-->

19/06/2026

Semeru Erupsi dan Luncurkan Awan Panas 4,5 Kilometer, BPBD: Permukiman Warga Aman

Semeru Erupsi dan Luncurkan Awan Panas 4,5 Kilometer, BPBD: Permukiman Warga Aman


Lumajang, (Onenewsjatim) 
– Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan pada Jumat pagi (19/6/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi yang disertai awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 07.21 WIB.

Kolom abu teramati membumbung sekitar 1.000 meter di atas puncak kawah dengan warna putih hingga kelabu pekat yang bergerak ke arah utara dan barat laut.

Selain lontaran material vulkanik, erupsi juga memicu awan panas guguran yang meluncur mengikuti alur Besuk Kobokan. Fenomena tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 5 menit 33 detik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan bersama petugas Pos Pantau Gunung Semeru untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

"Terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Namun berdasarkan laporan petugas pemantauan, luncuran awan panas sudah berhenti dan hingga saat ini kondisi di wilayah permukiman warga masih aman," kata Isnugroho.

Ia menegaskan, tidak ada laporan dampak langsung terhadap masyarakat akibat kejadian tersebut. Aktivitas warga di kawasan yang berada di luar zona bahaya masih berjalan normal seperti biasa.

"Kami memastikan kawasan permukiman yang terdekat dengan Gunung Semeru dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api," ujarnya.

Meski tidak menimbulkan dampak langsung, erupsi tersebut menambah volume material vulkanik yang tersimpan di lereng Semeru.

Kondisi itu menjadi perhatian serius BPBD mengingat curah hujan di kawasan puncak dan lereng gunung dalam beberapa waktu terakhir cukup tinggi.

Menurut Isnugroho, ancaman yang perlu diwaspadai saat ini bukan hanya erupsi, tetapi juga potensi banjir lahar hujan yang dapat membawa material pasir, batu, dan lumpur melalui sungai-sungai berhulu di Gunung Semeru.

"Setiap erupsi akan menambah material vulkanik di lereng. Jika turun hujan dengan intensitas tinggi, material tersebut bisa terbawa aliran lahar. Ini yang harus menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai berhulu ke Semeru," jelasnya.

BPBD Lumajang mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta mematuhi rekomendasi PVMBG yang melarang aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Selain itu, warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hujan.

Saat ini tatus aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga).

Petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan siap menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan.(Imam)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved