-->

19/07/2026

Bhabinkamtibmas Rowokangkung Dampingi Petani Tanam Jagung, Dukung Swasembada Pangan dari Tingkat Desa


Lumajang, (Onenewsjatim
) – Komitmen Polri dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan terus diwujudkan hingga tingkat desa. 

Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Rowokangkung, Bripka Didik Riyadi, yang turun langsung mendampingi warga Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, dalam kegiatan penanaman jagung dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan bergizi.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong masyarakat mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki. 

Selain membantu proses penanaman jagung, Bripka Didik juga mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Bripka Didik Riyadi mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

"Kami terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal. Selain jagung, pekarangan rumah juga bisa ditanami berbagai tanaman pangan bergizi yang bermanfaat bagi kebutuhan keluarga. Ini merupakan bentuk sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang dimulai dari desa," ujar Bripka Didik.

Menurutnya, ketahanan pangan menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, Polri hadir memberikan motivasi sekaligus pendampingan agar petani semakin semangat meningkatkan hasil produksi pertanian.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga Desa Dawuhan Wetan. Mereka mengaku terbantu dengan pendampingan yang diberikan, terutama dalam mendorong semangat mengelola lahan pertanian secara lebih produktif.

Sementara itu, Kapolsek Rowokangkung, AKP Nur Mofit, S.A.P  menegaskan bahwa jajaran Polsek Rowokangkung siap mendukung seluruh program pemerintah, termasuk mewujudkan swasembada pangan melalui penguatan sektor pertanian di wilayah binaan.

"Kami berkomitmen terus mengawal program pemerintah pusat hingga ke tingkat desa. Pendampingan kepada petani merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Kapolsek.

Melalui sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan produktivitas pertanian di Kecamatan Rowokangkung terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.


18/07/2026

Terungkap! Pembunuh Pria yang Jasadnya Ditemukan di Pantai Pilang Ditangkap Polisi


Probolinggo Kota, (Onenewsjatim)
– Misteri penemuan jenazah pria di kawasan Pantai Permata Pilang, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, akhirnya berhasil diungkap Satreskrim Polres Probolinggo Kota. 

Seorang pria berinisial AN (32), warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap korban SA (36), warga Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif selama 10 hari sejak jasad korban ditemukan di lahan kosong Jalan Pantai Permata Pilang pada Sabtu (4/7/2026).

"Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, kami berhasil mengidentifikasi korban dan mengamankan seorang tersangka yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan," ujar AKBP Rico Yumasri dalam konferensi pers, Jumat (17/7/2026).

Menurut Rico, peristiwa bermula pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB saat korban menghubungi tersangka untuk bertemu di Terminal Bayuangga. Keduanya kemudian menuju rumah tersangka di Desa Jangur sebelum berkeliling menggunakan sepeda motor milik korban hingga malam hari.

Dalam perjalanan, tersangka mengaku beberapa kali mendapat perlakuan yang tidak diinginkan dari korban, seperti dipeluk, diraba, hingga dicium pada bagian leher saat mengendarai sepeda motor.

Sekitar pukul 00.00 WIB, keduanya berhenti di kawasan Pantai Permata yang disebut sering mereka gunakan untuk melakukan siaran langsung di TikTok.

"Di lokasi tersebut, tersangka mengambil palu dari bagasi sepeda motor korban, kemudian memukul kepala korban berulang kali hingga terjatuh. Setelah itu pelaku mencekik korban dan menyayat mulut serta leher korban menggunakan cutter," jelas AKBP Rico.

Polisi mengungkap, penyayatan dilakukan tersangka untuk mengaburkan motif sebenarnya agar pembunuhan terkesan dipicu dendam.

Usai memastikan korban meninggal dunia, pelaku menyeret jasad korban sekitar 50 meter ke area ladang yang kemudian menjadi lokasi penemuan mayat. Selanjutnya, tersangka membawa kabur sepeda motor, tas, dompet, dan telepon genggam milik korban.

Sepeda motor korban sempat disembunyikan di area parkir Rumah Sakit Wonolangan selama tiga hari sebelum dijual melalui marketplace Facebook kepada seorang pembeli di wilayah Klakah, Kabupaten Lumajang, seharga Rp4 juta. Sementara tas dan telepon genggam korban dibuang di kawasan sungai depan SPBU Klakah.

"Kami masih melakukan pencarian terhadap sepeda motor milik korban yang telah dijual pelaku," kata Rico.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa kaos merah, sarung hitam bermotif batik, sepasang sandal hitam, potongan cutter, telepon genggam warna biru, satu set joran pancing beserta sarungnya, serta helm merah.

Kapolres menegaskan, hasil penyidikan sementara menunjukkan motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati yang dialami tersangka terhadap korban, ditambah motif ekonomi untuk menguasai harta benda milik korban.

"Motif sementara adalah rasa sakit hati yang dialami tersangka terhadap korban serta keinginan menguasai barang-barang milik korban," tegas AKBP Rico Yumasri.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yakni Pasal 458 ayat (1) subsider Pasal 466 ayat (3), atau Pasal 479 ayat (3), dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. (Imam) 





Jaringan Narkoba Aceh Dibongkar di Malang, Dua Kurir Ditangkap dengan 3,2 Kg Sabu


Malang, (Onenewsjatim)
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Malang Kota berhasil membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas provinsi yang diduga dikendalikan dari Aceh. 

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 3,2 kilogram sabu dan 2.480 butir ekstasi serta menangkap dua kurir yang diduga menjadi bagian dari jaringan tersebut.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana, mengatakan pengungkapan kasus itu merupakan hasil pengembangan dari penyidikan perkara narkotika yang sebelumnya telah diungkap oleh Satresnarkoba.

"Dari hasil pengembangan, kami berhasil mengamankan dua tersangka berinisial MS (24) dan MR (25). Keduanya berperan sebagai kurir jaringan narkotika lintas provinsi yang dikendalikan oleh seorang tersangka berinisial FI yang saat ini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Kombes Putu Kholis, Kamis (16/7/2026).

Kedua tersangka ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 16.45 WIB.

Dari lokasi penangkapan, petugas menemukan tiga bungkus kemasan teh hijau dan satu bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat kotor mencapai 3.275 gram. 

Polisi juga mengamankan 24 paket ekstasi yang masing-masing berisi 100 butir serta satu paket berisi 80 butir, sehingga total barang bukti mencapai 2.480 butir ekstasi.

Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Hendro Triwahyono, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut bermula dari pengembangan kasus tersangka ANH yang telah lebih dulu diamankan pada akhir Juni 2026.

"Hasil penyelidikan mengarah kepada dua tersangka yang menyimpan narkotika di rumah kontrakan. Saat dilakukan penggeledahan, seluruh barang bukti berhasil diamankan sebelum sempat diedarkan," ujar Kompol Hendro.

Menurutnya, kedua tersangka mengaku memperoleh sabu dan ekstasi dari FI melalui sistem 'ranjau' atau sistem putus, yakni mengambil barang dari lokasi yang telah ditentukan tanpa pernah bertemu langsung dengan pengendali jaringan.

Polisi juga mengungkap bahwa para tersangka dijanjikan upah sebesar Rp10 juta untuk setiap kilogram sabu maupun paket ekstasi yang berhasil diedarkan.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan kedua tersangka bukan kali pertama terlibat. Mereka mengaku sudah empat kali menerima kiriman sabu sejak April 2026 dan dua kali menerima pasokan ekstasi dari jaringan yang sama," ungkap Kompol Hendro.

Saat ini penyidik masih memburu FI yang telah ditetapkan sebagai DPO sekaligus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam distribusi narkotika tersebut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, beserta ketentuan pidana lainnya yang berlaku.

"Ancaman hukuman terhadap para tersangka maksimal 20 tahun penjara disertai pidana denda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tegas Kompol Hendro.

Polresta Malang Kota menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika hingga ke akar jaringannya, termasuk memburu pelaku yang masih buron demi memutus rantai distribusi narkoba di wilayah Jawa Timur.



Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kawal Turnamen Mini Soccer Antar-RT di Burno, Semarakkan HUT Ke-81 RI


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai daerah. Di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, turnamen mini soccer antar-RT menjadi salah satu kegiatan yang menyatukan warga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

Agar kegiatan berlangsung aman dan tertib, Babinsa Desa Burno Koramil 0821-03/Senduro, Sertu Jumali, bersama Bhabinkamtibmas Desa Burno, Aiptu Benni, melakukan pengamanan selama pertandingan yang berlangsung di Lapangan Manunggal, Dusun Krajan II, Sabtu (18/7/2026).

Turnamen tersebut diikuti perwakilan dari sejumlah RT di Desa Burno dan disambut antusias masyarakat. Selain menjadi ajang olahraga, kompetisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat persatuan warga dalam menyambut peringatan kemerdekaan.

Sertu Jumali mengatakan kehadiran TNI dan Polri dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian peringatan HUT RI.

"Kami ingin memastikan seluruh pertandingan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Momentum peringatan HUT Kemerdekaan hendaknya menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan sekadar ajang kompetisi. Karena itu kami mengajak seluruh peserta maupun penonton menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan," ujarnya.

Senada dengan itu, Bhabinkamtibmas Desa Burno, Aiptu Benni, menegaskan pengamanan bersama merupakan wujud nyata sinergi TNI-Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

 "Kami bersama Babinsa berkomitmen terus hadir mengawal setiap kegiatan masyarakat agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Turnamen ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarwarga. Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, kami yakin rangkaian HUT Ke-81 RI di Desa Burno dapat berjalan lancar dan penuh semangat persatuan," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Burno, Sutondo, mengapresiasi keterlibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang aktif mendukung setiap kegiatan masyarakat.

Menurutnya, sinergi aparat keamanan memberikan rasa nyaman bagi peserta maupun penonton sehingga masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib.

"Turnamen mini soccer ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami mengajak seluruh pemain, ofisial, dan penonton untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ketertiban, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan," tuturnya.

Pemerintah Desa Burno berharap semarak peringatan HUT Ke-81 RI tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, persatuan, dan nasionalisme di tengah masyarakat.

Dengan pengamanan terpadu dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan berlangsung aman, lancar, serta menjadi momentum mempererat kebersamaan warga dalam mengisi kemerdekaan.Editor: Redaksi

Babinsa Selokgondang Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa Baru SMK Ryo Yuwaraja


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis sejak dini, Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono, Serka Cahyo Pranowo, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Ryo Yuwaraja, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 23 siswa mengikuti penyampaian materi. Dalam kesempatan itu, Serka Cahyo Pranowo mengajak para pelajar untuk memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, kedisiplinan, semangat persatuan, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

Menurutnya, pembekalan Wawasan Kebangsaan pada masa MPLS menjadi langkah strategis dalam membangun karakter siswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, berintegritas, serta mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis rasa nasionalisme.

"Melalui materi Wawasan Kebangsaan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, dan kepedulian terhadap bangsa sejak para siswa mengawali jenjang pendidikan di sekolah ini. Dengan karakter yang kuat, mereka akan menjadi generasi yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Cahyo.

Suasana penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, menghormati sesama, serta membangun sikap disiplin sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kepala SMK Ryo Yuwaraja, Masduki, S.Si, mengatakan bahwa pemberian materi Wawasan Kebangsaan oleh Babinsa menjadi bekal yang sangat berharga bagi siswa baru dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air sejak awal memasuki dunia pendidikan di tingkat menengah kejuruan.

"Melalui materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Babinsa, para siswa mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara. Kami meyakini pembekalan ini akan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, sehingga mereka tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai wujud sinergi antara sekolah dan TNI dalam mencetak generasi muda yang berkarakter Pancasila dan berwawasan kebangsaan," pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Koramil turut andil dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui edukasi kebangsaan di lingkungan sekolah. Sinergi antara TNI dan dunia pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki semangat bela negara demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju. (Pendim0821)

Lumajang Berpeluang Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Nasional Lewat Program LSDP


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang berpeluang menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) transformasi pengelolaan sampah nasional melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). 

Program tersebut diharapkan mampu mengubah sistem pengelolaan sampah dari pola lama "kumpul-angkut-buang" menjadi pengelolaan terpadu dari hulu hingga hilir.

Hal itu mengemuka saat Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Dr. Ir. Medrilzam bersama Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Ir. Restuardy Daud melakukan peninjauan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/7/2026). Kunjungan tersebut didampingi Bupati Lumajang Indah Amperawati.

Dalam kesempatan itu, Medrilzam menyampaikan bahwa Kabupaten Lumajang dinilai memiliki prospek yang baik untuk menjadi lokasi pengembangan pengelolaan sampah melalui program LSDP. 

Menurutnya, pemerintah pusat tengah menyusun skema pengelolaan sampah bagi daerah dengan timbulan sampah di bawah 500 ton per hari, dan Lumajang menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan.

"Kami melihat prospek pengembangan pengolahan sampah melalui LSDP ini sangat feasible untuk dilakukan. Salah satu calon lokasi yang sedang dipersiapkan adalah Kabupaten Lumajang," kata Medrilzam.

Ia menjelaskan, secara umum kesiapan daerah sudah cukup baik. Namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu dimatangkan, terutama terkait penyediaan lahan dan akses menuju lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah.

Menurutnya, sekitar 240 ton sampah per hari yang hingga kini belum tertangani diharapkan dapat diintervensi melalui program LSDP sehingga pada 2028 seluruh sisa sampah tersebut dapat dikelola dengan sistem yang lebih modern.

"Targetnya, setelah penetapan lokasi dilakukan tahun ini, tahap persiapan akan dilanjutkan dengan penguatan soft infrastructure, seperti penyiapan data, regulasi, kesiapan lahan, hingga pemberdayaan masyarakat. Pada 2028 infrastruktur mulai dibangun, mulai TPS 3R hingga TPST, sehingga yang masuk ke TPA nantinya hanya residu," ujarnya.

Transformasi dari Hulu hingga Hilir

Sementara itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menegaskan persoalan sampah telah menjadi tantangan serius hampir di seluruh daerah di Indonesia sehingga membutuhkan perubahan sistem secara menyeluruh.

Ia mengatakan pendekatan lama berupa kumpul, angkut, dan buang sudah tidak lagi relevan. Melalui LSDP, pemerintah mendorong transformasi pengelolaan sampah dengan konsep pilah, olah, produk, dan jual.

"Ini bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi mentransformasi tata kelola persampahan. Sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi," ujar Restuardy.

Menurutnya, untuk daerah dengan timbulan sampah di bawah 1.000 ton per hari seperti Lumajang, pendekatan yang diterapkan adalah sistem pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dimulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengangkutan sampah yang telah dipilah, pengolahan di TPS 3R, hingga pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA.

Restuardy menekankan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembenahan tata kelola, kelembagaan, pembiayaan, hingga sistem retribusi persampahan.

"Infrastruktur saja tidak cukup. Tata kelolanya juga harus berubah. Harus ada pemisahan fungsi regulator dan operator, sistem pembiayaan yang sehat, serta retribusi persampahan yang benar-benar berjalan sehingga operasional fasilitas nantinya bisa berkelanjutan dan tidak terus membebani APBD," tegasnya.

Ia menambahkan, hasil pengolahan sampah nantinya diharapkan menghasilkan nilai ekonomi yang dapat menjadi sumber pendapatan untuk membiayai operasional dan pemeliharaan fasilitas pengolahan sampah.

Pemkab Lumajang Siapkan Lahan dan Edukasi Masyarakat

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyambut positif rencana pemerintah pusat menjadikan Lumajang sebagai salah satu lokasi pengembangan LSDP. Menurutnya, pemerintah daerah siap memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

"Kami tentu menyiapkan masyarakatnya terlebih dahulu, kemudian infrastruktur pendukung termasuk penyediaan lahan. Semua tahapan dan persyaratan dari pemerintah pusat akan kami ikuti," ujar Indah.

Ia menilai transformasi pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas, tetapi juga perubahan budaya masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

"Yang paling penting adalah perubahan tata kelola dan budaya masyarakat. Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, mulai memilah, mengolah menjadi produk yang bernilai, hingga akhirnya memberikan manfaat ekonomi," katanya.

Bupati berharap program tersebut mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di Lumajang. Meski volume timbulan sampah di daerahnya masih di bawah 1.000 ton per hari atau sekitar 500 ton setiap hari, menurutnya persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele.

"Kalau tidak dikelola dengan baik, tetap akan menjadi persoalan besar. Kami berharap program ini mampu menjadikan sampah sebagai sesuatu yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi sumber pendapatan daerah," pungkasnya.


Kepergok Curi Motor di Lumajang, Pelaku Terjatuh Saat Kabur lalu Diamuk Massa

Pelaku curanmor saat diamankan warga

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian sepeda motor di depan sebuah toko kosmetik di Jalan Kyai Ghozali, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/7/2026) siang, berakhir gagal. 

Seorang pelaku bernisial NS warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, berhasil diamankan warga setelah terjatuh saat membawa kabur motor hasil curiannya

Korban diketahui bernama Niken (25), warga Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang. Saat itu, sepeda motor Honda Beat miliknya diparkir di depan toko kosmetik.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, pelaku datang berboncengan dengan seorang rekannya menggunakan sepeda motor Honda Vario. 

Rekannya menunggu di sekitar lokasi, sementara NS turun dan mengambil sepeda motor korban menggunakan kunci palsu.

Namun, aksi tersebut diketahui oleh karyawan toko yang langsung berteriak "maling". Panik karena aksinya terbongkar, pelaku berusaha melarikan diri ke arah timur. Baru sekitar 10 meter dari lokasi, pelaku kehilangan kendali hingga terjatuh dari sepeda motor curiannya.

Warga yang mendengar teriakan langsung mengejar dan mengamankan pelaku. Emosi massa hingga pelaku menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian yang tiba di lokasi

Sementara itu, rekan pelaku memilih kabur meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor Honda Vario dan kini masih dalam pengejaran polisi.

Saksi: Pelaku Jatuh Sendiri Saat Kabur

Salah seorang saksi mata, Safira, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Menurutnya, kondisi di depan toko saat itu relatif sepi.

"Pelaku datang berdua naik motor. Yang satu turun lalu langsung mengambil Honda Beat yang terparkir di depan toko. Setelah berhasil membawa motor, pelaku langsung oleng dan jatuh sendiri di dekat toko saat diteriaki maling," ujar Safira.

Ia menegaskan pelaku tidak terjatuh karena didorong ataupun ditendang warga.

"Jadi pelaku itu jatuh sendiri dari sepeda motor, tidak ada yang menendang atau apa di jalan. Karena melihat temannya sudah diamankan warga, pelaku satunya langsung kabur," tambahnya.

Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Zainul Abidin, membenarkan bahwa aksi pencurian dilakukan oleh dua orang. Saat ini satu pelaku telah diamankan, sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

"Satu pelaku masih melarikan diri, sedangkan satu pelaku telah diamankan dan saat ini masih didalami oleh penyidik," kata Zainul Abidin.

Menurutnya, kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor. Setelah melihat Honda Beat milik korban terparkir, salah satu pelaku turun dan langsung mengeksekusi pencurian menggunakan kunci T.

"Pelaku yang diamankan mengambil sepeda motor menggunakan kunci palsu atau kunci T. Barang bukti yang telah diamankan berupa satu unit sepeda motor milik korban dan kunci T yang digunakan pelaku," jelasnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Lumajang Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus memburu pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi. (Imam) 

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved