Lumajang, (Onenewsjatim) – Aktivitas erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih tinggi. Dalam kurun waktu enam jam pada Selasa (29/9/2026), gunung api tersebut tercatat mengalami 23 kali erupsi.
Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas Gunung Semeru terpantau sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Dari sejumlah aktivitas tersebut, sebanyak 10 kali letusan disertai keluarnya kolom asap berwarna putih hingga kelabu dengan ketebalan cukup tinggi. Kolom asap teramati mencapai sekitar 500 hingga 1.000 meter dari atas puncak dan bergerak ke arah timur.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Mukdas Sofian, mengatakan letusan yang teramati memiliki amplitudo antara 15 hingga 22 milimeter dengan durasi sekitar 54 sampai 144 detik.
Selain letusan, petugas juga mencatat lima kali hembusan. Aktivitas tersebut memiliki amplitudo 4 hingga 6 milimeter dengan durasi 43 sampai 80 detik.
"Untuk aktivitas hembusan tercatat lima kali dengan amplitudo 4-6 milimeter dan durasi 43-80 detik," kata Mukdas dalam keterangan tertulis.
Saat ini Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Masyarakat yang berada di luar radius tersebut juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga sekitar 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih berpotensi terkena lontaran batu pijar.
PVMBG juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, maupun lahar di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Beberapa jalur yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat. Ancaman lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.
Hujan Abu Sampai Permukiman
Aktivitas erupsi Semeru juga dirasakan warga di sejumlah wilayah Lumajang. Asmadi, warga Desa/Kecamatan Senduro, mengaku hujan abu tipis mulai terjadi di sekitar rumahnya dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, abu vulkanik juga terlihat menempel pada kendaraan. Suara dentuman dari arah Semeru pun beberapa kali terdengar.
"Sejak Jumat kemarin di rumah sudah ada hujan abu. Kaca mobil juga tiba-tiba kotor saat lewat. Suara dentuman Semeru juga sering terdengar. Tadi malam seperti suara geluduk, tetapi suaranya cukup jelas," ujar Asmadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan sebaran abu vulkanik dipengaruhi arah angin yang bergerak ke timur.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di sisi timur lereng Semeru berpotensi mengalami hujan abu. Bahkan, menurut Isnugroho, sebaran abu pada hari sebelumnya telah mencapai kawasan perkotaan Lumajang.
"Karena letusannya berlangsung terus-menerus dan kolom abunya sekitar 300 sampai 800 meter. Kemarin abu bahkan sudah sampai wilayah kota," katanya.
BPBD Lumajang mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.
Warga yang berkendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan ketika terjadi hujan abu.
"Kalau beraktivitas di luar, paling tidak gunakan masker sebagai pelindung," pungkas Isnugroho.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram