-->

06/04/2026

Harga Plastik Naik Tajam, Pelaku Usaha Kuliner di Lumajang Terapkan Biaya Tambahan

Harga Plastik Naik Tajam, Pelaku Usaha Kuliner di Lumajang Terapkan Biaya Tambahan


Lumajang (Onenewsjatim)
– Lonjakan harga bahan kemasan berbahan plastik mulai berdampak langsung pada pelaku usaha kuliner di Kabupaten Lumajang. Para pelaku usaha kini harus mencari strategi agar operasional tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas pendapatan.

Kenaikan harga tersebut paling dirasakan oleh pelaku usaha di sektor produksi hingga penjualan makanan dan minuman.

Salah satu langkah yang diambil adalah membebankan biaya tambahan kemasan kepada konsumen, khususnya untuk pesanan yang dibawa pulang (take away).

Pemilik Kafe 11:11 Lumajang, Alfiyah, mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa memberlakukan biaya tambahan sebesar Rp2.000 per item untuk pembelian yang dibungkus.

“Untuk pelanggan yang makan di tempat tidak dikenakan biaya tambahan karena menggunakan peralatan seperti gelas dan piring biasa,” ujar Alfiyah saat ditemui di kafenya, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir harga wadah plastik mengalami kenaikan cukup signifikan. Sebelumnya, harga kemasan kopi berada di kisaran Rp23.500 per 50 buah, kini melonjak menjadi Rp33.000.

Tidak hanya itu, harga kantong plastik juga ikut naik dari Rp5.000 menjadi Rp7.000 per bungkus. Kenaikan ini turut berdampak pada bahan lain yang berkaitan dengan penggunaan plastik, seperti es batu.

“Sekarang es batu juga ikut naik karena faktor kemasan plastik,” jelasnya.

Menurut Alfiyah, kebijakan biaya tambahan tersebut sempat menuai keluhan dari pelanggan. Meski demikian, ia menilai langkah tersebut harus diambil agar usaha tetap berjalan.

“Kami juga harus menjaga kondisi keuangan usaha tetap stabil,” imbuhnya.

Sementara itu, pelaku usaha lain, Rifki, yang berjualan rujak di Lumajang, memilih tidak menaikkan harga maupun membebankan biaya tambahan kepada pembeli.

Ia mengaku masih memanfaatkan stok kemasan lama yang didapat dengan harga lebih murah.

“Untuk saat ini belum ada kenaikan karena masih pakai stok lama,” kata Rifki.

Namun, Rifki mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga ke depan dengan menyiapkan alternatif kemasan yang lebih ekonomis.

“Kalau nanti harga naik, mungkin akan beralih ke wadah dengan kualitas sedikit di bawah, yang penting masih sesuai anggaran,” pungkasnya. (Imam)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved