Probolinggo, (Onenewsjatim) – Seorang pedagang tempe menjadi korban pembegalan bersenjata tajam di Jalan Raya Mastrip, tepatnya di kawasan pemakaman Tionghoa, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 05.45 WIB.
Korban selamat dari serangan celurit, namun sepeda motor yang digunakannya untuk mencari nafkah berhasil dibawa kabur pelaku.
Korban diketahui bernama Shofiudin (27), warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih. Saat kejadian, ia tengah dalam perjalanan menuju Pasar Bantaran untuk berjualan tempe seperti rutinitas setiap pagi.
Shofiudin menuturkan, dirinya mulai merasa ada kendaraan yang membuntutinya sekitar 100 meter sebelum lokasi kejadian. Dugaan itu terbukti ketika empat orang pelaku langsung memepet dan menghadangnya di tengah jalan.
"Awalnya saya merasa ada yang mengikuti dari belakang. Tidak lama kemudian empat orang langsung memotong jalan dan mengacungkan celurit," ujar Shofiudin kepada wartawan usai melapor ke polisi.
Menurutnya, para pelaku langsung berusaha menyerangnya menggunakan senjata tajam. Dalam kondisi panik, ia sempat memundurkan motornya untuk menghindari sabetan celurit.
"Saya takut sekali. Mereka langsung mengayunkan celurit. Untung kena helm, bukan kepala saya. Setelah itu motor saya dibawa kabur," katanya.
Motor matik warna hitam keluaran tahun 2023 yang biasa digunakan untuk mengangkut dagangan itu akhirnya dibawa kabur para pelaku. Kendaraan tersebut merupakan sarana utama Shofiudin untuk bekerja setiap hari.
Usai kejadian, korban tampak menangis histeris di tepi jalan. Selain mengalami syok akibat serangan bersenjata, ia juga kehilangan kendaraan yang menjadi penopang mata pencahariannya.
Sementara itu, Kapolsek Wonoasih Kompol Lukman Hadi mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari korban. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.
"Kami sudah menerima laporan korban, melakukan olah TKP, serta meminta keterangan beberapa saksi. Saat ini kasus ditangani Unit Reskrim Polsek Wonoasih bersama tim buru sergap Polres Probolinggo Kota untuk memburu para pelaku," ujar Kompol Lukman Hadi.
Polisi juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi identitas keempat pelaku yang diduga telah merencanakan aksi tersebut.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian itu agar segera melapor.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram