Lumajang, (Onenewsjatim) – Sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akan menggelar karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang diperkirakan menarik perhatian ribuan masyarakat tersebut berpotensi berdampak terhadap arus lalu lintas.
Satlantas Polres Lumajang pun menyiapkan sejumlah skema pengaturan dan rekayasa lalu lintas, terutama di lokasi karnaval yang menggunakan jalur nasional dan provinsi.
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Lumajang, Ipda Suheri, mengatakan terdapat sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian khusus karena rute karnaval melintasi jalan dengan tingkat mobilitas kendaraan cukup tinggi.
“Untuk karnaval yang menggunakan jalan nasional ada di Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, dan Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Kami sudah menyiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di lokasi tersebut,” kata Suheri, Senin (24/8/2026).
Di Desa Labruk Lor, menurut dia, arus lalu lintas tidak akan ditutup total. Petugas akan menerapkan sistem buka-tutup untuk memberikan kesempatan kepada peserta karnaval melintas sekaligus menjaga kendaraan masyarakat tetap dapat bergerak.
Peserta karnaval juga diminta tidak melakukan atraksi di badan jalan nasional. Atraksi akan dilakukan di halaman GM Plaza sehingga tidak mengganggu pengguna jalan.
“Peserta tidak boleh melakukan atraksi di jalan raya. Atraksinya dilakukan di halaman GM Plaza. Setelah itu peserta melanjutkan perjalanan sampai finis dan keluar kembali,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan di Labruk Lor, masyarakat juga dapat menggunakan sejumlah jalur alternatif, di antaranya melalui arah Mojosari, Serbet, maupun jalur Desa Grati menuju wilayah selatan.
Sementara di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Satlantas menyiapkan jalur alternatif melalui Desa Bagu menuju Pantai Bambang. Kendaraan dari arah tersebut dapat menuju Sepang, kemudian masuk ke Jalan Lintas Selatan (JLS) dan berbelok ke arah Jarit.
“Jalur alternatif di Jarit bisa dilalui kendaraan besar. Jadi kami lakukan pengalihan dan rekayasa lalu lintas di sana,” jelas Suheri.
Adapun karnaval di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, yang menggunakan jalan provinsi, akan menerapkan pola serupa dengan Labruk Lor. Arus lalu lintas tetap dibuka dan diberlakukan buka-tutup ketika peserta melintas.
“Di Tukum tidak ada penutupan total. Jalan masih bisa digunakan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat karena memang tidak ada jalur alternatif,” katanya.
Menurut Suheri, dampak terhadap lalu lintas di lokasi-lokasi tersebut lebih banyak bersifat lokal. Namun, petugas tetap disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas. Untuk peserta, yang paling penting tidak melakukan atraksi di badan jalan karena jalan tetap harus digunakan bersama oleh masyarakat,” tegasnya
Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota
Karnaval di wilayah Kota Lumajang juga menjadi perhatian karena rute yang diterima sementara dari Dinas Perhubungan melintasi sejumlah ruas jalan utama.
Rute tersebut direncanakan dimulai dari Alun-Alun Lumajang, kemudian menuju BNI, Jalan Sutoyo, Jalan Diponegoro, Jalan Hariyono, Jalan KH Gozali, dan berakhir di kawasan Adipura.
Suheri mengatakan pihaknya masih menunggu pemberitahuan resmi mengenai kepastian rute tersebut. Meski demikian, skema pengaturan lalu lintas telah dipersiapkan apabila rute tersebut ditetapkan.
“Kalau jalurnya seperti itu, di Simpang Tiga Hotel Lumajang kendaraan dari arah utara akan diarahkan ke kanan. Kemudian di Simpang Empat Yos Sudarso akan diarahkan ke Jalan Panjaitan,” tuturnya.
Satlantas juga mengantisipasi peningkatan arus kendaraan dari luar Lumajang yang bertepatan dengan pelaksanaan sejumlah karnaval di wilayah Kabupaten Jember.
Karnaval di Jember dijadwalkan berlangsung di beberapa wilayah, antara lain Kecamatan Jombang, Ambulu, dan Wuluhan. Kondisi tersebut diperkirakan membuat jalur selatan mengalami peningkatan kepadatan.
Karena itu, kendaraan dari arah Surabaya yang menuju Lumajang akan diarahkan menggunakan jalur utara melalui Jatiroto. Pengaturan tersebut juga dikoordinasikan dengan jajaran Polres Jember.
“Untuk truk semen yang melintas dari arah selatan, kami bekerja sama dengan Polres Jember agar diarahkan melalui jalur utara, lewat Jatiroto. Kendaraan dari arah Surabaya menuju Lumajang juga diarahkan melalui Jatiroto,” kata Suheri.
Selain tiga lokasi tersebut, karnaval juga dijadwalkan berlangsung di sejumlah wilayah lain, yakni Lumajang Kota, Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko, Desa Senduro Kecamatan Senduro, Desa Gucialit Kecamatan Gucialit, serta Desa Sumberjo Kecamatan Sukodono. (Imam)
FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram