskan persoalan sampah telah menjadi tantangan serius hampir di seluruh daerah di Indonesia sehingga membutuhkan perubahan sistem secara menyeluruh.

Ia mengatakan pendekatan lama berupa kumpul, angkut, dan buang sudah tidak lagi relevan. Melalui LSDP, pemerintah mendorong transformasi pengelolaan sampah dengan konsep pilah, olah, produk, dan jual.

"Ini bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi mentransformasi tata kelola persampahan. Sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi," ujar Restuardy.

Menurutnya, untuk daerah dengan timbulan sampah di bawah 1.000 ton per hari seperti Lumajang, pendekatan yang diterapkan adalah sistem pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dimulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengangkutan sampah yang telah dipilah, pengolahan di TPS 3R, hingga pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA.

Restuardy menekankan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembenahan tata kelola, kelembagaan, pembiayaan, hingga sistem retribusi persampahan.

"Infrastruktur saja tidak cukup. Tata kelolanya juga harus berubah. Harus ada pemisahan fungsi regulator dan operator, sistem pembiayaan yang sehat, serta retribusi persampahan yang benar-benar berjalan sehingga operasional fasilitas nantinya bisa berkelanjutan dan tidak terus membebani APBD," tegasnya.

Ia menambahkan, hasil pengolahan sampah nantinya diharapkan menghasilkan nilai ekonomi yang dapat menjadi sumber pendapatan untuk membiayai operasional dan pemeliharaan fasilitas pengolahan sampah.

Pemkab Lumajang Siapkan Lahan dan Edukasi Masyarakat

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyambut positif rencana pemerintah pusat menjadikan Lumajang sebagai salah satu lokasi pengembangan LSDP. Menurutnya, pemerintah daerah siap memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

"Kami tentu menyiapkan masyarakatnya terlebih dahulu, kemudian infrastruktur pendukung termasuk penyediaan lahan. Semua tahapan dan persyaratan dari pemerintah pusat akan kami ikuti," ujar Indah.

Ia menilai transformasi pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas, tetapi juga perubahan budaya masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

"Yang paling penting adalah perubahan tata kelola dan budaya masyarakat. Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, mulai memilah, mengolah menjadi produk yang bernilai, hingga akhirnya memberikan manfaat ekonomi," katanya.

Bupati berharap program tersebut mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di Lumajang. Meski volume timbulan sampah di daerahnya masih di bawah 1.000 ton per hari atau sekitar 500 ton setiap hari, menurutnya persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele.

"Kalau tidak dikelola dengan baik, tetap akan menjadi persoalan besar. Kami berharap program ini mampu menjadikan sampah sebagai sesuatu yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi sumber pendapatan daerah," pungkasnya.


Kepergok Curi Motor di Lumajang, Pelaku Terjatuh Saat Kabur lalu Diamuk Massa

Pelaku curanmor saat diamankan warga

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian sepeda motor di depan sebuah toko kosmetik di Jalan Kyai Ghozali, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/7/2026) siang, berakhir gagal. 

Seorang pelaku bernisial NS warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, berhasil diamankan warga setelah terjatuh saat membawa kabur motor hasil curiannya

Korban diketahui bernama Niken (25), warga Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang. Saat itu, sepeda motor Honda Beat miliknya diparkir di depan toko kosmetik.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, pelaku datang berboncengan dengan seorang rekannya menggunakan sepeda motor Honda Vario. 

Rekannya menunggu di sekitar lokasi, sementara NS turun dan mengambil sepeda motor korban menggunakan kunci palsu.

Namun, aksi tersebut diketahui oleh karyawan toko yang langsung berteriak "maling". Panik karena aksinya terbongkar, pelaku berusaha melarikan diri ke arah timur. Baru sekitar 10 meter dari lokasi, pelaku kehilangan kendali hingga terjatuh dari sepeda motor curiannya.

Warga yang mendengar teriakan langsung mengejar dan mengamankan pelaku. Emosi massa hingga pelaku menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian yang tiba di lokasi

Sementara itu, rekan pelaku memilih kabur meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor Honda Vario dan kini masih dalam pengejaran polisi.

Saksi: Pelaku Jatuh Sendiri Saat Kabur

Salah seorang saksi mata, Safira, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Menurutnya, kondisi di depan toko saat itu relatif sepi.

"Pelaku datang berdua naik motor. Yang satu turun lalu langsung mengambil Honda Beat yang terparkir di depan toko. Setelah berhasil membawa motor, pelaku langsung oleng dan jatuh sendiri di dekat toko saat diteriaki maling," ujar Safira.

Ia menegaskan pelaku tidak terjatuh karena didorong ataupun ditendang warga.

"Jadi pelaku itu jatuh sendiri dari sepeda motor, tidak ada yang menendang atau apa di jalan. Karena melihat temannya sudah diamankan warga, pelaku satunya langsung kabur," tambahnya.

Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Zainul Abidin, membenarkan bahwa aksi pencurian dilakukan oleh dua orang. Saat ini satu pelaku telah diamankan, sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

"Satu pelaku masih melarikan diri, sedangkan satu pelaku telah diamankan dan saat ini masih didalami oleh penyidik," kata Zainul Abidin.

Menurutnya, kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor. Setelah melihat Honda Beat milik korban terparkir, salah satu pelaku turun dan langsung mengeksekusi pencurian menggunakan kunci T.

"Pelaku yang diamankan mengambil sepeda motor menggunakan kunci palsu atau kunci T. Barang bukti yang telah diamankan berupa satu unit sepeda motor milik korban dan kunci T yang digunakan pelaku," jelasnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Lumajang Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus memburu pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi. (Imam) 

17/07/2026

Pelaku Pembacokan Pemuda Pakai Samurai di Lumajang Kini Terjerat Kasus Dugaan Pemerkosaan Ojol


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Seorang pria berinisial MYF (23), warga Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, kembali berhadapan dengan proses hukum.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam, ia kini juga menjalani penyidikan atas dugaan tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang perempuan pengemudi ojek online (ojol).

Kasus tersebut menjadi perhatian karena tersangka yang sama diduga terlibat dalam dua perkara pidana berbeda yang saat ini ditangani secara paralel oleh Polres Lumajang.

Sebelumnya, MYF ditangkap setelah diduga melakukan pembacokan terhadap Rizki Rizal Bimantoro (23), warga Desa Boreng, Kecamatan Lumajang.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Tompokersan, disebut dipicu persoalan asmara yang melibatkan seorang perempuan berinisial N (26).

Di tengah proses penyidikan perkara penganiayaan itu, penyidik Satreskrim Polres Lumajang juga menerima laporan dugaan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh tersangka terhadap perempuan berinisial FP (28), warga Kelurahan Tompokersan.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan bahwa pelaku dalam kasus pembacokan tersebut juga telah dilaporkan dalam perkara dugaan pemerkosaan.

"Pelaku dalam kasus penganiayaan yang sudah diamankan juga dilaporkan dalam perkara lain, yakni dugaan tindak pidana pemerkosaan," ujar Ipda Suprapto saat memberikan keterangan di Mapolres Lumajang, Jumat (17/7/2026).


Menurut Suprapto, dugaan tindak pidana itu bermula saat korban menerima pesanan makanan dari tersangka melalui layanan ojek online pada 10 Juli 2026.

Usai pengantaran selesai, komunikasi antara keduanya terus berlanjut. Tersangka disebut beberapa kali menghubungi korban melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga akhirnya mengajak korban bertemu di kamar kos miliknya di kawasan Jalan Gajah Mada, Kecamatan Lumajang.

"Korban kemudian mendatangi tempat kos tersangka. Setelah korban masuk, tersangka menyusul dan mengunci pintu kamar. Saat itulah dugaan persetubuhan secara paksa terjadi," jelas Suprapto.

Korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Lumajang pada 11 Juli 2026. Sejak laporan diterima, penyidik Satreskrim melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap secara utuh dugaan tindak pidana tersebut.

Polres Lumajang menegaskan bahwa kasus penganiayaan dan dugaan pemerkosaan merupakan dua perkara yang memiliki laporan polisi (LP) berbeda sehingga proses hukumnya masih ditangani secara terpisah.

"Untuk penanganan dua laporan ini nanti penyidik akan menentukan apakah kedua perkara akan digabung atau diproses dalam berkas perkara yang terpisah. Semua masih dalam tahap penyidikan," kata Suprapto.

Wujud Kepedulian TNI kepada Masyarakat, Babinsa Pandansari Dampingi Layanan Posyandu


Lumajang, (Onenewajatim)
-Komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembinaan teritorial. Salah satunya dilakukan Babinsa Pandansari Pos Koramil 0821/05 Kedungjajang, Serka Ambrin, yang melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan balita bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan di Balai Posyandu Anggrek, Dusun Mrutu RT 13 RW 07, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).


Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut diikuti oleh 44 balita yang mendapatkan berbagai layanan, di antaranya penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi sesuai jadwal, serta penyuluhan kesehatan kepada para orang tua. Seluruh pelayanan dipimpin oleh Bidan Desa Pandansari, Shinta Putri Rahayu, Amd.Keb., dengan didukung para kader Posyandu.


Dalam kesempatan itu, Serka Ambrin mengatakan bahwa kehadiran Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah sekaligus bentuk sinergi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan dalam menciptakan masyarakat yang sehat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.


"Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap para orang tua semakin rutin membawa anaknya ke Posyandu agar pertumbuhan dan perkembangan balita dapat dipantau secara berkala sehingga apabila ditemukan kendala kesehatan dapat segera ditangani," ujar dia.


Sementara itu, Bidan Desa Pandansari, Shinta Putri Rahayu, Amd.Keb., menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita sejak dini. Melalui kegiatan rutin setiap bulan, kondisi kesehatan anak dapat dipantau secara menyeluruh, mulai dari berat badan, tinggi badan, status gizi, hingga kelengkapan imunisasi.


"Kesehatan balita merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar rutin membawa putra-putrinya ke Posyandu setiap bulan. Dengan pemeriksaan berkala, apabila ditemukan gangguan pertumbuhan atau masalah kesehatan dapat segera ditangani sejak dini, sehingga risiko stunting maupun penyakit lainnya dapat dicegah," jelas Shinta.


Ia juga mengajak para orang tua untuk terus menerapkan pola asuh yang baik dengan memberikan asupan gizi seimbang, melengkapi imunisasi sesuai jadwal, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Menurutnya, sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, Babinsa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan derajat kesehatan balita di Desa Pandansari.


Di tempat terpisah, Kepala Desa Pandansari, Pait Hariyanto, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan Babinsa menjadi kekuatan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


"Pelayanan Posyandu merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selalu aktif mendampingi setiap kegiatan kemasyarakatan, termasuk pelayanan kesehatan balita. Sinergi ini diharapkan terus terjaga demi mewujudkan masyarakat Desa Pandansari yang semakin sehat dan sejahtera," tuturnya.


Melalui pendampingan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat berjalan secara optimal melalui kerja sama seluruh elemen di wilayah. (Pendim0821)

MPLS SMAN 3 Lumajang, Danramil Bekali Siswa Wawasan Kebangsaan dan Disiplin


Lumajang, (Onenewsjatim) – Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis dan cinta tanah air sejak dini, Danramil 0821-01/Lumajang Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada siswa kelas X dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 3 Lumajang, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).


Kegiatan yang diikuti oleh 350 siswa kelas X tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif, para peserta diajak memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan dan kesatuan, cinta tanah air, disiplin, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.


Dalam materinya, Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, wawasan kebangsaan harus ditanamkan sejak dini agar para siswa memiliki karakter yang kuat, berintegritas, serta mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam persatuan bangsa.


"Sebagai generasi penerus, para pelajar harus memiliki semangat belajar yang tinggi, disiplin, saling menghormati, serta menjunjung nilai-nilai kebangsaan. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah kemajuan bangsa, sehingga rasa cinta tanah air harus terus dipupuk melalui sikap dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari," ungkap dia.


Selain menyampaikan materi kebangsaan, Danramil juga mengajak para siswa untuk menjauhi perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi dan memperluas wawasan, bukan menjadi media penyebaran informasi yang dapat memecah persatuan.


Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Lumajang, Moh. Yatim Khudlori, M.Pd., mengatakan bahwa pemberian materi Wawasan Kebangsaan oleh Danramil 0821-01/Lumajang menjadi bekal penting bagi peserta didik baru dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air.


"Materi Wawasan Kebangsaan sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya di masa MPLS, karena menjadi pondasi awal dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, para pelajar perlu memiliki karakter yang kuat agar mampu menyaring pengaruh negatif tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia," ujar Yatim.


Ia menambahkan bahwa sinergi antara sekolah dan TNI memberikan nilai edukatif yang sangat positif. Menurutnya, kehadiran Danramil tidak hanya memberikan wawasan tentang kebangsaan, tetapi juga memotivasi para siswa untuk lebih disiplin, menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta memiliki semangat belajar dan berprestasi.


"Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dengan demikian, para siswa tidak hanya tumbuh menjadi pelajar yang berprestasi, tetapi juga menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara," pungkasnya.


Kegiatan pemberian materi Wawasan Kebangsaan tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi antara TNI dan dunia pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki semangat bela negara. Diharapkan, melalui pembinaan sejak masa MPLS, para siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. (Pendim0821)

Polisi Ungkap Peredaran Kosmetik Ilegal di Malang, Sita 1,4 Ton Bahan Baku


Malang Kota (DOC)
– Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur membongkar praktik produksi dan peredaran kosmetik ilegal yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu serta tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka dengan omzet penjualan yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana, mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat dari produk kosmetik berbahaya yang beredar di pasaran.

"Hari ini kami mengungkap kasus peredaran kosmetik ilegal yang diproduksi tanpa memenuhi standar keamanan, khasiat, mutu, serta tidak dilengkapi izin resmi BPOM. Kejahatan seperti ini tidak hanya merugikan konsumen secara ekonomi, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat," ujar Kombes Putu Kholis saat konferensi pers, Kamis (16/7/2026).

Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku yang memproduksi maupun mengedarkan produk yang membahayakan keselamatan konsumen.

"Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh produk kosmetik yang aman dan sesuai ketentuan. Penegakan hukum ini merupakan bentuk perlindungan terhadap hak-hak konsumen," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Hendro Triwahyono, menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berawal dari dua laporan polisi yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif.

Lokasi pertama berada di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang diungkap pada 9 Juli 2026. Selanjutnya, pada 12 Juli 2026, petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

"Dari dua lokasi tersebut kami mengamankan dua tersangka, yakni RW (34), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, dan SHS (43), warga Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, beserta seluruh barang bukti yang digunakan dalam proses produksi dan distribusi kosmetik ilegal," terang Kompol Hendro.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sekitar 1,4 ton bahan dasar (base cream), 154 botol base cream siap edar, 19 botol base gel, sampel gel, berbagai bahan baku kimia, mixer, alat pengisian (refill), timbangan digital, gelas ukur, galon bahan dasar, dua panci produksi, hingga satu unit mobil Daihatsu Gran Max yang digunakan untuk mendukung aktivitas produksi dan distribusi.

Menurut Kompol Hendro, tersangka SHS memasok bahan dasar kosmetik kepada RW selama kurang lebih dua tahun.

Selanjutnya, RW mengemas ulang bahan tersebut menjadi handbody lotion dalam botol plastik ukuran 100 mililiter dan memasarkannya melalui berbagai platform belanja daring dengan harga sekitar Rp10.000 per botol.

Selain handbody lotion, tersangka juga memproduksi face tonic dengan mencampurkan air mineral ke dalam produk sebelum dipasarkan. Sebagian kosmetik tersebut bahkan dijual menggunakan kemasan polos tanpa merek.

"Dari hasil penyidikan, tersangka RW diperkirakan memperoleh keuntungan sekitar Rp85,4 juta per bulan dari penjualan handbody lotion dan sekitar Rp20 juta per bulan dari penjualan face tonic. Sementara SHS memperoleh keuntungan sekitar Rp25 juta per bulan dari penjualan bahan baku," jelasnya.

Polisi juga menemukan sejumlah bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi, seperti Cetyl Alcohol, Stearic Acid, White Oil, Triethanolamine (TEA) dan bahan lainnya yang berpotensi membahayakan apabila digunakan tanpa proses sesuai standar.

Paparan bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari iritasi kulit, alergi, rasa terbakar, penyumbatan pori-pori, gangguan pada mata, mual, hingga potensi paparan zat yang bersifat karsinogenik.

Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik memperkirakan sedikitnya 15.000 masyarakat berhasil terlindungi dari potensi penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 435 dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar.

Polresta Malang Kota menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan produksi maupun distribusi kosmetik ilegal lainnya yang beroperasi di berbagai daerah. (Red)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved