Lumajang (Onenewsjatim) – Saniman, paman Merinda Tri Agustin (22), mengaku sempat tidak menyangka pacar keponakannya menjadi terduga pelaku pembunuhan. Namun, kecurigaan mulai muncul setelah mengetahui sikap pelaku yang dinilainya janggal sesaat setelah korban ditemukan meninggal dunia.
Merinda ditemukan tewas tanpa busana di kamar belakang rumah orang tuanya di Dusun Krajan, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jumat (3/7/2026). Kasus tersebut kini ditangani aparat kepolisian.
Saniman menceritakan, selama ini Merinda lebih sering menginap di rumahnya karena bekerja di wilayah Randuagung. Karena itu, ia merasa heran ketika pelaku justru meminta seorang tetangga bernama Eka untuk mengecek kondisi korban di rumah orang tuanya.
Menurutnya, permintaan tersebut menjadi titik awal munculnya rasa curiga. Sebab, pelaku seolah sudah mengetahui bahwa korban berada di dalam kamar rumah orang tuanya.
"Kok bisa menyuruh Eka melihat korban di kamarnya? Dari situ saya mulai curiga. Saat itu juga terus didalami polisi, sampai akhirnya dia mengaku," ujar Saniman.
Sebelum kecurigaan itu muncul, Saniman mengaku sama sekali tidak pernah menaruh prasangka buruk kepada pacar keponakannya. Selama hampir satu tahun menjalin hubungan asmara, keduanya terlihat akur dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda adanya persoalan serius.
Ia justru lebih mengkhawatirkan keselamatan Merinda saat pulang bekerja pada malam hari. Menurutnya, risiko tindak kriminal di jalan maupun kecelakaan menjadi kekhawatiran terbesar keluarga.
"Saya tidak pernah curiga sama pacarnya. Saya pikir mereka saling mencintai, mana mungkin tega melakukan seperti ini. Yang saya takutkan justru kalau dia pulang malam kena begal, dirampok, atau kecelakaan di jalan," ungkapnya.
Saniman mengaku mengenal pelaku hanya sebatas mengetahui sosoknya. Selama berpacaran dengan korban, pelaku beberapa kali mengantar Merinda, namun interaksi mereka tidak terlalu dekat.
Ia mengatakan pelaku sesekali datang ke rumah keluarga korban dan pernah bertegur sapa, tetapi tidak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan.
"Kalau sama pacarnya saya tidak menaruh curiga. Wong sama-sama cinta, saya pikir tidak mungkin tega berbuat seperti itu. Yang saya takutkan justru kalau dia kena begal, dirampok, atau kecelakaan di jalan," ucapnya.
Karena itu, kabar bahwa pacar Merinda diduga menjadi pelaku pembunuhan membuat keluarga sangat terpukul. Saniman mengaku tidak pernah membayangkan orang yang selama ini dipercaya mendampingi keponakannya justru diduga menghabisi nyawa korban.(Imam)


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram